Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Berapa Lama Operasi Caesar? Ini Tahapan, Durasi, dan Faktor yang Bikin Lebih Lama

×

Berapa Lama Operasi Caesar? Ini Tahapan, Durasi, dan Faktor yang Bikin Lebih Lama

Sebarkan artikel ini
ilustrasi dokter

wawainews.id “Operasi caesar itu berapa lama?” Pertanyaan ini sangat wajar muncul menjelang persalinan, terutama bagi ibu yang baru pertama kali menjalani prosedur tersebut. Membayangkan masuk ruang operasi saja sudah membuat jantung bekerja sedikit lebih rajin. Ditambah lagi pertanyaan: kapan bayi lahir, berapa lama dijahit, dan kapan akhirnya bisa kembali ke kamar?

Secara umum, operasi caesar berlangsung sekitar 45–90 menit. Namun, durasinya tidak selalu sama. Dalam kondisi tertentu, operasi dapat berlangsung lebih lama, bahkan sekitar 1,5–2 jam, tergantung kondisi ibu, bayi, riwayat operasi sebelumnya, serta ada tidaknya komplikasi selama tindakan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Yang juga penting dipahami, lama operasi caesar tidak sama dengan total waktu berada di ruang operasi.

Sebelum pisau bedah bekerja, ada persiapan dan pembiusan. Setelah operasi selesai, ibu juga masih harus menjalani pemantauan di ruang pemulihan.

Jadi, jangan melihat jam sambil berpikir, “Kok belum selesai juga?”

Bisa jadi operasinya sudah selesai, tetapi tim medis masih memastikan tubuh ibu benar-benar aman setelah pembiusan.

BACA JUGA :  RSUD BM Tanggamus Gelar Serah Terima Internsip Bagi 14 Peserta

Operasi Caesar Sebenarnya Berlangsung Berapa Lama?

Pada operasi caesar yang berjalan tanpa komplikasi, bagian tindakan pembedahan umumnya berlangsung sekitar 30–60 menit.

Bayi biasanya dapat lahir hanya beberapa menit setelah operasi dimulai.

Setelah bayi dikeluarkan, dokter masih harus mengeluarkan plasenta, memeriksa rahim, memastikan perdarahan terkendali, kemudian menutup sayatan pada rahim dan perut secara bertahap.

Karena itu, ketika seseorang mengatakan “operasi caesar berlangsung satu jam”, angka tersebut biasanya mengacu pada keseluruhan tindakan pembedahan, bukan sekadar waktu sejak bayi dikeluarkan.

Ini Tahapan Operasi Caesar dari Awal sampai Pemulihan

Agar lebih mudah dibayangkan, berikut gambaran tahapan operasi caesar.

1. Persiapan Sebelum Operasi Sekitar 15–30 Menit

Sebelum masuk tahap pembedahan, tim medis akan memastikan kondisi ibu cukup siap untuk menjalani operasi.

Pemeriksaan dapat meliputi tekanan darah, denyut nadi, kondisi umum, pemasangan infus, serta persiapan lain sesuai kondisi ibu dan kebijakan rumah sakit.

Selanjutnya dilakukan pembiusan.

Pada operasi caesar, anestesi regional seperti spinal atau epidural sering digunakan. Dengan metode ini, ibu biasanya tetap sadar, tetapi tubuh bagian bawah dibuat mati rasa sehingga tidak merasakan nyeri selama pembedahan.

BACA JUGA :  Disduk Capil Lamtim Belum Terapkan Protokol Kesehatan

Bagi sebagian ibu, bagian ini justru terasa unik.

Mata masih terbuka, telinga masih mendengar, tetapi kaki seperti sedang mengambil cuti sementara.

Tenang, itu memang efek yang diharapkan dari pembiusan regional.

2. Sayatan hingga Bayi Lahir

Setelah pembiusan bekerja dengan baik, dokter membuat sayatan pada perut dan kemudian membuka rahim untuk mengeluarkan bayi.

Pada kondisi yang berjalan normal, bayi biasanya lahir dalam beberapa menit setelah pembedahan dimulai.

Setelah bayi lahir, tim medis akan menilai kondisi bayi. Jika ibu dan bayi stabil serta kondisi rumah sakit memungkinkan, kontak kulit ke kulit dan inisiasi menyusui dapat dilakukan lebih awal.

Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada kondisi medis ibu dan bayi.

3. Mengeluarkan Plasenta dan Memastikan Perdarahan Terkendali

Setelah bayi lahir, dokter melanjutkan tindakan dengan mengeluarkan plasenta.

Rahim kemudian diperiksa dan dokter memastikan tidak terjadi perdarahan yang tidak terkendali.

Tahap ini tidak boleh dianggap sebagai “tinggal finishing”.

Justru setelah bayi lahir, dokter masih harus memastikan kondisi ibu aman sebelum operasi benar-benar dinyatakan selesai.

BACA JUGA :  Beragam Manfaat Minyak Kelapa Bagi Kesehatan Kulit

4. Menutup Sayatan

Setelah kondisi rahim dan perdarahan dinilai terkendali, dokter menutup sayatan pada rahim dan perut.

Tahapan penutupan ini merupakan bagian dari alasan mengapa keseluruhan operasi membutuhkan waktu lebih lama daripada sekadar proses mengeluarkan bayi.

Jadi, kalau bayi sudah lahir tetapi ibu masih berada di ruang operasi, bukan berarti dokter sedang “lama menjahit”.

Ada sejumlah tahapan medis yang memang harus diselesaikan dengan hati-hati.

5. Pemantauan di Ruang Pemulihan Sekitar 30–60 Menit

Setelah operasi selesai, ibu biasanya dipindahkan ke ruang pemulihan atau PACU (Post-Anesthesia Care Unit).

Di sini, tim medis akan memantau berbagai kondisi, antara lain:

  • tekanan darah;
  • denyut jantung;
  • pernapasan;
  • kadar oksigen;
  • tingkat kesadaran;
  • efek pembiusan;
  • kondisi luka operasi;
  • jumlah perdarahan;
  • tingkat nyeri.

Admin WawaiSunting Profil

Ketika kondisi sudah cukup stabil dan efek pembiusan mulai berkurang, ibu kemudian dapat dipindahkan ke ruang perawatan.

Jika kondisi ibu dan bayi memungkinkan, proses menyusui juga dapat dimulai sesuai arahan tim medis.

Mengapa Operasi Caesar Bisa Lebih Lama?

Tidak semua operasi caesar memiliki durasi yang sama.