Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Jangan Salah Waktu! Ini Dampak Tersembunyi Minum Kopi di Malam Hari yang Bisa Rusak Kualitas Tidur

×

Jangan Salah Waktu! Ini Dampak Tersembunyi Minum Kopi di Malam Hari yang Bisa Rusak Kualitas Tidur

Sebarkan artikel ini
Cara Seduh Kopi ala Coffee Shop
Ilustrasi Kopi

WawaiNEWS.ID – Kopi selama ini menjadi “andalan” banyak orang untuk meningkatkan energi sebelum beraktivitas. Namun, di balik manfaatnya, para ahli mengingatkan bahwa waktu konsumsi kopi ternyata sangat menentukan dampaknya bagi tubuh bahkan bisa berbalik merugikan jika diminum di waktu yang tidak tepat.

Minuman ini mengandung kafein, senyawa bioaktif yang bekerja dengan menghambat reseptor adenosin di otak. Proses ini membuat rasa kantuk tertunda dan meningkatkan kewaspadaan. Selain itu, kafein juga memengaruhi sistem dopamin yang berperan dalam suasana hati, sehingga kerap membuat seseorang merasa lebih fokus dan berenergi.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Meski demikian, manfaat tersebut tidak berlaku tanpa batas. Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi kopi dalam jumlah moderat sekitar 2 hingga 3 cangkir per hari masih tergolong aman dan bahkan berpotensi memberikan manfaat kesehatan. Namun, efeknya tetap bervariasi pada setiap individu, tergantung sensitivitas tubuh terhadap kafein.

BACA JUGA :  Bukit 'Intan' Tersembunyi di Jangkat, Penghasil Biji Kopi Robusta Berkelas

Menurut penjelasan dari Universitas Gadjah Mada, melalui dosen dan peneliti bidang Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Widiastuti Setyaningsih, kopi tidak hanya mengandung kafein. Ada berbagai komponen bioaktif lain yang juga berperan penting.

Salah satunya adalah asam klorogenat, senyawa antioksidan yang dikaitkan dengan potensi pencegahan penyakit seperti diabetes. Selain itu, terdapat trigonelin senyawa yang berkontribusi dalam pembentukan aroma khas kopi selama proses pemanggangan (roasting).

Proses roasting sendiri sangat menentukan kualitas kopi. Saat biji kopi dipanggang, terjadi reaksi kimia seperti Maillard dan karamelisasi yang membentuk cita rasa dan aroma unik. Perubahan ini juga memengaruhi komposisi kimia kopi secara keseluruhan, bukan sekadar rasa.

BACA JUGA :  Penambahan 24 Kasus Baru Positif Covid-19 di Tanggamus, Satu Orang Anak Berusia 10 Bulan

Namun, di balik kompleksitas tersebut, ada satu faktor penting yang sering diabaikan: waktu konsumsi.

Widi menegaskan bahwa waktu terbaik untuk minum kopi adalah pada pagi hingga siang hari. Pada rentang waktu ini, kafein dapat membantu meningkatkan fokus, konsentrasi, dan performa tubuh secara optimal.

Sebaliknya, konsumsi kopi pada sore hingga malam hari justru berisiko mengganggu kualitas tidur. Hal ini karena kafein dapat menunda produksi melatonin, hormon yang mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh.

Akibatnya, seseorang bisa mengalami kesulitan tidur, tidur tidak nyenyak, hingga penurunan kualitas istirahat secara keseluruhan. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang, termasuk kelelahan kronis dan penurunan produktivitas.

BACA JUGA :  Ide Baru, Racikan Kopi Campur Matcha Rasakan Sensasi dan Manfaatnya

Menariknya, kafein tidak hanya terdapat dalam kopi. Minuman lain seperti teh juga mengandung kafein, meskipun umumnya dalam kadar lebih rendah. Namun, jumlah kafein dalam teh tetap bisa meningkat tergantung pada jenis daun, takaran, dan metode penyeduhan.

Kesimpulannya, kopi bukanlah musuh bagi kesehatan tetapi juga bukan minuman yang bisa dikonsumsi sembarangan. Manfaat atau risikonya sangat dipengaruhi oleh jumlah, cara penyajian, dan waktu konsumsi.

Seperti ditegaskan Widi, tidak ada bahan pangan yang bisa dikategorikan sepenuhnya sehat atau tidak sehat. Semua kembali pada bagaimana kita mengonsumsinya secara bijak.

Jadi, jika ingin tetap produktif tanpa mengorbankan kualitas tidur, pastikan secangkir kopi Anda diminum di waktu yang tepat.***