Scroll untuk baca artikel
Ragam

Jangan Remehkan Tiwul! Makanan Tradisional Ini Ternyata Punya Segudang Manfaat untuk Kesehatan

×

Jangan Remehkan Tiwul! Makanan Tradisional Ini Ternyata Punya Segudang Manfaat untuk Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Makan Tiwul, (foto_ai)

WAWAINEWS.ID – Di tengah maraknya makanan cepat saji dan tren kuliner modern, tiwul kembali mencuri perhatian. Makanan tradisional yang terbuat dari singkong kering (gaplek) ini bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan yang didukung oleh kandungan gizinya.

Dahulu, tiwul dikenal sebagai makanan pokok masyarakat di berbagai daerah di Indonesia, terutama saat beras sulit diperoleh. Kini, tiwul justru mulai dilirik sebagai pangan alternatif yang lebih sehat karena memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibanding nasi putih, sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kaya Serat, Baik untuk Pencernaan

Salah satu keunggulan tiwul adalah kandungan seratnya yang cukup tinggi. Serat membantu melancarkan sistem pencernaan, mencegah sembelit, dan menjaga kesehatan usus. Selain itu, makanan berserat juga membuat rasa kenyang bertahan lebih lama sehingga dapat membantu mengontrol nafsu makan.

BACA JUGA :  Dikira Pegawai Bank, Ternyata Juragan Cilok! Kisah Single Mom Cantik di Lampung Ini Viral dan Banjir Pujian

Cocok untuk Menjaga Gula Darah

Tiwul memiliki indeks glikemik yang relatif lebih rendah dibanding nasi putih. Artinya, pelepasan gula ke dalam aliran darah berlangsung lebih lambat. Karena itu, tiwul sering dijadikan pilihan oleh orang yang ingin mengelola kadar gula darah. Namun, penderita diabetes tetap perlu memperhatikan porsi makan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Membantu Mengontrol Berat Badan

Kandungan serat yang tinggi membuat tiwul menjadi makanan yang mengenyangkan dengan kalori yang relatif lebih rendah dibanding beberapa sumber karbohidrat olahan. Jika dipadukan dengan lauk bergizi dan sayuran, tiwul dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang untuk membantu menjaga berat badan.

Sumber Energi yang Baik

Sebagai makanan berbahan dasar singkong, tiwul tetap mengandung karbohidrat kompleks yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi. Karbohidrat ini dicerna lebih perlahan sehingga energi dilepaskan secara bertahap, membantu tubuh tetap bertenaga lebih lama.

BACA JUGA :  Bus Rosalia Indah Terguling di Timpa Honda Jazz

Bebas Gluten

Bagi orang yang memiliki intoleransi gluten atau penyakit celiac, tiwul bisa menjadi alternatif sumber karbohidrat karena singkong secara alami tidak mengandung gluten.

Mengandung Mineral Penting

Selain karbohidrat dan serat, tiwul juga mengandung beberapa mineral seperti kalium, kalsium, dan fosfor dalam jumlah yang bervariasi. Nutrisi tersebut berperan dalam menjaga fungsi otot, kesehatan tulang, dan keseimbangan cairan tubuh.

Dukung Ketahanan Pangan Lokal

Mengonsumsi tiwul bukan hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga mendukung diversifikasi pangan nasional. Indonesia memiliki potensi singkong yang melimpah, sehingga pemanfaatannya sebagai bahan pangan dapat mengurangi ketergantungan pada beras sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

BACA JUGA :  Cinta Santri Menyatukan Dua Tradisi Besar: Profil Lora Mamak, Ulama Muda Madura yang Kini Jadi Menantu Gus Dur

Tetap Perhatikan Cara Penyajian

Meski memiliki banyak manfaat, tiwul sebaiknya dikonsumsi dengan cara yang sehat. Hindari menambahkan gula berlebihan atau menyajikannya bersama makanan tinggi lemak dan garam. Padukan dengan lauk berprotein seperti ikan, telur, tempe, tahu, serta sayuran agar kebutuhan gizi harian lebih seimbang.

Kesimpulan

Tiwul membuktikan bahwa makanan tradisional tidak kalah bergizi dibanding pangan modern. Kaya serat, membantu menjaga gula darah, baik untuk pencernaan, bebas gluten, dan mampu memberikan energi secara bertahap membuat tiwul layak kembali hadir di meja makan keluarga Indonesia.

Di balik tampilannya yang sederhana, tiwul adalah bukti bahwa warisan kuliner Nusantara menyimpan nilai kesehatan yang luar biasa. Menghidupkan kembali kebiasaan mengonsumsi tiwul bukan sekadar melestarikan tradisi, tetapi juga menjadi langkah menuju pola hidup yang lebih sehat. ***