LAMPUNG SELATAN — Kemarau panjang mulai memukul kehidupan warga Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Krisis air bersih yang berlangsung berbulan-bulan membuat warga harus bertahan dengan sumur yang mengering, bahkan terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi itu terlihat di Dusun Suka Damai, Desa Babatan, Kecamatan Katibung, Kamis (20/8/2026). Puluhan warga rela menunggu hingga malam demi mendapatkan bantuan air bersih yang disalurkan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat).
Sejak siang, ratusan jerigen, ember, dan berbagai wadah penampungan air telah berjajar di lokasi pembagian. Warga sengaja menyiapkannya jauh sebelum armada tangki air tiba.
Begitu kendaraan tangki datang membawa pasokan air, warga langsung bergerak. Mereka bahu-membahu membantu petugas mengalirkan air dari selang tangki ke dalam jerigen dan ember yang telah disiapkan.
Sebanyak 5.000 liter air bersih dibagikan secara gratis dalam penyaluran tersebut.
Bagi warga Dusun Suka Damai, bantuan itu bukan sekadar air. Di tengah sumur yang telah lama mengering, pasokan tersebut menjadi penopang untuk kebutuhan paling dasar, mulai dari memasak hingga minum.
Sumur Kering Lebih dari Tiga Bulan
Krisis air bersih di wilayah tersebut bukan persoalan baru. Warga mengaku sudah lebih dari tiga bulan menghadapi sumur yang mengering akibat kemarau berkepanjangan.
Kondisi itu membuat sebagian warga tidak memiliki pilihan selain membeli air bersih.
“Sumur-sumur sudah kering lebih dari tiga bulan. Kalau tidak ada bantuan, kami terpaksa beli air bersih harganya sekitar Rp1.000 per liter. Jelas ini jadi beban tambahan buat kebutuhan sehari-hari,” ujar warga Dusun Suka Damai, Neneng, Kamis (20/8/2026).
Harga tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi warga. Kebutuhan air untuk aktivitas rumah tangga tidak sedikit, sehingga pengeluaran untuk membeli air terus bertambah selama kemarau belum berakhir.
Bantuan pemerintah pun menjadi sangat berarti karena dapat mengurangi beban warga, meski hanya untuk sementara.
80 Ribu Liter Air Sudah Disalurkan
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Damkarmat terus melakukan pendistribusian air ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.
Hingga pertengahan Agustus 2026, sedikitnya 80.000 liter air bersih telah disalurkan secara gratis ke permukiman warga yang mengalami krisis air.
Damkarmat juga menyiagakan posko serta membuka layanan pengaduan bagi masyarakat yang membutuhkan pasokan air darurat.
“Selama musim kemarau ini kami sudah menyalurkan setidaknya 80 ribu liter air bersih secara gratis. Bagi masyarakat Lampung Selatan yang wilayahnya mengalami krisis air, silakan melapor dan menghubungi call center Damkarmat,” kata Kabid Damkarmat Lampung Selatan, Rully Fikriyansyah.
Warga Minta Distribusi Air Berkelanjutan
Bagi warga, distribusi air gratis menjadi angin segar di tengah kondisi yang semakin sulit. Namun, bantuan satu kali belum cukup apabila kemarau terus berlangsung dan sumber air warga belum kembali normal.
Warga berharap pemerintah menjaga distribusi air bersih secara berkelanjutan ke wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan.
Sebab, persoalan yang mereka hadapi bukan hanya kesulitan mendapatkan air hari ini. Selama sumur belum kembali terisi, kebutuhan air bersih akan terus menjadi persoalan setiap hari.
Antrean jerigen hingga malam di Dusun Suka Damai menjadi gambaran nyata betapa seriusnya dampak kemarau di Lampung Selatan. ***








