Scroll untuk baca artikel
Wisata

Niat Menikmati Liburan, WNA Kazakhstan Meregang Nyawa di Pantai Lagoi, Keluarga Hanya Bisa Menangis

×

Niat Menikmati Liburan, WNA Kazakhstan Meregang Nyawa di Pantai Lagoi, Keluarga Hanya Bisa Menangis

Sebarkan artikel ini
Di hamparan pasir putih Pantai Lagoi Bay, Kabupaten Bintan, Sabtu (18/7/2026), seorang perempuan asal Kazakhstan, Bahkytkul Baizhanova (56), mengembuskan napas terakhir setelah diduga tenggelam saat berenang bersama keluarganya, (foto_nt)

BINTAN – Tidak ada yang menyangka, liburan keluarga yang seharusnya dipenuhi tawa dan kebahagiaan justru berubah menjadi duka yang menyayat hati. Di hamparan pasir putih Pantai Lagoi Bay, Kabupaten Bintan, Sabtu (18/7/2026), seorang perempuan asal Kazakhstan, Bahkytkul Baizhanova (56), mengembuskan napas terakhir setelah diduga tenggelam saat berenang bersama keluarganya.

Suasana pantai yang semula riuh oleh wisatawan mendadak berubah mencekam. Kepanikan pecah ketika korban bersama tiga anggota keluarganya terseret ke bagian laut yang lebih dalam saat air mulai pasang. Teriakan meminta tolong menggema di sepanjang bibir pantai, sementara keluarga korban hanya bisa berharap keajaiban datang.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Petugas water sport yang berjaga bergegas menuju lokasi dan mengevakuasi korban. Sesampainya di darat, berbagai upaya penyelamatan dilakukan. Resusitasi Jantung Paru (RJP) diberikan tanpa henti sebelum korban dilarikan ke Klinik Pariwisata Lagoi. Namun, takdir berkata lain.

Meski telah berjuang sekuat tenaga, tim medis akhirnya menyatakan Bahkytkul Baizhanova meninggal dunia. Tangis keluarga pun pecah. Liburan yang mereka impikan berubah menjadi perjalanan pulang yang penuh kehilangan.

BACA JUGA :  RUU Daerah Kepulauan: Jangan Tunggu Laut Jadi Daratan Baru Disahkan

Kasihumas Polres Bintan AKP Bako membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil penanganan awal, korban diduga tenggelam setelah mengalami kesulitan berenang ketika kondisi air laut mulai pasang.

“Hasil pemeriksaan tenaga medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Polres Bintan memastikan kejadian tersebut merupakan musibah. Pihak keluarga telah menerima peristiwa ini dengan ikhlas dan tidak mengajukan permintaan autopsi maupun tuntutan kepada pihak mana pun.

BACA JUGA :  Pantai Digul, Pesona yang Belum Terjamah di Kota Agung

Saat ini jenazah korban berada di RSUD Raja Ahmad Thabib Provinsi Kepulauan Riau untuk proses administrasi sebelum dipulangkan ke Kazakhstan.

Polres Bintan juga mengimbau seluruh wisatawan agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di pantai maupun perairan dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, dan gelombang laut.

Kepergian Bahkytkul menjadi pengingat bahwa di balik indahnya panorama laut, alam tetap menyimpan risiko yang harus dihormati. Satu momen yang semula dipenuhi kebahagiaan dapat berubah menjadi kenangan paling menyakitkan bagi keluarga yang ditinggalkan. ***