Scroll untuk baca artikel
Megapolitan

Kursi Ketua DPRD DKI Digoyang! PKS Dikabarkan Copot Khoirudin, Suhud Alynudin Disiapkan Jadi Pengganti

×

Kursi Ketua DPRD DKI Digoyang! PKS Dikabarkan Copot Khoirudin, Suhud Alynudin Disiapkan Jadi Pengganti

Sebarkan artikel ini
Foto: Kolase Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin dan SK yang beredar. (ist)

JAKARTA – Kursi Ketua DPRD DKI Jakarta mendadak panas. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dikabarkan mengusulkan pergantian pimpinan dewan dari Khoirudin kepada Suhud Alynudin.

Kabar ini mencuat setelah beredarnya dokumen Surat Keputusan (SK) DPP PKS yang menyebut adanya pencabutan SK sebelumnya terkait susunan pimpinan dan alat kelengkapan DPRD DKI Jakarta periode 2024–2029.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dalam dokumen tersebut, posisi Ketua DPRD yang sebelumnya dipegang Khoirudin disebut akan dialihkan.

“Diusulkan penggantian Ketua DPRD Provinsi Jakarta yang semula dijabat oleh Khoirudin menjadi Suhud Alynudin,” demikian isi kutipan SK yang beredar, Selasa (21/4/2026).

SK terbaru itu mencabut SK Nomor 128/SKEP/DPP-PKS/2025 yang ditetapkan pada 27 Oktober 2025. Dengan pencabutan tersebut, struktur lama otomatis tidak lagi berlaku.

BACA JUGA :  Hasil Pantauan Hilal, Kemenag Telah Menetapkan Hari Raya Iduladha 1443 H

Instruksi dalam surat juga jelas: DPW PKS Jakarta diminta segera menindaklanjuti pergantian tersebut sesuai aturan perundang-undangan.

Artinya, jika SK ini benar dan sah, maka pergantian tinggal menunggu proses administratif alias tinggal “ketok palu”.

Menariknya, kabar panas ini justru belum sepenuhnya diakui internal partai sendiri.

Sekretaris PKS Jakarta, Abdul Aziz, mengaku belum melihat dokumen tersebut.

“Saya belum lihat suratnya,” ujarnya singkat.

BACA JUGA :  Dihujani Interupsi, Rakercam KNPI Pondok Gede Sukses Dihelat

Sementara itu, Suhud Alynudin yang disebut-sebut sebagai calon pengganti juga memilih irit bicara. Diamnya justru memancing spekulasi: menunggu momentum, atau belum mau buka kartu?

Di sisi lain, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M Taufik Zoelkifli, memilih posisi aman.

“Apa pun keputusan dari DPP akan kami terima. Rotasi jabatan itu hal biasa,” ujarnya.***