Scroll untuk baca artikel
Hukum & KriminalLampung

Teror Pocong di Lampung yang Mengalahkan Logika: Sekampung Resah, Pelakunya Tujuh Anak SMP

×

Teror Pocong di Lampung yang Mengalahkan Logika: Sekampung Resah, Pelakunya Tujuh Anak SMP

Sebarkan artikel ini
Bikin resah sekampung, ternyata video viral kemunculan pocong di Desa Toto Projo, Way Bungur, Lampung Timur hanya rekayasa para pelajar SMP di wilayah setempat. foto dok/Jali

LAMPUNG TIMUR – Setelah beberapa hari sukses membuat warga waswas, grup WhatsApp panas, dan sebagian masyarakat mendadak rajin mengintip jendela setiap malam, misteri “teror pocong” yang viral di Lampung akhirnya terungkap. Pelakunya bukan makhluk gaib dari alam lain, melainkan sekelompok pelajar SMP yang tampaknya terlalu serius menekuni dunia perkontenan.

Video yang memperlihatkan sosok menyerupai pocong berdiri di depan rumah warga di Desa Toto Projo, Kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, ternyata hanyalah hasil rekayasa tujuh pelajar SMP setempat. Konten tersebut menyebar bak api menyambar ilalang kering, berpindah dari media sosial ke status WhatsApp, lalu menjelma menjadi cerita horor keliling kampung.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Yang menarik, pocong tersebut berhasil melakukan sesuatu yang bahkan sebagian influencer profesional belum tentu mampu: menciptakan kepanikan massal tanpa modal iklan berbayar.

Polisi yang turun tangan melakukan penyelidikan akhirnya menemukan fakta bahwa “hantu viral” itu hanyalah produksi anak-anak yang sedang mencari sensasi. Bukan kiriman alam gaib, bukan juga pertanda akhir zaman.

“Kami telah memberikan teguran, pembinaan, dan arahan kepada anak-anak yang membuat postingan tersebut beserta orang tuanya,” kata Kasatreskrim Polres Lampung Timur, AKP Boyoh.

BACA JUGA :  Rumah Korban Pencurian dengan Kekerasan Dikenal sebagai Juragan Gabah di Braja Selebah

Dalam pembinaan yang dilakukan pada 28 Mei 2026, para pelajar diberikan pemahaman bahwa kreativitas memang penting, tetapi akan lebih bermanfaat jika tidak membuat satu desa mendadak curiga kepada setiap kain putih yang berkibar di malam hari.

Orang tua mereka pun mendapat pesan khusus agar lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anak di media sosial. Sebab di era digital saat ini, satu video iseng bisa berubah menjadi teror kolektif dalam hitungan jam.

Pocong Naik Kelas, Kini Dituduh Bisa Mematikan Listrik

Belum selesai masyarakat dibuat geger oleh video rekayasa di Way Bungur, muncul lagi foto viral sosok menyerupai pocong di kawasan Way Dadi, Bandar Lampung.

Dalam pesan berantai yang beredar luas, sosok tersebut bahkan disebut memiliki kemampuan baru yang tidak pernah tercatat dalam literatur horor mana pun: mematikan listrik rumah warga.

Pesan itu menyebar cepat dengan narasi menegangkan.

“Kalau listrik mati jangan keluar rumah.”

Entah sejak kapan pocong mendapat sertifikasi teknisi PLN, namun pesan tersebut sukses membuat banyak warga ikut waspada.

BACA JUGA :  Polis Akan Periksa Pihak Bank Waway Lampung

Fakta di lapangan ternyata jauh lebih sederhana.

Foto yang viral itu diambil di sebuah rumah kos di kawasan Perumahan Gelora Persada, Rajabasa Raya. Saksi bernama Sinta Yuliana mengaku melihat sosok menyerupai pocong sekitar pukul dua dini hari.

Namun ada satu detail penting yang membuat cerita horor tersebut kehilangan aura mistisnya.

“Pocong” itu bergerak-gerak, mengetuk pintu, mundur, lalu terdengar suara orang tertawa di sekitar lokasi.

Jika ada pocong yang bisa bercanda sambil ditemani rekan-rekannya yang tertawa terbahak-bahak, kemungkinan besar yang sedang bekerja bukan dunia gaib, melainkan dunia pergaulan anak muda yang sedang mencari hiburan.

Layaknya bola salju yang menggelinding, foto tersebut kemudian berkembang menjadi berbagai versi cerita baru. Ada yang menyebut pocong itu bagian dari komplotan perampok, ada yang mengklaim membawa senjata tajam, bahkan ada yang mengaitkannya dengan kejadian di berbagai daerah.

Padahal setelah dicek polisi, semua narasi tersebut tidak terbukti.

Kapolsek Labuhan Ratu, AKP Ono Karyono, memastikan sosok dalam foto hanyalah seseorang yang mengenakan kostum pocong untuk bercanda.

“Kami telah mengecek lokasi bersama lurah, linmas dan Bhabinkamtibmas. Setelah kami cek dipastikan itu bukan pocong,” tegas Ono.

BACA JUGA :  Cara Kades Tanjungwangi Memajukan Desa

Polisi juga membantah isu adanya pelaku bersenjata tajam. Informasi tersebut disebut hanya hasil editan yang kemudian berkembang liar di media sosial.

Singkatnya, pocongnya palsu, perampoknya tidak ada, tetapi kepanikannya nyata.

Fenomena ini kembali membuktikan bahwa di era media sosial, sesuatu yang paling cepat berlari bukanlah atlet, bukan kendaraan balap, melainkan informasi yang belum tentu benar.

Sebuah kain putih, kamera ponsel, sedikit kreativitas, ditambah bumbu narasi dramatis mampu membuat satu daerah sibuk membahas makhluk gaib selama berhari-hari.

Polda Lampung pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

Sebab hingga saat ini, polisi memastikan tidak ada laporan kriminal maupun gangguan keamanan yang berkaitan dengan “teror pocong” tersebut.

Jadi sebelum panik melihat sosok putih berdiri di pinggir jalan pada malam hari, ada baiknya memastikan dulu.

Bisa jadi itu pocong.

Bisa jadi juga konten kreator pemula yang sedang mengejar viral.

Dan berdasarkan kejadian di Lampung, kemungkinan kedua ternyata jauh lebih besar.***