Scroll untuk baca artikel
AdvertorialEkonomiHead Line

“HS Tak Lagi Sekadar Rokok: Dari Palembang, Danang Setya Umumkan Sumatera Jadi Panggung Besar Ekspansi HS”

×

“HS Tak Lagi Sekadar Rokok: Dari Palembang, Danang Setya Umumkan Sumatera Jadi Panggung Besar Ekspansi HS”

Sebarkan artikel ini
Konferensi pers terkait gelaran konser "HS Hey Slank – Berani Kita Beda Tour" sesi ke-7 digelar di kawasan Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (24/5/2026) - foto dok./Jali

LAMPUNG — Konser “HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour” sesi ke-7 di Jakabaring, Palembang, pada Minggu (24/5), ternyata bukan sekadar panggung musik nostalgia bagi Slankers. Di balik dentuman gitar dan lautan penonton, ada pesan bisnis yang disampaikan cukup terang bahwa HS sedang membangun dominasi pasar rokok di Sumatera.

Nama HS kini tak hanya menempel sebagai sponsor konser, tetapi mulai diposisikan sebagai brand dengan identitas “orang Sumatera untuk Sumatera”. Momentum itu ditegaskan langsung oleh Danang Setya, pemegang penjualan HS wilayah Sumatera dari Lampung hingga Aceh.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Menurut Danang, dipilihnya Palembang jadi lokasi konser dengan tema “HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour” bukan keputusan seremonial semata. Kota Pempek ini dianggap sebagai simbol keberhasilan penetrasi pasar HS di Pulau Sumatera meski usia edar produk tersebut belum genap dua tahun.

“Pulau Sumatera menjadi salah satu pendistribusian terbesar untuk komoditi rokok HS. Khusus Palembang, penerimaannya luar biasa. HS berani bersaing meski belum dua tahun beredar,” ujar Danang.

Pernyataan itu bukan tanpa dasar. HS kini tengah menyiapkan langkah besar dengan membangun pabrik baru di Lampung Timur yang dijadwalkan mulai operasional Juli 2026 mendatang. Bagi HS, Lampung bukan sekadar lokasi industri, melainkan “gerbang” utama distribusi Sumatera.

BACA JUGA :  Lautan Slankers Guncang Palembang: Konser HS Hey Slank ‘Berani Kita Beda Tour’ Pecah Total!

Danang menyebut, keputusan membangun pabrik di Lampung Timur juga berkaitan erat dengan sejarah emosional pemilik HS, Haji Suryo, yang lahir di wilayah tersebut sebelum ke Bengkulu.

“Sumatera punya romantisme sendiri bagi owner HS. Beliau lahir di Lampung, sebelum di Bengkulu. Ada kedekatan emosional yang membuat Sumatera bukan sekadar pasar, tapi rumah,” katanya.

Di tengah kerasnya persaingan industri rokok nasional yang dikuasai pemain lama dengan modal raksasa, HS mencoba masuk lewat jalur berbeda, membangun kedekatan kultur dan identitas regional. Strategi yang bagi sebagian orang dianggap nekat, tetapi sejauh ini justru menghasilkan respons pasar yang signifikan.

“Jumlah penduduk Sumatera sekitar 50 juta jiwa lebih. Respon terhadap HS sangat positif. Faktor owner yang asli Sumatera juga menjadi daya tarik tersendiri,” tambah Danang.

Direktur Komersial HS, Tessa Arya Pradana, memperkuat narasi tersebut. Ia menyebut HS ingin tumbuh bukan hanya sebagai perusahaan rokok, tetapi juga sebagai brand yang membawa semangat pemberdayaan sosial.

BACA JUGA :  “Jejak ‘Buku Hitam’ Bea Cukai Terbongkar: KPK Seret Pengusaha Rokok, Nama Bos HS Ikut Terseret”

“Pak Haji Suryo itu wong Sumatera. Jadi ada rasa memiliki. Dan semangat HS memang soal pemberdayaan,” ujar Tessa dalam konferensi pers.

Ia mengungkapkan, pabrik HS di Lampung Timur nantinya diproyeksikan menyerap ribuan tenaga kerja. Menariknya, perusahaan juga mengklaim membuka ruang kerja inklusif, termasuk merekrut penyandang disabilitas.

“Hari ini sudah ada sekitar 120 pekerja disabilitas di HS dan kami siapkan mess untuk mereka. Kami juga menerima banyak pekerja tanpa pengalaman kerja. Prinsip kami sederhana, semua orang punya kesempatan yang sama,” tegasnya.

Secara bisnis, Sumatera kini menjadi wilayah penting bagi HS. Tessa menyebut kontribusi penjualan dari Pulau Sumatera mencapai 25 persen atau sekitar 135 juta batang.

“Untuk perusahaan rokok yang belum dua tahun, angka itu signifikan. Karena itu kami serius buka pabrik di Lampung,” katanya.

Di sisi lain, konser “Berani Kita Beda Tour” juga menjadi alat branding yang efektif. Di tengah industri yang biasanya mengandalkan iklan konvensional, HS memilih jalur musik dan komunitas untuk memperkuat kedekatan emosional dengan pasar muda dan akar komunitas lokal.

BACA JUGA :  Bos Rokok HS Mangkir dari KPK: Saat Asap Industri Berubah Jadi Kabut Kasus Bea Cukai

Vokalis Kaka Slank bahkan mengaku konser di Palembang menjadi momen yang telah lama ditunggu.

“Gara-gara HS ini Slank bisa datang lagi ke Palembang. Banyak yang bersyukur, termasuk saya. Sumsel itu basis Slankers terbesar di Sumatera,” ujarnya.

Sementara bassist Ivanka menilai HS bukan sekadar sponsor panggung, tetapi juga memberi ruang bagi pelaku UMKM melalui gerakan “Slankerspreneur”.

“Belum pernah ada tour yang sponsornya memfasilitasi UMKM untuk jualan secara total. Ini wajah baru Slankers, pejuang usaha,” kata Ivanka.

Konser HS Hey Slank di Palembang sendiri menghadirkan sejumlah musisi nasional seperti Tony Q Rastafara, Superiots, Stand Here Alone, Mahalara, hingga band lokal Palembang Kopral Jono.

Di luar hingar-bingar konser, satu pesan tampak jelas: HS sedang membangun citra baru sebagai brand lokal yang mencoba naik kelas lewat kombinasi industri, komunitas, dan romantisme kedaerahan.

Dan di tengah pasar rokok nasional yang selama ini terasa “itu-itu saja”, HS tampaknya memilih jalan berbeda berani tampil, berani dekat, dan berani menantang pemain lama di kandangnya sendiri.***