Scroll untuk baca artikel
KesehatanTANGGAMUS

Masih Kritis Kok Disuruh Pulang? Keluarga Pasien BPJS Soroti Pelayanan RSUD Batin Mangunang Tanggamus

×

Masih Kritis Kok Disuruh Pulang? Keluarga Pasien BPJS Soroti Pelayanan RSUD Batin Mangunang Tanggamus

Sebarkan artikel ini
Foto RSUD Batin Mangunang, Kota Agung, Tanggamus - doc ist
Foto RSUD Batin Mangunang, Kota Agung, Tanggamus - doc ist

TANGGAMUS – Di ruang rawat inap, harapan setiap keluarga sebenarnya sederhana: pasien sembuh lalu pulang dengan senyum. Namun yang dialami keluarga AL (55), warga Kotaagung, justru meninggalkan tanda tanya besar.

Alih-alih merasa tenang setelah beberapa hari dirawat di RSUD Batin Mangunang Kotaagung, keluarga justru mengaku diminta membawa pulang pasien yang menurut mereka kondisinya masih memprihatinkan. Dugaan pelayanan terhadap pasien peserta BPJS Kesehatan pun mencuat dan kini menjadi sorotan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (15/7/2026). AL menjalani perawatan akibat penyakit paru-paru. Namun, menurut pihak keluarga, kondisi kesehatannya belum menunjukkan perkembangan yang berarti selama menjalani perawatan.

Anak kandung pasien, Ratu (30), mengaku berkali-kali meminta kejelasan kepada dokter spesialis penyakit dalam mengenai perkembangan ayahnya. Ia berharap sang ayah mendapatkan penanganan lanjutan karena dinilai belum cukup stabil.

BACA JUGA :  Ekonomi Rakyat di Tanggamus Bangkit dari Pekon, 302 Kopdes Merah Putih Resmi Terbentuk

Namun, jawaban yang diterimanya justru membuat keluarga semakin bingung.

“Saya sudah bertanya kepada Dokter Yuli bagaimana tindak lanjut ayah saya karena kondisinya semakin parah. Dokter mengatakan kondisi ayah sudah baik dan boleh pulang. Padahal menurut kami ayah masih belum stabil,” ujar Ratu.

Menurutnya, keesokan harinya seorang dokter umum kembali memeriksa kondisi pasien dan menyampaikan bahwa dokter spesialis telah memperbolehkan pasien pulang.

Bagi keluarga, keputusan tersebut terasa janggal.

Mereka menilai kondisi AL masih jauh dari kata pulih. Bahkan, untuk beraktivitas sendiri pun disebut masih belum mampu.

Di tengah kebingungan itu, keluarga juga mengaku sempat menerima penjelasan mengenai administrasi BPJS. Mereka memahami adanya prosedur pelayanan, namun berharap pertimbangan medis tetap menjadi prioritas utama.

“Kalau ukuran sehat itu hanya berdasarkan berkas administrasi, mungkin printer juga bisa jadi dokter,” demikian gurauan satir yang berkembang di tengah perbincangan keluarga. Namun di balik kalimat yang mengundang senyum getir itu, tersimpan kecemasan mendalam seorang anak terhadap ayahnya.

BACA JUGA :  Pencuri 16 Tandan Pisang di Tanggamus, Terancam 7 Tahun Penjara

Ratu mengaku keluarganya akhirnya memutuskan membawa pulang AL. Sebelum keluar dari rumah sakit, ia mengaku sempat diminta menandatangani sebuah surat pernyataan.

Namun surat tersebut tidak ditandatangani.

“Kami diminta tanda tangan surat yang intinya tidak akan menuntut rumah sakit. Saya menolak karena kondisi ayah saya masih memprihatinkan. Kami langsung pulang,” katanya.

Menurut Ratu, yang mereka inginkan bukan perlakuan istimewa, melainkan kepastian bahwa pasien benar-benar layak dipulangkan berdasarkan kondisi medis, bukan sekadar prosedur administrasi.

Ia pun meminta Pemerintah Kabupaten Tanggamus mengevaluasi pelayanan rumah sakit daerah tersebut agar kejadian serupa tidak dialami keluarga lain.

“Harapan kami pemerintah turun tangan. Kalau memang pasien masih kritis, jangan dipulangkan dulu. Rumah sakit itu tempat orang mencari kesembuhan, bukan tempat menambah kecemasan keluarga,” ujarnya.

BACA JUGA :  Tragis! Petani Hilang Saat Memancing Ditemukan Tak Bernyawa di Pantai Kotaagung Timur, Terseret Hingga 34 Km

Terpisah, Direktur RSUD Batin Mangunang Kotaagung, dr. Theresia, mengatakan dirinya terlebih dahulu meminta penjelasan dari bagian pelayanan yang menangani pasien tersebut.

“Saya tanya dulu ke bagian pelayanan karena mereka yang mengetahui secara persis kondisi di ruang rawat inap,” kata Theresia.

Setelah berkoordinasi dengan tim pelayanan, ia menyampaikan bahwa menurut laporan tenaga medis, pasien dan keluarganya telah diberikan penjelasan mengenai kondisi kesehatan maupun tindakan medis yang dilakukan.

“Menurut bagian perawat, pasien dan keluarga sudah diberikan keterangan serta edukasi oleh tim medis kami. Jadi sudah aman dan tidak ada kendala lagi,” ujarnya.

Terdapat perbedaan pandangan antara keluarga pasien dan pihak rumah sakit mengenai kondisi medis AL saat dipulangkan.

Keluarga menilai pasien masih membutuhkan perawatan intensif, sementara rumah sakit menyatakan tim medis telah melakukan edukasi dan memastikan penanganan sesuai prosedur.***