LAMPUNG TIMUR – Niat memanfaatkan momen jamaah sedang khusyuk salat Isya, seorang pria justru berakhir apes. Bukannya pulang membawa sepeda motor, ia malah “dapat bonus” kejar-kejaran dengan warga hingga berujung di kantor polisi.
Peristiwa itu terjadi di halaman Masjid Ar-Rahman, Dusun 3, Desa Sripendowo, Kecamatan Bandar Sribawono, Lampung Timur, Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.
Korban, Nur Hidayat, memarkir Honda CRF bernomor polisi BE 2806 NEE di sisi utara masjid. Merasa perlu ekstra waspada, motor tersebut sudah dikunci stang dan dipasangi gembok cakram sebelum ditinggal salat.
Namun rupanya, pelaku nekat mencoba “belanja gratis” di parkiran masjid. Sayangnya, aksinya keburu dipergoki korban yang pada rakaat kedua salat Isya mendengar suara mencurigakan. Saat menoleh, ia melihat seseorang sedang berusaha memundurkan motornya.
Tanpa menunggu salam terakhir, korban langsung berlari keluar sambil berteriak, “Maling… maling!” Teriakan itu sontak mengubah suasana parkiran menjadi arena kejar-kejaran.
Pelaku panik dan meninggalkan motor yang belum sempat dibawa kabur. Warga yang berdatangan segera mengejar hingga berhasil menangkapnya tidak jauh dari lokasi. Sebelum polisi tiba, pelaku sempat menjadi sasaran amarah warga.
Dari identitas yang diamankan, pelaku diketahui bernama Suli Anjani (48), warga Desa Tanjung Aji, Kecamatan Melinting.
Perangkat Desa Sripendowo, Adi, membenarkan kejadian tersebut.
“Benar kejadiannya di Masjid Ar-Rahman Dusun 3. Pelaku sudah diserahkan ke polisi untuk diproses hukum,” ujarnya.
Kini pelaku telah diamankan di Mapolsek Bandar Sribawono bersama barang bukti untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tempat ibadah memang tempat mencari pahala, bukan tempat mencari kendaraan orang lain. Jamaah pun diimbau tetap mengunci kendaraan dengan baik meski sedang beribadah. ***













