Scroll untuk baca artikel
Head LineTANGGAMUS

Pickup Bermuatan Batu Bara Terguling di Sukajaya, Video Viral Dihapus, Dugaan Tambang Ilegal Menguat

×

Pickup Bermuatan Batu Bara Terguling di Sukajaya, Video Viral Dihapus, Dugaan Tambang Ilegal Menguat

Sebarkan artikel ini
kecelakaan tunggal di Tanjakan Sukajaya, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Minggu (30/11/2025) - foto doc SMN

TANGGAMUS — Kecelakaan tunggal mobil pickup bermuatan batu bara terguling di Tanjakan Sukajaya, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Minggu (30/11/2025), memantik perhatian publik.

Namun yang justru membuat heboh bukan hanya insiden kendaraan L300 bermuatan batu bara yang terguling melainkan upaya seseorang untuk “menghilangkan jejak” dengan meminta video kejadian tersebut dihapus dari Facebook.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Video itu sempat viral selama beberapa jam sebelum akhirnya lenyap. Pengunggah mengaku menerima tekanan dari seseorang berinisial HL, sosok yang diduga kuat terhubung dengan aktivitas penambangan batu bara di wilayah Kelumbayan.

“Video asli sudah saya hapus, Bang. Saya sendiri heran. Saya sering upload kejadian kecelakaan di tanjakan Sukajaya, tapi baru kali ini diminta hapus,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Pengunggah mengaku awalnya menuliskan bahwa muatan pickup adalah kelapa. Namun ia membenarkan kemudian bahwa muatannya memang batu bara, setelah diminta HL untuk menghapus unggahan tersebut.

BACA JUGA :  Bikin Resah Warga, Polisi Grebek “Sirkuit Dadakan” Balap Liar di Jalur Dua Islamic Center Kota Agung

Tanjakan Sukajaya dikenal sebagai titik ekstrem cor beton terjal dengan tikungan tajam yang sudah berulang kali memakan korban. Warga mengaku kecelakaan kendaraan bermuatan berat sering terjadi di lokasi itu.

“Untung sopirnya selamat. Kejadian begini sudah sering,” tulis seorang warganet saat video tersebut masih beredar.

Saat wartawan turun ke lokasi, pickup yang terguling memang sudah dipindahkan. Namun tumpahan batu bara masih menutupi badan jalan, menjadi bukti nyata insiden itu. Yang mengejutkan, aktivitas truk pengangkut batu bara tetap berlangsung seperti biasa, seolah tidak terjadi apa-apa.

Seorang warga mengatakan. “Siang ini saja lebih dari 15 kendaraan lewat. Tidak ada penghentian kegiatan sama sekali.”

Penelusuran sejumlah sumber menyebutkan bahwa aktivitas penambangan yang diduga menjadi asal muatan tersebut berada di wilayah Dusun Salong, Pekon Penyandingan, dan diduga kuat tidak memiliki izin resmi.

BACA JUGA :  Pelaku Jambret di Jalan Raya Pekon Dadirejo Berhasil Dibekuk Polisi

“Informasi awal menunjukkan aktivitas tidak mengantongi izin. Kami masih mendalami,” ungkap salah satu sumber investigasi.

Jika benar, maka kecelakaan ini bukan sekadar insiden kendaraan terguling. Ia menjadi pintu masuk untuk menelusuri dugaan rantai aktivitas tambang ilegal yang beroperasi tanpa pengawasan, mencemari lingkungan, dan membahayakan pengguna jalan.

Saat dikonfirmasi, HL tidak membantah bahwa dirinya meminta pengunggah untuk menghapus video viral tersebut.

“Ya, saya minta dihapus. Itu kan kecelakaan biasa, mobilnya kehabisan solar, nggak kuat nanjak. Buat apa diposting-posting kalau tidak ada korban,” kata HL melalui sambungan telepon.

HL juga mengakui bahwa muatan pickup tersebut adalah batu bara. “Ya, itu limbah. Mau dibawa ke PT KTI (Kimia Tambang Indonesia).”

BACA JUGA :  Pelaku Pembunuhan IRT di Semaka Serahkan Diri, Ini Tampangnya

Lebih jauh, HL menyebut dirinya adalah pekerja sekaligus kepala dusun di lokasi penambangan batu bara. Ia berdalih bahwa kegiatan membuang limbah batu bara dilakukan karena material tersebut telah mencemari wilayah mereka.

Penjelasan HL justru menimbulkan tanda tanya baru, jika aktivitas legal, mengapa video kecelakaan harus dihapus?

  • Mengapa angkutan batu bara tetap hilir-mudik meski terjadi insiden?
  • Jika itu “limbah”, mengapa volume angkutannya begitu besar dan dilakukan rutin dan diantarkan ke perusahaan?
  • Siapa sebenarnya operator utama dari kegiatan yang disebut sebagai penambangan ini?

Insiden pickup terguling di Sukajaya hanya salah satu potongan kecil dari persoalan yang lebih besar. Dugaan tambang batu bara ilegal di Kelumbayan kembali mencuat, dan publik menunggu transparansi aparat serta pemerintah daerah untuk mengungkap fakta sebenarnya. ***