LAMPUNG TIMUR — Taman Nasional Way Kambas (TNWK) kembali dilanda kebakaran. Api terdeteksi di wilayah Resort Cabang sejak Sabtu (19/9/2026) malam dan hingga Senin (21/9/2026) masih dalam proses pemadaman.
Kepala Balai TNWK MHD Zaidi membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, tim gabungan masih berada di lapangan untuk mengendalikan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.
“Benar (kebakaran), saat ini masih proses pemadaman,” kata Zaidi, Senin (21/9/2026).
Zaidi menyebut terdapat tiga titik api yang terdeteksi. Dari tiga titik tersebut, satu titik dilaporkan telah berhasil dipadamkan, sementara penanganan masih dilakukan terhadap titik lainnya.
“Ada tiga, namun informasi dari tim, satu titik berhasil dipadamkan,” ujarnya.
Luas kawasan yang terbakar belum dapat dipastikan. Zaidi mengatakan penghitungan luasan belum memungkinkan karena petugas masih fokus melakukan pemadaman di lokasi. Artinya, untuk sementara api masih menjadi prioritas, sementara angka luasan menunggu kondisi benar-benar terkendali.
Kebakaran terbaru ini kembali menambah daftar ancaman terhadap kawasan konservasi Way Kambas. Sebelumnya, kawasan tersebut juga sempat dilanda kebakaran hebat yang berdampak terhadap ribuan hektare area.
Saat itu, pemadaman dilakukan melalui berbagai operasi, baik melalui jalur darat maupun udara, hingga api akhirnya berhasil dikendalikan. Kini, ketika api kembali muncul, tantangannya bukan sekadar memadamkan nyala api, tetapi memastikan kebakaran tidak kembali menjalar dan memperluas dampak terhadap kawasan konservasi.
Way Kambas memang bukan tempat untuk bermain api. Sekali kawasan terbakar, yang hilang bukan cuma semak dan rerumputan, tetapi habitat, ekosistem, serta ruang hidup satwa yang menjadi alasan kawasan ini harus dijaga.
Untuk saat ini, tiga titik api menjadi alarm baru bagi TNWK. Satu titik sudah padam, dua lainnya masih menjadi pekerjaan petugas. Api boleh kecil di awal, tetapi di kawasan konservasi, kelalaian kecil bisa berubah menjadi kebakaran besar.***












