Scroll untuk baca artikel
LINTAS DAERAH

1.057 Lowongan Kerja di Depok Diserbu Ribuan Pelamar, Tinggal Klik di Nyari Gawe

×

1.057 Lowongan Kerja di Depok Diserbu Ribuan Pelamar, Tinggal Klik di Nyari Gawe

Sebarkan artikel ini
Foto: ilustrasi

KOTA DEPOK — Mencari kerja di Depok kini tak harus keliling dari satu perusahaan ke perusahaan lain sambil membawa map berisi fotokopi ijazah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka 1.057 lowongan kerja secara online melalui aplikasi Nyari Gawe. Namun, kemudahan tinggal klik ternyata tak membuat persaingan menjadi lebih ringan. Ribuan pencari kerja langsung menyerbu sejumlah lowongan yang ditawarkan.

Bursa Kerja Online Pemprov Jawa Barat tersebut digelar dari PT YKK Zipper, Kota Depok, Rabu (23/9/2026), dan disiarkan secara langsung melalui akun TikTok Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, @dedimulyadiofficial. Dedi memantau langsung proses rekrutmen sekaligus mempromosikan sejumlah lowongan kepada warga Depok dan daerah sekitarnya.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Untuk warga Depok dan sekitarnya, silakan memanfaatkan bursa kerja ini dengan melamar melalui aplikasi Nyari Gawe. Pilih sesuai kualifikasi dan lowongan yang ditawarkan,” ujar Dedi Mulyadi.

Sebanyak 1.057 posisi kerja dari 16 perusahaan tersedia dalam bursa kerja tersebut. Jenis pekerjaan yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari sektor ritel, manufaktur, hingga posisi operasional seperti sopir dan operator forklift.

Namun angka lowongan yang tersedia langsung berhadapan dengan jumlah pencari kerja yang jauh lebih besar. Salah satu contohnya adalah Alfamart yang membuka kesempatan bagi 600 pelamar untuk berbagai posisi. Dari kuota tersebut, 100 posisi diperuntukkan bagi penyandang disabilitas.

BACA JUGA :  Wagub Erwan Dorong Mahasiswa Baru IKOPIN Jaga Eksistensi Koperasi

Persyaratan yang ditawarkan antara lain minimal lulusan SMA atau SMK dengan batas usia mulai 18 tahun hingga usia produktif. Ketika bursa kerja berlangsung, jumlah pelamar melalui aplikasi Nyari Gawe bahkan sudah mencapai sekitar 1.700 orang.

Artinya, satu lowongan yang dibuka belum tentu membuat kursi kerja langsung tersedia untuk semua yang mengklik tombol “lamar”. Di dunia pencarian kerja, tombol digital memang sederhana; persaingannya tetap tidak sesederhana itu.

Lowongan Ribuan, Pelamar Berlipat

Dedi juga menyoroti persoalan batas usia dalam rekrutmen tenaga kerja. Menurut dia, pekerja yang sudah berusia lebih tua tetapi masih produktif seharusnya tetap mendapatkan kesempatan.

“Saya menyarankan agar tidak ada pembatasan usia. Jika usia tua namun masih produktif maka seharusnya masih diperbolehkan kerja, bahkan bisa menjadi daya tarik tersendiri,” ucap KDM.

Selain Alfamart, PT XL Axiata menawarkan sekitar 200 posisi bagi pencari kerja di Depok dengan rentang usia 18 hingga 40 tahun. Saat siaran langsung berlangsung, jumlah pelamar yang tercatat melalui Nyari Gawe sudah mencapai 206 orang.

BACA JUGA :  Sambangi BPK, Dedi Mulyadi Tantang Audit Alur Kas Pemprov Jabar, “Kalau Ada Dana Nyangkut, Biar Ketahuan!”

Lowongan juga datang dari PT Ebara Indonesia dengan sejumlah posisi, termasuk sopir untuk manajemen perusahaan dan sopir forklift. Sementara sektor ritel menawarkan peluang melalui Indomaret yang menyediakan sekitar 50 posisi khusus untuk wilayah Depok.

Lagi-lagi, jumlah peminatnya bukan main-main. Data yang ditampilkan ketika siaran langsung berlangsung menunjukkan jumlah pelamar Indomaret telah menembus lebih dari 2.000 orang.

Menariknya, tingginya peminat tidak hanya berasal dari warga Depok. Pihak Indomaret menyebut pelamar juga datang dari berbagai daerah, termasuk Bandung, Bogor hingga Sukabumi.

Fenomena itu menunjukkan satu hal: lowongan kerja di suatu daerah tidak otomatis hanya diburu warga daerah tersebut. Ketika informasi rekrutmen dibuka secara online, batas geografis praktis ikut mengecil. Satu tombol lamaran bisa ditekan dari mana saja dan ribuan orang bisa menekan tombol yang sama.

KDM: Jangan Tunda, Segera Lamar

Selama sekitar satu jam siaran langsung, KDM bersama Wali Kota Depok Supian Suri terus mempromosikan lowongan yang tersedia.

Dedi meminta masyarakat tidak menunda kesempatan yang sudah terbuka.

“Warga Depok beruntung, kita bikin bursa kerja, jadi bisa tahu banyak lowongan. Jangan tunda, ayo segera melamar kerja,” ujar KDM.

Supian Suri mengatakan bursa kerja online membantu masyarakat memperoleh informasi lowongan tanpa harus mencari satu per satu.

BACA JUGA :  Puting Beliung Hantam Puluhan Rumah di Kampung Cibuntu, Bekasi

Menurut dia, keuntungan lainnya adalah banyak perusahaan yang membuka kesempatan kerja berada di wilayah Depok sehingga pekerja tidak harus pergi jauh meninggalkan keluarga.

“Ayo semangat, lamar segera karena lokasinya dekat, masih di Depok. Bisa dekat dengan keluarga, banyak lowongan bisa dicek,” kata Supian.

Digitalisasi rekrutmen dengan demikian bukan sekadar memindahkan pengumuman lowongan dari papan pengumuman ke layar ponsel. Bagi pemerintah daerah, sistem ini juga menjadi cara untuk mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja secara lebih terbuka.

Tetapi angka pelamar yang mencapai ribuan juga memperlihatkan bahwa persoalan kesempatan kerja tidak selesai hanya dengan menyediakan aplikasi. Lowongan harus tersedia, informasinya harus terbuka, dan proses rekrutmen harus bebas dari praktik percaloan.

Bursa Kerja Akan Digelar di Daerah Lain

Dedi mengatakan konsep bursa kerja online tersebut tidak akan berhenti di Depok. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Bekasi, kegiatan serupa akan didorong untuk digelar di berbagai kota dan kabupaten lain di Jawa Barat.

Menurut Dedi, antusiasme masyarakat pada bursa kerja di Bekasi dan Depok menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap informasi pekerjaan yang mudah diakses.