Scroll untuk baca artikel
BudayaHead Line

Misteri Keratuan Pugung Terungkap: Jejak Peradaban 4.500 Tahun, Sunan Gunung Jati, dan Lahirnya Ratu Darah Putih

×

Misteri Keratuan Pugung Terungkap: Jejak Peradaban 4.500 Tahun, Sunan Gunung Jati, dan Lahirnya Ratu Darah Putih

Sebarkan artikel ini
Penobatan Yus Darmawansah sebagai Bandakh (Bandar) Kebandaran Sekappung Limo Migo oleh Keratuan Darah Putih, melalui Gusti Putra Aji bergelar Ratu Batin Ratu Raden Imba Kesuma Ratu V, dalam prosesi adat yang berlangsung khidmat pada Minggu (28/6).- foto doc

Dalam tradisi masyarakat adat, Keratuan Melinting menjadi pewaris garis keturunan yang berasal dari Keratuan Pugung sekaligus menjadi salah satu pusat penyebaran Islam di wilayah Lampung Timur.

Hubungan darah antara Keratuan Melinting, Keratuan Darah Putih, Keratuan Pugung, dan Kesultanan Cirebon terus dipelihara melalui silsilah adat hingga sekarang.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Ketika Sejarah dan Hikayat Berjalan Berdampingan

Di dunia akademik, sejarah dibangun melalui bukti arkeologis, naskah kuno, dan penelitian ilmiah.

Sebaliknya, masyarakat adat juga memiliki cara sendiri menjaga masa lalu melalui hikayat, tambo, dan silsilah keluarga.

BACA JUGA :  Proyek Peningkatan Jalan Karangsari Terealisasi

Kisah tentang Ratu Galuh, Minak Raja Jalan, Putri Sinar Alam, Sunan Gunung Jati, Minak Kejalo Bidien, dan Ratu Darah Putih merupakan bagian dari tradisi lisan yang diwariskan turun-temurun di lingkungan Keratuan Darah Putih.

Sebagian unsur di dalamnya belum seluruhnya dapat diverifikasi melalui penelitian sejarah modern. Namun bagi masyarakat adat, hikayat tersebut bukan sekadar cerita, melainkan identitas budaya yang menghubungkan generasi sekarang dengan leluhur mereka.

Warisan yang Masih Menyala

Kini, Taman Purbakala Pugung berdiri sebagai saksi bisu perjalanan panjang peradaban Lampung.

BACA JUGA :  Di Tanah yang Menyimpan Jejak Leluhur: Menelusuri Sejarah Sekappung Limo Migo, Napas Adat yang Masih Hidup di Lampung Timur

Benteng tanah, menhir, dolmen, arca, dan keramik kuno menjadi bukti bahwa kawasan ini pernah menjadi pusat kehidupan manusia sejak ribuan tahun silam.

Sementara itu, hikayat tentang Keratuan Pugung, Ratu Darah Putih, dan Keratuan Melinting terus hidup dalam ingatan masyarakat, menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Lampung.

Di antara batu-batu purba dan kisah yang diwariskan para tetua adat, Pugung mengajarkan satu hal: sebuah peradaban tidak hanya dibangun oleh kerajaan dan peperangan, tetapi juga oleh keyakinan, persaudaraan, dan cerita yang terus diceritakan dari generasi ke generasi.

BACA JUGA :  Majukan Perekonomian, Desa Sumberhadi Miliki Pasar Mini

Catatan Redaksi: Sajian sejarah yang ditampilkan ini hanya sebagai pembanding dari tulisan sebelumnya dengan judul ‘Sejarah Keratuan Pugung, Melinting dan Ratu Darah Putih. Tulisan ini diambil dari alamat blogspot milik Muhammad Aji Saka Sang Ratu Darah Putih, di http//keratuandarahputih.blogspot.com.

Jika ada yang kurang, kami sebagai redaksi wawainews, hanya sebatas merangkum untuk pembaca portal kami. Sekali lagi kami mohon maaf jika ada yang tidak sesuai, maka kami tunggu tulisan lainnya dari pembaca.***