Scroll untuk baca artikel
LINTAS DAERAH

Kabut Asap Kepung Lingga, Sekolah Beralih Daring dan Jalanan Mendadak Sepi

×

Kabut Asap Kepung Lingga, Sekolah Beralih Daring dan Jalanan Mendadak Sepi

Sebarkan artikel ini
Foto: Kabut asap tebal kembali menyelimuti Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Senin (28/9/2026). Setelah sebelumnya Tanjungpinang terdampak.

LINGGA – Kabut asap tebal kembali menyelimuti Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Senin (28/9/2026). Setelah sebelumnya Tanjungpinang terdampak, kini asap menutup sejumlah wilayah di Pulau Lingga hingga Pulau Singkep, mengganggu aktivitas warga dan memaksa kegiatan belajar mengajar tatap muka dihentikan sementara.

Di Pulau Lingga, kabut asap terlihat pekat di Desa Kudung dan Desa Sungai Besar, dua wilayah yang sebelumnya dilaporkan mengalami kebakaran hutan. Asap juga terpantau menyebar ke Pulau Singkep, terutama di Desa Pengambil dan Desa Berindat.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Situasi tersebut membuat sejumlah kawasan seolah kehilangan wajah normalnya. Jalan yang biasanya ramai mulai terlihat lengang. Warga memilih mengurangi aktivitas di luar rumah karena jarak pandang terbatas dan kondisi udara yang dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan.

BACA JUGA :  Video Dugaan Intimidasi terhadap Wartawan di Karimun Beredar, Terdengar Ancaman 'Kalau Ada Berita Naik…'

Yang paling terasa adalah aktivitas pendidikan. Sekolah-sekolah yang berada di wilayah terdampak sementara menghentikan pembelajaran tatap muka dan mengalihkannya ke sistem belajar daring. Siswa pun kembali berhadapan dengan layar dari rumah, sementara guru harus memindahkan ruang kelas ke dunia digital—gara-gara udara di luar justru tak lagi ramah untuk belajar.

Hingga kini, asal pasti kabut asap belum dapat dipastikan. Ada dugaan asap berasal dari kebakaran hutan di wilayah Kabupaten Lingga, mengingat sebelumnya terjadi kebakaran di sejumlah desa. Namun, kemungkinan asap terbawa dari wilayah lain juga belum dapat dikesampingkan.

BACA JUGA :  Ini Daftar Lengkap UMK di Jabar 2025, Daerah Terendah Diangka Rp2,2 Juta

Dugaan tersebut muncul setelah angin kencang melanda kawasan itu dalam beberapa hari terakhir. Jika sumber asap berada di daerah lain, hembusan angin berpotensi membawa partikel asap hingga ke wilayah Lingga. Artinya, kabut yang menutup langit Lingga belum tentu seluruhnya “produk lokal”.

Hujan yang mengguyur wilayah tersebut pada Minggu (27/9/2026) pun belum mampu membuat kondisi membaik. Hujan disertai angin memang sempat turun, tetapi sehari berselang asap masih terlihat tebal. Jarak pandang tetap terbatas dan kualitas udara belum menunjukkan perbaikan yang berarti.

Kondisi lapangan ini menjadi perhatian karena kabut asap bukan sekadar persoalan pandangan mata yang buram. Paparan asap dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas tinggi di luar ruangan.

BACA JUGA :  Hari Ini, Sejumlah Ruas Jalan Bandung Dialiahkan

Hal ini membuat kondisi di lapangan, dilaporkan kabut asap masih menyelimuti sejumlah titik di Lingga dan perkembangannya terus dipantau.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta mengikuti arahan kesehatan selama kondisi udara belum kembali normal.

Pertanyaan dari mana asap itu datang dan apa yang menyebabkan kebakaran terus menjadi ancaman. Sebab ketika sekolah sudah harus masuk kelas lewat internet dan jalanan mendadak sepi, kabut asap jelas bukan lagi sekadar pemandangan yang mengganggu mata.***