Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Susur Sungai hingga Tanam Pohon, Wawali Bekasi Ajak Warga Masyarakat Lebih Peduli Lingkungan

×

Susur Sungai hingga Tanam Pohon, Wawali Bekasi Ajak Warga Masyarakat Lebih Peduli Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menghadiri kegiatan susur sungai, bersih-bersih Kali Bekasi, serta penanaman pohon di bantaran kali dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi, Selasa (21/4) - foto doc

KOTA BEKASI — Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menghadiri kegiatan susur sungai, bersih-bersih Kali Bekasi, serta penanaman pohon di bantaran kali dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi.

Kegiatan tersebut berlangsung di Basecamp Pasukan Katak, Delta Pekayon, dan menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi kota yang berfokus pada kepedulian lingkungan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Selain itu, kegiatan ini melibatkan berbagai unsur pemerintah dan masyarakat sebagai bentuk kolaborasi nyata dalam menjaga ekosistem sungai.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan DPRD Kota Bekasi, unsur TNI dari Kodim 05/07 Kota Bekasi, serta jajaran Polres Metro Kota Bekasi. Kemudian, hadir pula Kepala Dinas Lingkungan Hidup, perwakilan Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, serta para kepala perangkat daerah, camat, dan lurah se-Kota Bekasi.

Tidak hanya itu, partisipasi aktif juga datang dari komunitas peduli lingkungan, termasuk Pasukan Katak dan komunitas peduli Sungai Cileungsi-Cikeas.

Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan sinergi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Bekasi.

BACA JUGA :  Wawali Bekasi Tinjau SMPN 4 Jelang Kedatangan Presiden Prabowo: Persiapan Disisir, Standar ‘H-1’ Dimaksimalkan

Dalam sambutannya, Abdul Harris Bobihoe menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya kawasan sungai yang memiliki peran vital bagi masyarakat.

“Hari ini kita bersama-sama hadir pada kegiatan susur sungai, bersih-bersih kali, dan juga penanaman pohon sebagai wujud sinergitas dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan hidup,” ujar Wakil Wali Kota Bekasi.

Ia menambahkan, kegiatan ini bukan sekadar seremoni dalam rangka HUT Kota Bekasi, melainkan momentum untuk meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.

“Kegiatan ini memiliki makna yang sangat penting, bukan hanya sebagai bagian dari peringatan hari jadi kota, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian kita bersama terhadap lingkungan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Kali Bekasi memiliki nilai historis sekaligus ekologis yang harus dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

“Kali Bekasi bukan hanya sekadar aliran air yang melintasi kota ini. Sungai ini merupakan bagian dari sejarah, ekosistem, dan kehidupan masyarakat Kota Bekasi,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh warga untuk menjadikan kegiatan ini sebagai titik awal dalam membangun budaya hidup bersih dan peduli lingkungan.

“Mari kita jadikan kegiatan pembersihan kali dari sampah ini sebagai momentum untuk membangun budaya bersih dan kepedulian lingkungan di Kota Bekasi,” katanya.

BACA JUGA :  HUT ke-29 Kota Bekasi: Tri Adhianto Ungkap Restu Dedi Mulyadi Bangun Fasilitas Olahraga di Pondok Gede

Menurutnya, langkah konkret seperti ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus meminimalisir risiko banjir di wilayah perkotaan.

“Bersama-sama, kita bisa mewujudkan Kota Bekasi yang lebih sehat, indah, dan bebas dari banjir,” tutupnya.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Di baliknya, ada realitas yang tak bisa diabaikan: kondisi sungai perkotaan yang semakin tertekan oleh sampah, sedimentasi, dan alih fungsi lahan.

Kali Bekasi sendiri menjadi salah satu titik krusial bukan hanya sebagai aliran air, tetapi juga penyangga ekosistem dan pengendali banjir. Ketika sungai tersumbat sampah, dampaknya bukan sekadar estetika, melainkan banjir, penyakit, dan kerusakan lingkungan jangka panjang.

Aksi ini melibatkan berbagai elemen: DPRD, TNI dari Kodim 05/07, Polres Metro Bekasi, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, hingga perangkat daerah. Tak kalah penting, komunitas seperti Pasukan Katak dan pegiat Sungai Cileungsi-Cikeas juga ambil bagian.

Kolaborasi ini menjadi pesan penting: masalah lingkungan tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja, tapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat.

BACA JUGA :  Harris Bobihoe Ajak Kader PKB Bangun Kota Bekasi Lebih Keren

Dalam sambutannya, Abdul Harris Bobihoe menegaskan bahwa kegiatan ini harus menjadi titik balik, bukan sekadar agenda perayaan.

“Ini bukan hanya bagian dari HUT Kota Bekasi, tetapi bentuk nyata kepedulian kita terhadap lingkungan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa sungai memiliki nilai lebih dari sekadar fungsi teknis.

“Kali Bekasi adalah bagian dari sejarah, ekosistem, dan kehidupan masyarakat. Kalau kita tidak jaga, kita yang akan menanggung akibatnya,” tegasnya.

Permasalahan lingkungan di kota seperti Bekasi saling terkait:

  • Sampah di sungai → penyumbatan aliran air
  • Minimnya pohon → berkurangnya resapan air
  • Alih fungsi lahan → meningkatnya risiko banjir

Karena itu, langkah sederhana seperti membersihkan sungai dan menanam pohon sebenarnya adalah bagian dari strategi besar membangun kota yang tahan bencana dan berkelanjutan.

Wawali mengajak warga menjadikan kegiatan ini sebagai awal perubahan perilaku.

“Mari kita jadikan ini momentum membangun budaya bersih dan peduli lingkungan,” katanya.

Pesannya sederhana, tapi krusial: menjaga lingkungan bukan tugas satu hari, melainkan kebiasaan sehari-hari—dari tidak membuang sampah sembarangan hingga menjaga ruang hijau.