TANGGAMUS — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kabupaten Tanggamus tahun 2026 dengan menggelar upacara di Lapangan Merdeka, Kota Agung, Senin (30/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tanggamus, pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, camat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi wanita, hingga pelajar dan unsur TNI-Polri.
Dalam amanatnya, Bupati Tanggamus mengawali dengan menyampaikan ucapan Idulfitri kepada seluruh masyarakat.
“Saya selaku pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Tanggamus mengucapkan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Tanggamus di mana pun berada,” ujarnya.
Bupati mengungkapkan, tepat pada 1 Syawal 1447 Hijriah atau 21 Maret 2026 lalu, Kabupaten Tanggamus genap berusia 29 tahun. Ia berharap momentum ini menjadi penanda daerah tersebut terus berkembang dan mendapat keberkahan.
Mengusung tema “Dengan Semangat Kerja Jalan Lurus Kita Wujudkan Tanggamus yang Maju dan Sejahtera”, peringatan tahun ini juga menjadi refleksi kinerja pemerintah daerah.
Bupati menyebut, tahun kedua masa jabatannya merupakan fase percepatan pembangunan setelah sebelumnya difokuskan pada penguatan fondasi.
“Jika tahun pertama adalah membangun pondasi, maka di tahun berikutnya kita harus bisa berlari lebih cepat,” tegasnya.
Namun demikian, ia tidak menampik masih adanya berbagai persoalan yang menjadi pekerjaan rumah (PR) besar pemerintah daerah. Salah satu yang disoroti adalah angka kemiskinan yang ditargetkan ditekan hingga di bawah 10 persen.
Selain itu, kondisi infrastruktur jalan juga menjadi perhatian serius. Saat ini, persentase jalan rusak ringan dan berat di Tanggamus masih tergolong tinggi, yakni di atas 50 persen.
“Ini menjadi PR besar yang harus segera kita tuntaskan bersama,” ujarnya.
Tak hanya itu, Bupati juga menyoroti ketimpangan akses dan mutu pendidikan, persoalan stunting dan layanan kesehatan, serta perlunya dorongan pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menilai, potensi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan belum dimaksimalkan karena sebagian besar masih dijual dalam bentuk bahan mentah. Sementara itu, pelaku UMKM dinilai masih banyak yang belum mampu naik kelas.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah dengan menggunakan lambang dan logo Kabupaten Tanggamus sesuai Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 1997.
Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas daerah dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar.
“Mari kita jaga persatuan, perkuat kebersamaan, dan tidak mudah terpecah belah di tengah berbagai tantangan global,” pungkasnya.













