Scroll untuk baca artikel
Info Wawai

Puasa Arafah 9 Zulhijah: Rahasia Ampunan, Keutamaan, dan Tata Cara Lengkap

×

Puasa Arafah 9 Zulhijah: Rahasia Ampunan, Keutamaan, dan Tata Cara Lengkap

Sebarkan artikel ini
Bacaan niat puasa Nisfu Syaban dan keutamaan melaksanakannya. (iStockphoto/Drazen Zigic)
ilustrasi puasa

WawaiNEWS.ID – Puasa Arafah merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Dilaksanakan setiap tanggal 9 Zulhijah, puasa ini bertepatan dengan momen puncak ibadah haji, yaitu wukuf di Padang Arafah sebuah hari yang dimuliakan dalam Islam dan penuh limpahan rahmat Allah SWT.

Di tengah kesibukan umat Islam menyambut Iduladha yang akan jatuh besok Selasa (26/5) Puasa Arafah menjadi kesempatan emas untuk meraih ampunan, pahala berlipat, dan kedekatan spiritual yang luar biasa. Sayangnya, masih banyak yang belum memahami secara utuh tata cara, niat, hukum, hingga keutamaannya.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Berikut pembahasan lengkap dan lebih terstruktur.

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dilakukan pada 9 Zulhijah bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji. Ibadah ini memiliki keistimewaan besar karena bersamaan dengan hari wukuf di Arafah, yang menjadi inti pelaksanaan ibadah haji.

BACA JUGA :  Hilal Sudah Terlihat, Kemenag Pastikan Idul Adha 2026 Jatuh 27 Mei

Hukum puasa Arafah adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.

Namun bagi jamaah haji yang sedang wukuf di Arafah, puasa ini tidak dianjurkan. Rasulullah SAW sendiri tidak berpuasa saat wukuf, sebagaimana dalam riwayat Ibnu Abbas RA (HR. Tirmidzi), karena beliau memprioritaskan kekuatan fisik untuk ibadah haji.

Niat Puasa Arafah

Niat puasa Arafah cukup dilakukan di dalam hati, namun boleh juga dilafalkan untuk menguatkan tekad.

Lafal niat:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:
Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta‘ala.

Artinya:
“Saya niat puasa Arafah sunnah karena Allah Ta‘ala.”

Tata Cara Puasa Arafah yang Benar

Agar puasa Arafah lebih sempurna dan bernilai ibadah tinggi, berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan:

BACA JUGA :  Ramalan Zodiak Hari Ini, Taurus: Coba Menyesuaikan Diri dengan Suasana Baru

1. Menetapkan Niat

Niat dilakukan sejak malam hari hingga sebelum waktu fajar. Intinya adalah ikhlas karena Allah SWT.

2. Melaksanakan Sahur

Sahur sangat dianjurkan meskipun tidak wajib. Selain menambah energi, sahur juga mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

3. Menahan Diri dari Hal yang Membatalkan Puasa

Sejak terbit fajar hingga terbenam matahari, wajib menahan makan, minum, serta segala hal yang membatalkan puasa, termasuk perbuatan sia-sia dan dosa.

4. Memperbanyak Amal Saleh

Isi hari Arafah dengan:

  • Membaca Al-Qur’an
  • Dzikir dan istighfar
  • Shalat sunnah
  • Sedekah

5. Memperbanyak Doa

Hari Arafah dikenal sebagai waktu mustajab. Perbanyak doa untuk diri sendiri, keluarga, dan umat Islam.

Keutamaan Puasa Arafah

Puasa Arafah bukan sekadar ibadah sunnah biasa, tetapi memiliki keutamaan luar biasa:

1. Menghapus Dosa Dua Tahun

Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

BACA JUGA :  PAC PKB Pekalongan Isi Ramadhan dengan Berbagi Takjil

2. Pahala Berlipat Ganda

Puasa ini termasuk dalam 10 hari pertama Zulhijah yang merupakan hari-hari terbaik untuk beramal.

3. Mendapatkan Rahmat Allah SWT

Hari Arafah adalah momentum turunnya rahmat dan pengampunan Allah secara luas.

4. Dibebaskan dari Siksa Neraka

Puasa Arafah menjadi salah satu sebab dihapuskan dari azab neraka bagi hamba yang beriman.

5. Meningkatkan Kedekatan Spiritual

Ibadah ini memperkuat hubungan hamba dengan Allah SWT dan membawa ketenangan batin.

Kesimpulan

Puasa Arafah adalah peluang besar yang tidak boleh dilewatkan oleh umat Islam. Dengan hanya satu hari puasa, seorang muslim dapat meraih ampunan dosa dua tahun, pahala berlipat, serta rahmat Allah yang luas.

Momen 9 Zulhijah ini bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi pintu besar menuju perubahan spiritual dan perbaikan diri.***