Scroll untuk baca artikel
LAMPUNG TIMUR

Bau Menyengat dari Dapur MBG Tanjung Wangi, Warga Keluhkan Limbah hingga Mual

×

Bau Menyengat dari Dapur MBG Tanjung Wangi, Warga Keluhkan Limbah hingga Mual

Sebarkan artikel ini
Foto: Kolase (foto_jali)

Namun, keterangan pekerja bukanlah penjelasan resmi dari pihak pengelola.

Karena itu, status sebenarnya masih perlu dikonfirmasi kepada pengelola SPPG maupun instansi berwenang.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Pertanyaan yang kini muncul pun semakin banyak.

Apakah SPPG sudah memiliki dokumen lingkungan?

Apakah terdapat IPAL?

Jika ada, apakah IPAL tersebut berfungsi?

Ke mana air limbah dialirkan?

Apakah kualitas air limbah pernah diuji?

Dan yang tak kalah penting, apakah operasional dapur telah memenuhi seluruh persyaratan kesehatan dan lingkungan yang diwajibkan?

MBG Jangan Sampai Menyisakan Masalah di Belakang Dapur

Program MBG merupakan program pelayanan publik yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Tanggamus Resmikan Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Kota Batu

Karena itu, perhatian terhadap dapur pelaksana tidak semestinya berhenti pada makanan yang dibagikan.

Ada persoalan sanitasi.

Ada sampah.

Ada air bekas pencucian.

Ada limbah dapur.

Dan ada masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.

Semua itu merupakan bagian dari aktivitas operasional yang harus dikelola.

Jangan sampai standar makanan diperiksa, sementara persoalan limbah luput dari pengawasan.

Indra Jaya: Keluhan Warga Harus Dijawab dengan Pemeriksaan

Tokoh pemuda Lampung Timur, Indra Jaya, meminta pemerintah dan instansi terkait tidak mengabaikan keluhan masyarakat.

Menurutnya, cara paling tepat menjawab persoalan tersebut adalah turun langsung ke lokasi.

BACA JUGA :  Bupati Ela Tinjau Pengolahan Sampah Labuhan Ratu I, Sampah Diolah Jadi Nilai Ekonomi

“Kalau ada warga yang mengeluhkan bau dan kondisi saluran, jangan hanya didengar. Periksa langsung sumbernya,” ujar Indra.

Ia juga meminta status pengelolaan limbah dan administrasi lingkungan SPPG dibuka secara terang.

Menurutnya, pengelola harus mampu memastikan kegiatan dapur tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat sekitar.

“Program MBG ini bagus dan harus didukung. Tetapi pelaksanaannya juga harus memperhatikan lingkungan. Jangan sampai makanan bergizi sampai kepada penerima, sementara masyarakat sekitar justru terganggu,” katanya.

Indra juga meminta adanya evaluasi terhadap saluran pembuangan, sistem pengolahan air limbah, pengelolaan sampah, serta sanitasi dapur.

“Kalau semuanya sudah sesuai, tinggal diperiksa dan dibuktikan. Kalau ada kekurangan, segera diperbaiki,” ujarnya.

BACA JUGA :  Pelaku Curas Asal Candipuro Tewas Tertembus Timah Panas Aparat Gabungan

Nama Yugi Ikut Disebut

Di tengah polemik tersebut, muncul pula informasi mengenai seseorang bernama Yugi yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan kemitraan SPPG Tanjung Wangi.

Sumber menyebut Yugi sebagai Wakil Bupati Mesuji.

Namun, informasi tersebut belum berhasil diverifikasi secara independen oleh Wawai News.

Belum jelas pula apa bentuk hubungan yang dimaksud, apakah sebagai pemilik, mitra, pengelola, atau dalam kapasitas lainnya.

Karena itu, Wawai News tidak menempatkan informasi tersebut sebagai fakta.

Pihak yang disebut perlu memberikan klarifikasi agar informasi yang beredar tidak berkembang menjadi spekulasi.