Scroll untuk baca artikel
LAMPUNGLAMPUNG TIMUR

Rumah Tak Layak Huni di Lampung Timur Jadi Perhatian, PT SGQ Turun Tangan Bantu Keluarga Pak Salih

×

Rumah Tak Layak Huni di Lampung Timur Jadi Perhatian, PT SGQ Turun Tangan Bantu Keluarga Pak Salih

Sebarkan artikel ini
Kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan kembali diwujudkan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Sarana Global Quarry (SGQ). Pada Kamis, 13 Agustus 2026 - foto dok

LAMPUNG TIMUR — Bagi sebagian orang, rumah hanyalah tempat pulang setelah seharian beraktivitas. Namun bagi keluarga Pak Salih, warga Dusun 4, Desa Toba, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, rumah adalah tempat bertahan di tengah segala keterbatasan.

Kondisi rumah yang belum layak huni membuat kebutuhan untuk memperbaikinya bukan sekadar persoalan kenyamanan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Ada rasa aman yang ingin dibangun.

Ada kesehatan keluarga yang harus dijaga.

Dan ada harapan agar anak-anak dapat tumbuh di tempat tinggal yang lebih manusiawi.

Harapan itu mendapat sedikit ruang pada Kamis (13/8/2026), ketika PT Sarana Global Quarry (SGQ) menyalurkan bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung perbaikan rumah Pak Salih.

Bantuan tersebut mungkin tidak serta-merta mengubah seluruh kondisi rumah dalam sehari.

Tetapi bagi keluarga penerima manfaat, perhatian itu menjadi tanda bahwa mereka tidak berjalan sendirian.

Bantuan Mungkin Tidak Besar, Tetapi Kepedulian Punya Arti

Saat menyerahkan bantuan, perwakilan PT SGQ, Fajar, tidak banyak berbicara mengenai besaran bantuan.

Justru ia meminta agar bantuan tersebut tidak dilihat semata dari nilainya.

“Tolong diterima, Pak Salih. Semoga bermanfaat. Tolong jangan dilihat nilainya, semoga bermanfaat untuk keluarga Bapak. Itu saja yang bisa kami bantu untuk melengkapi material,” ujar Fajar.

Kalimat sederhana tersebut menggambarkan satu hal penting dalam program sosial: bantuan bukan selalu tentang seberapa besar yang diberikan, tetapi seberapa tepat bantuan itu hadir ketika dibutuhkan.

Untuk keluarga yang sedang berusaha memperbaiki rumah, bantuan material dapat berarti bagian dari atap yang lebih aman, dinding yang lebih kokoh atau lantai yang lebih layak.

BACA JUGA :  Pelayanan Bank BRI Unit Pugung Raharjo Dikeluhkan, Warga: Sulitnya Melakukan Pengajuan Pinjaman 

Sedikit demi sedikit.

Bagian demi bagian.

Hingga rumah yang selama ini belum layak perlahan dapat menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman bagi keluarga.

Pemerintah Kecamatan Ikut Menguatkan

Penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri Camat Sekampung Udik Putu Ardiana bersama staf kecamatan, Sekretaris Desa Toba Dinda Yuliana, serta perwakilan PT SGQ.

Kehadiran pemerintah menjadi bagian penting agar bantuan sosial tidak berhenti pada penyerahan simbolis, tetapi benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.

Putu Ardiana juga memberikan semangat kepada Pak Salih dan keluarga agar tetap tabah menghadapi kondisi yang ada.

Menurutnya, pemerintah kecamatan akan terus berupaya memberikan perhatian kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan dukungan.

Di tengah keterbatasan ekonomi, persoalan rumah sering kali tidak berdiri sendiri.

Kondisi tempat tinggal berkaitan dengan kesehatan, keamanan, kenyamanan hingga tumbuh kembang anak.

Karena itu, perbaikan rumah tidak layak huni pada dasarnya bukan hanya memperbaiki bangunan.

Yang diperbaiki juga kualitas hidup penghuninya.

Bukan Hanya Rumah, Pendidikan Anak Ikut Disorot

Dalam kesempatan tersebut, Putu Ardiana juga memberikan perhatian terhadap pendidikan anak Pak Salih.

Ia membuka peluang apabila keluarga tersebut membutuhkan dukungan informasi maupun pendampingan untuk mengakses program Sekolah Rakyat.

Menurutnya, persoalan ekonomi keluarga jangan sampai membuat anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

Sebab rumah yang lebih baik memang penting.

Tetapi masa depan anak jauh lebih penting.

“Kalau nanti diperlukan, kita bantu informasi dan pendampingannya untuk akses pendidikan. Pendidikan anak juga harus menjadi perhatian bersama,” ujar Putu.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan sosial tidak bisa diselesaikan secara parsial.

Rumah membutuhkan perhatian.

BACA JUGA :  Cuaca Lampung Hari Ini, Sejak Pagi! Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang Diprediksi Bertahan Hingga Malam

Anak membutuhkan pendidikan.

Keluarga membutuhkan kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup.

Dan semuanya membutuhkan kerja bersama.

Camat Apresiasi Kepedulian PT SGQ

Putu Ardiana juga menyampaikan apresiasi kepada PT Sarana Global Quarry yang telah memberikan perhatian kepada warga di wilayah Kecamatan Sekampung Udik.

“Terima kasih kepada perusahaan yang sudah memperhatikan warga saya. Titip salam kepada pimpinan PT SGQ,” ungkap Putu.

Ia berharap program CSR perusahaan dapat terus berlanjut dan manfaatnya semakin luas, khususnya bagi masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam persoalan sosial menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang dapat membantu pemerintah menangani kebutuhan masyarakat secara bertahap.

CSR Jangan Berhenti di Seremoni

Program CSR pada akhirnya tidak cukup hanya diukur dari berapa kali perusahaan menyerahkan bantuan.

Ukuran yang lebih penting adalah seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.

Ketika bantuan diberikan kepada keluarga yang memang membutuhkan, dampaknya bisa jauh lebih besar daripada angka yang tercantum dalam laporan kegiatan.

Satu rumah menjadi lebih layak.

Satu keluarga merasa lebih diperhatikan.

Satu anak memperoleh peluang pendidikan.

Dan satu komunitas melihat bahwa persoalan mereka tidak sepenuhnya diabaikan.

Di sinilah CSR menemukan maknanya.

Bukan sekadar kewajiban sosial perusahaan, tetapi kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih sehat antara perusahaan dan masyarakat.

Rumah Layak Adalah Soal Martabat

Rumah tidak layak huni sering kali dilihat hanya sebagai persoalan fisik.

Atap bocor.

Dinding rapuh.

Lantai belum memadai.

Namun di balik kondisi tersebut terdapat manusia yang menjalani kehidupan setiap hari.

Ada keluarga yang tidur di dalamnya.

Ada anak yang belajar di sana.

BACA JUGA :  Penyempurnaan, Lamtim Tunda Kelanjutan Program Pelayanan Kesehatan Gratis

Ada orang tua yang berusaha menjaga keluarganya tetap bertahan.

Karena itu, membantu memperbaiki rumah berarti memberikan lebih dari sekadar material bangunan.

Ada rasa aman yang ikut dibangun. Ada martabat yang dijaga. Ada harapan yang dipelihara.

Bagi Pak Salih, bantuan PT SGQ mungkin belum menyelesaikan seluruh persoalan.

Tetapi setidaknya, ada satu langkah yang bisa dimulai.

Dan sering kali, perubahan memang tidak datang sekaligus.

Ia dimulai dari satu bantuan.

Satu kepedulian.

Satu rumah.

Kemudian berkembang menjadi harapan yang lebih besar bagi sebuah keluarga.

Kolaborasi untuk Warga Lampung Timur

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perusahaan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat.

Pemerintah memiliki keterbatasan.

Perusahaan juga tidak mungkin menyelesaikan seluruh persoalan sosial seorang diri.

Begitu pula masyarakat membutuhkan ruang untuk ikut berpartisipasi.

Karena itu, sinergi menjadi kunci agar berbagai persoalan sosial dapat ditangani secara bertahap dan tepat sasaran.

PT Sarana Global Quarry diharapkan dapat terus memperkuat program CSR yang menyentuh kebutuhan nyata masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

Sementara pemerintah Kecamatan Sekampung Udik dan Pemerintah Desa Toba diharapkan terus memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan akses bantuan dan pendampingan.

Sebab pada akhirnya, kemajuan sebuah daerah tidak hanya terlihat dari gedung yang berdiri tinggi atau jalan yang semakin lebar.

Kemajuan juga terlihat ketika keluarga yang sebelumnya tinggal dalam keterbatasan mulai memiliki rumah yang lebih aman.

Ketika anak-anak tetap memiliki kesempatan sekolah.

Dan ketika warga merasa bahwa di tengah kesulitan, masih ada pihak yang bersedia datang dan berkata:

“Kami mungkin tidak bisa menyelesaikan semuanya, tetapi kami ingin membantu.”***