Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Baznas Kota Bekasi Salurkan Rp260 Juta untuk 344 Warga

×

Baznas Kota Bekasi Salurkan Rp260 Juta untuk 344 Warga

Sebarkan artikel ini
Plh Wali Kota Bekasi Harris Bobihoe foto bersama dengan pengurus Baznas Kota Bekasi, Selasa (26/5) - foto doc

KOTABEKASI — Di tengah harga kebutuhan pokok yang makin lihai bikin dompet megap-megap, kabar penyaluran bantuan sosial dari Badan Amil Zakat Nasional Kota Bekasi setidaknya memberi sedikit ruang napas bagi ratusan warga kurang mampu di Kota Bekasi.

Bersama Plh Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, Baznas Kota Bekasi menyalurkan bantuan senilai Rp260.500.000 kepada 344 penerima manfaat melalui enam program sosial. Nilainya mungkin belum bisa mengubah hidup dalam semalam, tapi bagi warga yang sedang terhimpit biaya hidup, bantuan seperti ini sering kali terasa lebih penting daripada janji-janji manis saat musim politik datang.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Ratusan penerima bantuan tersebut terdiri dari:

  • 47 penerima bantuan kematian,
  • 60 penerima bantuan biaya hidup,
  • 166 penerima bantuan kesehatan,
  • 61 penerima bantuan pendidikan,
  • 7 mahasiswa penerima bantuan tugas akhir,
  • serta 3 kepala keluarga penerima bantuan tanggap bencana.
BACA JUGA :  “Belum Setor Deviden, Kok Panen Penghargaan? PTMP Borong Award, LINAP: Prestasi atau Pencitraan?”

Kalau dipikir-pikir, daftar bantuan ini seperti rangkuman lengkap persoalan hidup masyarakat perkotaan: sakit mahal, sekolah mahal, hidup juga mahal. Untungnya, masih ada dana zakat yang bisa bergerak lebih cepat daripada sebagian program yang kadang sibuk di tahap “akan segera direalisasikan.”

Dalam sambutannya, Abdul Harris Bobihoe mengapresiasi peran Baznas Kota Bekasi yang terus menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Ia menegaskan bahwa dana bantuan tersebut berasal dari zakat dan infak para muzaki, khususnya ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

“Saya mengapresiasi penyaluran bantuan sosial yang dilakukan Baznas kepada para penerima manfaat. Dan ucapan syukur serta terima kasih atas kolaborasi para ASN dalam hal ini sebagai muzakki. Semoga ini membawa keberkahan bagi Kota Bekasi,” ujar Abdul Harris Bobihoe.

Pernyataan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa potongan zakat ASN ternyata bisa berubah menjadi bantuan nyata bagi masyarakat. Jadi, di saat sebagian orang mengira slip gaji ASN cuma identik dengan potongan-potongan misterius yang muncul tiap bulan, ternyata ada juga yang benar-benar kembali ke masyarakat dalam bentuk manfaat langsung.

BACA JUGA :  Linmas Bekasi Jaga di Bawah Pohon: Wakil Ketua DPRD Heran, APBD ke Mana?

Lebih lanjut, Bobihoe menekankan bahwa zakat bukan hanya kewajiban ibadah semata, melainkan instrumen sosial-ekonomi yang memiliki kekuatan besar dalam menciptakan pemerataan kesejahteraan.

Dan memang, di tengah ketimpangan ekonomi yang masih terasa, zakat kadang bekerja lebih sunyi tapi nyata. Tidak banyak baliho, tidak perlu spanduk wajah tersenyum ukuran raksasa, tapi manfaatnya langsung dirasakan warga.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Bekasi Sudarsono menjelaskan bahwa program bantuan tersebut merupakan agenda rutin Baznas bagi masyarakat kategori kurang mampu dan tidak mampu di Kota Bekasi.

Ia memastikan seluruh penerima bantuan telah melalui proses verifikasi dan evaluasi administrasi sebelum bantuan disalurkan. Artinya, bantuan tidak dibagikan asal tunjuk atau sekadar “siapa yang viral duluan.”

BACA JUGA :  Lampu Lalulintas Pertigaan CBD Cibubur Ternyata Baru Terpasang 3 Bulan

Di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tekanan, langkah Baznas Kota Bekasi ini menjadi bukti bahwa zakat bukan sekadar angka dalam laporan tahunan. Ketika dikelola serius dan tepat sasaran, dana umat bisa menjadi bantalan sosial yang benar-benar membantu warga bertahan.

Meski begitu, masyarakat tentu berharap bantuan sosial seperti ini tidak hanya menjadi rutinitas seremoni tahunan lengkap dengan foto simbolis penyerahan map. Yang lebih penting adalah bagaimana jumlah penerima manfaat terus bertambah, distribusi makin transparan, dan dampaknya benar-benar terasa dalam kehidupan warga kecil.

Sebab bagi masyarakat yang sedang kesulitan, bantuan bukan soal besar kecil nominal semata. Kadang, yang paling berarti adalah kepastian bahwa masih ada yang peduli ketika hidup sedang terasa berat-beratnya.***