Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Setelah Tanggul Dibongkar Paksa, Akses Grand Galaxy City Kembali Normal, Warga Tak Lagi Waswas Melintas

×

Setelah Tanggul Dibongkar Paksa, Akses Grand Galaxy City Kembali Normal, Warga Tak Lagi Waswas Melintas

Sebarkan artikel ini
Kondisi pintu masuk gerbang Galaxi kembali normal setelah tanggul setinggi 1,5 meteran dibongkar paksa Pemkot Bekasi - foto dok

KOTA BEKASI – Matahari siang menyinari gerbang Grand Galaxy City (GGC), Kamis (16/7/2026). Di bawah monumen bola dunia yang menjadi ikon kawasan tersebut, kendaraan kembali mengalir tanpa hambatan. Truk, sepeda motor, hingga mobil pribadi bergantian melintas dengan ritme yang kini terasa lebih tertib.

Tak ada lagi tanggul setinggi sekitar 1,5 meter yang beberapa waktu lalu berdiri di mulut gerbang dan memicu polemik. Jalur yang sempat menuai keluhan warga itu kini telah kembali rata, diaspal ulang, dan dapat dilalui sebagaimana mestinya.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dari penampakan terbaru di lokasi, arus kendaraan dari Jalan Raya Pekayon menuju Grand Galaxy City maupun sebaliknya terlihat lancar. Bagi banyak pengguna jalan, kondisi ini bukan sekadar perubahan fisik, melainkan kembalinya rasa aman saat melintasi salah satu persimpangan tersibuk di Kota Bekasi.

BACA JUGA :  CFD Bekasi Makin Padat, Tri Adhianto Lepas Fun Run dan Gowes Muhammadiyah

Keberadaan tanggul sebelumnya memang menuai kritik dari masyarakat. Selain mengubah elevasi jalan secara signifikan, konstruksi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.

Persoalan itu bahkan sempat membuat Wali Kota Bekasi bereaksi keras. Pemerintah Kota Bekasi menilai peninggian jalan tersebut dilakukan tanpa izin pemerintah sehingga memerintahkan pengembang untuk membongkar konstruksi tersebut.

Namun hingga batas waktu yang diberikan berakhir, pembongkaran tidak dilakukan secara mandiri.

Akibatnya, Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) akhirnya mengambil tindakan tegas dengan membongkar paksa tanggul tersebut pada Kamis (9/7/2026).

BACA JUGA :  Listrik di Pamahan Bekasi Byar Pet Jelang Dinihari, Kenapa?

Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, saat itu menjelaskan bahwa langkah tersebut diambil karena pihak pengembang mengabaikan peringatan yang telah diberikan pemerintah.

Menurutnya, kondisi jalan saat itu belum memenuhi standar keselamatan, baik dari sisi spesifikasi teknis perkerasan maupun perbedaan elevasi konstruksi.

Penilaian tersebut bukan tanpa alasan. Jalan di sekitar Gerbang Grand Galaxy City merupakan salah satu urat nadi lalu lintas yang menghubungkan wilayah Bekasi Selatan dengan Jatiasih dan Bantargebang. Bahkan, jalur ini juga menjadi alternatif utama masyarakat ketika Jalan Raya Pekayon mengalami kepadatan akibat pekerjaan jembatan di Simpang Kemang.

Kini, setelah pembongkaran selesai dilakukan dan badan jalan kembali diaspal, fungsi jalan sebagai ruang publik yang aman mulai pulih.

BACA JUGA :  Mas Tri Saksikan Penyembelihan Hewan Kurban di Ranting PDIP Sepanjangjaya

Penampakan terbaru memperlihatkan gerbang Grand Galaxy City kembali menyatu dengan lingkungan sekitarnya tanpa penghalang yang mencolok. Kendaraan dapat keluar-masuk kawasan dengan lebih nyaman, sementara persimpangan di depan gerbang kembali menjalankan fungsinya sebagai simpul lalu lintas yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pembangunan kawasan, sebaik apa pun tujuannya, tetap harus berpijak pada aturan, mengutamakan keselamatan publik, dan menghormati fungsi jalan sebagai fasilitas bersama. Sebab pada akhirnya, kota yang baik bukan hanya dibangun dengan beton dan aspal, tetapi juga dengan kepatuhan terhadap aturan dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat.***