Scroll untuk baca artikel
Hukum & Kriminal

Aktivis Pelabuhan Tewas di Bekasi: Polisi Sebut Murni Pencurian Antara Pelaku dan Korban Tak Saling Kenal

×

Aktivis Pelabuhan Tewas di Bekasi: Polisi Sebut Murni Pencurian Antara Pelaku dan Korban Tak Saling Kenal

Sebarkan artikel ini
Tampang pembunuh Ermanto Usman, berisial H alias Yuda - foto doc ist

JAKARTA – Kematian aktivis pelabuhan Ermanto Usman di rumahnya di Pondok Gede, Bekasi masih menyisakan tanda tanya. Polisi menyatakan kasus ini murni pencurian dengan kekerasan, namun keluarga korban sebelumnya justru melihat kemungkinan cerita yang lebih besar di balik tragedi tersebut.

Polda Metro Jaya memastikan pelaku pembunuhan telah ditangkap. Tersangka berinisial S diringkus di kawasan Cilincing, Jakarta Utara setelah sempat melarikan diri usai melakukan aksi brutal di rumah korban.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menjelaskan bahwa pelaku masuk ke rumah korban menggunakan linggis.

Namun aksi pencurian tersebut berubah menjadi tragedi ketika korban memergoki pelaku.

BACA JUGA :  Dianggap Hina Nabi, Komika Aulia Rakhma Diperiksa Polisi

Menurut pengakuan tersangka, situasi itu membuatnya panik.

“Linggis ini digunakan oleh tersangka untuk memukul kepala korban, baik korban laki-laki maupun perempuan. Tersangka mengaku memukul karena kaget saat aksinya diketahui,” ujar Kombes Iman dalam konferensi pers, Rabu (11/3).

Korban Ermanto Usman tewas akibat luka berat di kepala, sementara istrinya masih menjalani perawatan intensif dalam kondisi kritis.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku tidak mengenal korban sama sekali.

Ia memilih rumah Ermanto secara acak karena bangunannya terlihat paling mencolok dibandingkan rumah lain di sekitar lingkungan tersebut.

Dari rumah itu, pelaku membawa kabur sejumlah barang:

  • Perhiasan
  • Dua unit telepon seluler
  • Satu unit laptop
  • Uang tunai sekitar Rp500 ribu
BACA JUGA :  Pesta Sabu di Karangagung, Gadis dan Empat Pria Diamankan Polisi

Ironi dari kasus ini terasa pahit, sebuah nyawa melayang dalam aksi pencurian yang hasilnya bahkan tidak cukup untuk membeli sepeda motor bekas.

Kasus ini sempat memunculkan spekulasi publik karena korban dikenal sebagai aktivis yang vokal mengkritik sejumlah kebijakan di sektor pelabuhan.

Namun pihak Polda Metro Jaya menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan indikasi pembunuhan berencana.

“Kami membantah dugaan bahwa peristiwa ini berkaitan dengan aktivitas korban sebagai aktivis. Dari penyelidikan sementara, ini murni pencurian dengan kekerasan,” tegas Kombes Iman.

Meski begitu, polisi tetap melakukan pendalaman, termasuk pemeriksaan digital forensik terhadap ponsel korban yang sempat dibawa pelaku.

Sementara polisi menyimpulkan motif ekonomi, keluarga korban justru masih menyimpan kecurigaan.

BACA JUGA :  Pj Wali Kota Bekasi Lepas Ekspor Perdana Aneka Produk IKM

Kakak korban, Dalsaf Usman, meminta penyidik tidak menutup kemungkinan adanya motif lain.

Pasalnya, sebelum meninggal, Ermanto dikenal aktif mengungkap dugaan penyimpangan dalam perpanjangan kontrak pengelolaan PT Jakarta International Container Terminal.

“Belakangan ini dia memang gencar membongkar dugaan penyimpangan di pelabuhan. Jadi kami berharap polisi juga mendalami kemungkinan itu,” kata Dalsaf.

Diketahui bahwa, semasa hidupnya, Ermanto Usman dikenal sebagai sosok yang cukup vokal dalam isu pekerja pelabuhan.

Ia bahkan pernah kehilangan pekerjaannya setelah menolak perpanjangan kontrak pengelolaan Pelabuhan Tanjung Priok yang menurutnya berpotensi merugikan negara.

Sebelum meninggal, Ermanto juga aktif berbicara di berbagai forum publik dan podcast, mengungkap berbagai dugaan tekanan serta ketidakadilan di lingkungan pelabuhan.