Fitur baru memungkinkan orang tua mengontrol siapa yang bisa menghubungi anak, mengawasi permintaan pesan, hingga membatasi akses grup.
JAKARTA — Aplikasi pesan instan WhatsApp tengah menyiapkan fitur baru yang kemungkinan besar akan membuat para orang tua sedikit lebih tenang dan sebagian anak mungkin sedikit lebih waspada.
Platform milik Meta Platforms itu akan menghadirkan akun yang dikelola orang tua, sebuah sistem kontrol yang memungkinkan wali memantau serta membatasi aktivitas anak-anak mereka di aplikasi tersebut.
Melansir laporan Daily Mirror, Sabtu (14/3/2026), fitur ini dirancang khusus untuk pengguna pra-remaja, dengan sejumlah pengaturan tambahan yang memberi kendali lebih besar kepada orang tua.
Orang Tua Bisa Atur Siapa yang Boleh Chat
Melalui fitur ini, orang tua dapat menentukan siapa saja yang boleh menghubungi akun anak. Artinya, orang asing tidak bisa tiba-tiba muncul di kotak pesan dengan pesan misterius atau spam yang tidak diinginkan.
Tak hanya itu, wali juga dapat meninjau permintaan pesan dari kontak tidak dikenal, mengatur pengaturan privasi akun, hingga menentukan apakah anak boleh bergabung dalam grup chat tertentu.
Dengan kata lain, jika sebelumnya anak bebas menerima undangan grup yang kadang berisi obrolan tak jelas, kini keputusan itu bisa berada di tangan orang tua.
WhatsApp: Untuk Komunikasi Keluarga
Dalam pernyataan resminya, WhatsApp menegaskan bahwa platform tersebut sejak awal dirancang sebagai sarana komunikasi keluarga yang aman.
“WhatsApp adalah cara terpercaya bagi keluarga untuk berkomunikasi karena sederhana, pribadi, dan andal,” kata perusahaan tersebut.
Mereka menambahkan bahwa fitur baru ini dikembangkan berdasarkan masukan keluarga serta pakar keselamatan digital.
“Kami meluncurkan akun yang dikelola orang tua yang memungkinkan orang tua atau wali mengatur WhatsApp untuk anak pra-remaja, dengan kontrol baru untuk membatasi pengalaman mereka hanya pada pengiriman pesan dan panggilan.”
Cara Kerjanya
Untuk mengaktifkan fitur ini, orang tua harus memiliki ponsel milik anak, ponsel mereka sendiri untuk menautkan akun.
Setelah terhubung, akun anak akan berada di bawah kendali orang tua. Pengaturan privasi hanya dapat diakses dan diubah oleh wali, bukan oleh anak.
Chat Tetap Privat
Meski orang tua memiliki kontrol pengaturan, WhatsApp menegaskan bahwa seluruh percakapan tetap dilindungi enkripsi ujung ke ujung.
Artinya, isi pesan tidak bisa dibaca oleh pihak lain, bahkan oleh WhatsApp sendiri.
Dengan kata lain, orang tua bisa mengatur pintu rumahnya, tapi tidak menguping isi percakapan di dalamnya.
Diluncurkan Bertahap
Perusahaan menyatakan fitur ini akan dirilis secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.
Selama masa peluncuran tersebut, WhatsApp juga membuka ruang bagi pengguna untuk memberikan masukan agar sistem ini bisa terus disempurnakan.
“Kami berharap menerima masukan dari pengguna agar dapat terus mengembangkan WhatsApp sebagai cara paling aman dan pribadi bagi keluarga untuk terhubung.”
Era Baru “Pengawasan Digital”
Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan anak di internet, fitur ini bisa menjadi semacam mode sabuk pengaman digital.
Bagi orang tua, ini alat kontrol. Bagi anak, mungkin terasa seperti “CCTV” di dunia chat.
Namun di era pesan instan yang bergerak lebih cepat daripada nasihat orang tua, sebagian keluarga mungkin menganggap fitur ini sebagai kompromi terbaik antara kebebasan dan perlindungan. ***













