TANGGAMUS — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 1 Napal, Kecamatan Bulok, Kabupaten Tanggamus, Lampung, menjadi sorotan setelah sebuah benda yang disebut headset Bluetooth ditemukan di dalam makanan yang diterima sekolah pada Kamis (13/8/2026).
Temuan tersebut dibenarkan oleh lima orang dewan guru SDN 1 Napal, yakni S, EN, E, D dan N. Mereka mengaku melihat langsung benda tersebut berada di dalam nasi MBG saat makanan disantap bersama para siswa.
Salah seorang guru berinisial S menceritakan, dirinya tengah makan bersama siswa dan siswi ketika menemukan benda yang diduga headset Bluetooth di dalam nasi.
“Kebetulan lagi makan bersama siswa dan siswi SDN 1 Napal, ketemu headset Bluetooth dalam nasi. Sontak langsung berhenti dan nasi yang sudah dimakan langsung keluar lagi,” kenang S, Selasa (18/8/2026).
Guru lainnya, EN, mengaku kejadian tersebut membuat dirinya enggan kembali menyantap makanan MBG yang dibagikan kepada sekolah.
“Pokoknya itu memang benar apa adanya dan kami tidak berani mengada-ada. Itu kenyataan, di nasi ada headset Bluetooth,” kata EN.
Tiga guru lainnya juga menyampaikan keterangan senada. Mereka mengaku merasa trauma setelah mengetahui benda tersebut berada di dalam makanan yang dikonsumsi.
Bagi para guru, temuan tersebut bukan persoalan sepele karena menyangkut keamanan dan kebersihan makanan yang dikonsumsi siswa maupun tenaga pendidik.
Kepala SDN 1 Napal, Nuraini, S.Pd., juga membenarkan adanya temuan benda tersebut. Namun, ia mengaku masih trauma dan memilih agar keterangan mengenai kejadian disampaikan oleh para guru yang melihat langsung.
“Saya tidak mau lagi memberikan keterangan kepada siapa pun. Apa yang disampaikan dewan guru ya itu adanya. Karena saya lihat makanannya, trauma dan saya tidak mau cerita lagi. Buat kawan-kawan saja yang cerita, takut dibilang mengada-ada. Apa yang disampaikan dewan guru itu ya apa adanya. Saya masih trauma,” terangnya, Rabu (19/8/2026).
Temuan Langsung Dilaporkan ke SPPG
Nuraini mengatakan pihak sekolah telah melaporkan temuan tersebut kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat pada hari yang sama, Kamis (13/8/2026).
Laporan itu disampaikan agar pihak pengelola mengetahui adanya benda asing yang ditemukan di dalam makanan MBG yang diterima SDN 1 Napal.
“Jawaban dari pihak SPPG hanya mohon maaf dan langsung menjelaskan kalau dapur itu steril sesuai standar operasional prosedur (SOP). Bagi pegawai yang masuk diperiksa terlebih dahulu, tidak boleh membawa HP dan headset Bluetooth,” kata kepala sekolah.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pertanyaan yang perlu dijawab pihak SPPG: bagaimana benda yang disebut headset Bluetooth dapat berada di dalam makanan apabila prosedur pemeriksaan dan larangan membawa perangkat elektronik benar-benar diterapkan di area dapur.
Kepala SPPG Belum Beri Penjelasan
Upaya konfirmasi kepada kepala SPPG setempat telah dilakukan melalui WhatsApp. Pesan konfirmasi disebut telah terbaca, ditandai centang biru, namun belum memperoleh jawaban.
Ketika wartawan media ini meminta izin untuk melakukan konfirmasi melalui sambungan telepon, nomor telepon yang bersangkutan disebut sudah tidak aktif.
Hingga berita ini diturunkan, pihak media belum memperoleh penjelasan langsung dari kepala SPPG terkait temuan benda yang disebut headset Bluetooth tersebut, termasuk bagaimana prosedur pengawasan makanan dilakukan dan langkah evaluasi apa yang akan diambil setelah kejadian.
Keamanan MBG Jadi Sorotan
Temuan ini menempatkan aspek keamanan pangan dalam program MBG kembali menjadi perhatian. Terlepas dari bagaimana benda tersebut bisa masuk ke dalam makanan, kejadian di SDN 1 Napal perlu dijelaskan secara menyeluruh agar tidak menimbulkan kekhawatiran di kalangan siswa, guru, maupun orang tua.
Pihak terkait juga perlu memastikan fakta mengenai benda yang ditemukan, menelusuri sumbernya, mengevaluasi proses produksi hingga distribusi makanan, serta memastikan standar operasional prosedur benar-benar dijalankan.
Sebab, program MBG ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik. Karena itu, kualitas, kebersihan, dan keamanan makanan menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan. ***













