Scroll untuk baca artikel
LINTAS DAERAH

IPM Jawa Barat Tembus 75,90, Pertumbuhan 2025 Jadi yang Tertinggi dalam Lima Tahun

×

IPM Jawa Barat Tembus 75,90, Pertumbuhan 2025 Jadi yang Tertinggi dalam Lima Tahun

Sebarkan artikel ini
Kepala BPS Jabar, Margaretha Ari Anggorowati - foto doc

BANDUNG — Pembangunan manusia di Jawa Barat menunjukkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Barat pada 2025 mencapai 75,90 poin, sekaligus menjadi pertumbuhan tertinggi dalam lima tahun terakhir.

IPM Jawa Barat pada 2025 tumbuh 1,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam periode 2021–2025, pertumbuhan IPM Jawa Barat tercatat rata-rata sekitar 0,99 persen per tahun.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati mengatakan, peningkatan tersebut tidak hanya ditopang satu sektor. Seluruh komponen pembentuk IPM mengalami perbaikan, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga standar hidup layak.

“Percepatan pertumbuhan IPM tersebut didukung oleh peningkatan pada seluruh komponen pembentuknya,” ujar Margaretha, Minggu (9/8/2026).

Harapan hidup warga terus meningkat

Dari sektor kesehatan, Umur Harapan Hidup (UHH) masyarakat Jawa Barat pada 2025 mencapai 75,53 tahun.

Artinya, bayi yang lahir di Jawa Barat pada 2025 diperkirakan memiliki harapan hidup hingga usia 75,53 tahun.

BACA JUGA :  Lingga Belum Konversikan Minyak Tanah ke Gas Elpiji 3 Kg

Angka tersebut meningkat 0,37 tahun dibandingkan 2024 atau tumbuh 0,49 persen. Dalam lima tahun terakhir, UHH Jawa Barat rata-rata meningkat 0,39 persen per tahun.

Perbaikan tersebut antara lain terlihat dari kondisi sanitasi dan akses air bersih masyarakat.

BPS mencatat persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap sumber air minum layak meningkat 0,94 poin persentase. Sebaliknya, rumah tangga yang tidak memiliki fasilitas buang air besar turun 0,50 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.

Pendidikan ikut mengerek IPM

Perbaikan juga terjadi pada dimensi pendidikan yang diukur melalui Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS).

HLS Jawa Barat pada 2025 mencapai 13,02 tahun. Angka tersebut menggambarkan harapan seorang anak berusia tujuh tahun untuk menempuh pendidikan hingga sekitar tahun pertama perguruan tinggi.

Dibandingkan 2024, HLS meningkat 0,22 tahun atau tumbuh 1,72 persen.

Pertumbuhan tersebut menjadi yang tertinggi selama periode 2021–2025. Dalam periode yang sama, HLS Jawa Barat rata-rata tumbuh 0,80 persen setiap tahun.

BACA JUGA :  Pemain Persikasi Dipukul Oknum Polisi Saat Bertanding Lawan Karo United

Sementara itu, RLS Jawa Barat pada 2025 mencapai 9,14 tahun.

Dengan capaian tersebut, rata-rata penduduk Jawa Barat berusia 25 tahun ke atas telah menyelesaikan pendidikan sekitar kelas IX atau setara dengan jenjang SMP.

RLS juga mencatat akselerasi cukup tinggi dengan pertumbuhan 3,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Daya beli masyarakat ikut menguat

Dari sisi standar hidup layak, pengeluaran riil per kapita masyarakat Jawa Barat juga terus mengalami peningkatan.

Pada 2025, pengeluaran riil per kapita mencapai Rp12,45 juta per tahun, tumbuh 2,39 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan tersebut setara dengan peningkatan sekitar Rp290 ribu per kapita dalam setahun.

Jika melihat periode 2021–2025, pengeluaran riil per kapita Jawa Barat tumbuh rata-rata 3,29 persen per tahun.

Perbaikan indikator pembangunan manusia tersebut berjalan beriringan dengan penurunan angka kemiskinan.

BPS mencatat jumlah penduduk miskin Jawa Barat berkurang sekitar 193,92 ribu orang. Persentase penduduk miskin juga turun 0,44 poin persentase.

Penurunan kemiskinan tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya beli masyarakat, khususnya kelompok rumah tangga berpendapatan rendah.

BACA JUGA :  Naik Whoosh ke Bandung: Presiden Prabowo Akan Membuka KSTI 2025 di ITB

Klaim kenaikan tertinggi nasional

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut menyoroti capaian tersebut. Ia menyebut peningkatan IPM Jawa Barat pada 2025 menjadi yang terbesar secara nasional.

Berdasarkan data BPS, IPM Jawa Barat naik 0,98 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kenaikan IPM Jawa Barat justru peringkat pertama nasional. Hampir satu poin kenaikannya,” kata Dedi Mulyadi.

Sebagai pembanding, IPM Jawa Timur meningkat 0,78 poin, sedangkan Jawa Tengah naik 0,90 poin.

Dedi berharap tren tersebut dapat terus dipertahankan sehingga posisi Jawa Barat dalam peta pembangunan manusia nasional semakin meningkat.

Ia menargetkan Jawa Barat dapat masuk dalam 10 besar IPM nasional dalam beberapa waktu mendatang.

Menurutnya, pembangunan yang terus dilakukan pemerintah harus diikuti keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar peningkatan kualitas manusia di Jawa Barat tidak berhenti pada angka statistik.

“Kita harus bersama-sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya meningkatkan IPM,” ujarnya. ***