Scroll untuk baca artikel
Nasional

BNPB Perbarui Data Bencana di Sumut: 217 Tewas, 209 Masih Hilang

×

BNPB Perbarui Data Bencana di Sumut: 217 Tewas, 209 Masih Hilang

Sebarkan artikel ini
Sejumlah kendaraan terjebak lumpur pascabanjir bandang di Desa Manyang Cut, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (27/11).- foto doc

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali memperbarui perkembangan korban bencana di sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut). Hingga Minggu (30/11/2025), jumlah korban meninggal dunia tercatat 217 orang, sementara 209 orang masih dilaporkan hilang.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan bahwa angka tersebut terus bergerak naik seiring ditemukannya korban baru oleh tim gabungan di lapangan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Korban jiwa untuk Sumut saat ini 217 meninggal dunia dan 209 masih hilang,” ujar Suharyanto dalam konferensi pers.

Korban Tewas Bertambah Seiring Temuan Baru

Suharyanto menjelaskan, penambahan korban meninggal terjadi setelah operasi pencarian dan pertolongan (SAR) satgas gabungan kembali menemukan jasad warga yang sebelumnya masuk dalam daftar hilang.

BACA JUGA :  2.738 Orang Terkonfirmasi Positif Covid-19, Kasus Meninggal Capai 221

Selain itu, laporan kehilangan dari masyarakat juga terus bertambah, terutama dari wilayah-wilayah yang terdampak paling parah.

“Korban jiwa bertambah karena operasi SAR berhasil menemukan kembali korban yang kemarin dinyatakan hilang. Sementara laporan kehilangan juga meningkat karena banyak warga baru melaporkan anggota keluarganya,” katanya.

Wilayah Paling Terdampak

Kenaikan angka korban terutama terjadi di lima kabupaten/kota berikut:

BACA JUGA :  Ini, Tingkat Kepatuhan Prokes di Jabar Berdasarkan Survei BNPB
  • Tapanuli Tengah (Tapteng)
  • Tapanuli Selatan (Tapsel)
  • Sibolga
  • Tapanuli Utara (Taput)
  • Humbang Hasundutan (Humbahas)

Menurut Suharyanto, Tapanuli Selatan (Tapsel) menjadi wilayah dengan lonjakan korban terbesar hari ini, mengingat semakin banyaknya penemuan jenazah di area pencarian.

“Tapsel mengalami penambahan signifikan karena banyak korban yang ditemukan hari ini,” jelasnya.***