Scroll untuk baca artikel
Budaya

Festival Nyambai 2026 Siap Menggema! Saatnya Warisan Leluhur Lampung Bangkit dari Pesisir Barat

×

Festival Nyambai 2026 Siap Menggema! Saatnya Warisan Leluhur Lampung Bangkit dari Pesisir Barat

Sebarkan artikel ini
Foto: 14–15 Agustus 2026, desa budaya ini akan menjadi pusat perhelatan Festival Nyambai 2026, sebuah pesta adat yang diyakini mampu menghidupkan kembali kebanggaan terhadap warisan budaya Lampung, (foto_nt)

PESISIR BARAT – Di tengah derasnya arus modernisasi yang perlahan mengikis tradisi, Pekon Bumi Lebu Tenumbang, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, justru memilih menyalakan kembali api kebudayaan. Selama dua hari, 14–15 Agustus 2026, desa budaya ini akan menjadi pusat perhelatan Festival Nyambai 2026, sebuah pesta adat yang diyakini mampu menghidupkan kembali kebanggaan terhadap warisan budaya Lampung.

Festival ini tidak sekadar menjadi tontonan seni. Nyambai merupakan simbol persatuan, penghormatan terhadap leluhur, sekaligus ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai identitas budaya yang telah diwariskan turun-temurun.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Sebanyak 16 Sai Batin Marga dijadwalkan ambil bagian dalam festival yang digelar di Desa Budaya Bumi Lebu Tenumbang. Beragam pertunjukan tari tradisional, musik khas Lampung, hingga prosesi adat akan ditampilkan secara terbuka dan dapat dinikmati masyarakat tanpa dipungut biaya.

BACA JUGA :  Diskusi Kebudayaan Lampung: Dari Hotel ke Pentas Dunia, Asal Jangan Berhenti di Spanduk Acara

Festival Nyambai juga mendapat dukungan berbagai pihak. Salah satunya berasal dari budayawan Lampung, Arman Az, yang mengusulkan kegiatan ini melalui skema dukungan Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiana, dan LPDP sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kebudayaan nasional.

Narasumber kegiatan, Richard, mengatakan Festival Nyambai merupakan langkah nyata menjaga budaya Lampung agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Festival Nyambai adalah ruang bersama untuk menjaga identitas budaya kita. Kami ingin masyarakat, terutama generasi muda, bangga terhadap adat dan tradisi yang dimiliki Pekon Bumi Lebu Tenumbang. Budaya tidak boleh hanya dikenang, tetapi harus terus dipraktikkan dan diwariskan,” ujarnya, Minggu (26/7/2026).

BACA JUGA :  K-Fest 2023, Pawai Tupeng Lampung Jadi Ikon dengan Tema Nemui Nyimah

Menurut Richard, Pekon Bumi Lebu Tenumbang memiliki kekayaan budaya yang masih terjaga. Tradisi adat, seni tari, musik, hingga nilai-nilai kehidupan masyarakat berpadu dengan keindahan alam Pesisir Barat, menjadikan kawasan ini sebagai salah satu wajah kebudayaan Lampung yang masih autentik.

Panitia berharap Festival Nyambai tidak hanya menghadirkan penonton, tetapi juga melahirkan lebih banyak generasi yang bersedia menjadi penjaga budaya. Sebab, warisan leluhur akan tetap hidup jika terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar disimpan dalam catatan sejarah.

BACA JUGA :  Sejarah Keratuan Pugung, Melinting dan Ratu Darah Putih

Selain menjadi panggung pelestarian budaya, festival ini juga diyakini mampu mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Kehadiran ribuan pengunjung diperkirakan akan memberi dampak positif bagi pelaku UMKM, pengrajin, hingga sektor jasa di Kabupaten Pesisir Barat.

Panitia mengajak seluruh masyarakat Lampung dan wisatawan dari berbagai daerah untuk datang dan menjadi bagian dari Festival Nyambai 2026. Sebuah perayaan budaya yang bukan hanya memanjakan mata, tetapi juga mengingatkan bahwa jati diri sebuah daerah akan tetap kokoh selama tradisi leluhurnya terus dijaga. ***