Scroll untuk baca artikel
TANGGAMUS

Panen Emas di Ulubelu! Bupati dan Polres Tanggamus Ubah Lahan Tidur Jadi Sentra Bawang Putih

×

Panen Emas di Ulubelu! Bupati dan Polres Tanggamus Ubah Lahan Tidur Jadi Sentra Bawang Putih

Sebarkan artikel ini
Pemkab Tanggamus dan Polres panen Bawang Putih di Ulu Belu, Selasa (4/8) - foto dok

TANGGAMUS – Di tengah masih derasnya arus impor bawang putih ke Indonesia, secercah harapan justru tumbuh dari lereng Ulubelu, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Lahan yang sebelumnya tidak produktif kini berubah menjadi hamparan bawang putih berkualitas Grade A, hasil kolaborasi antara Polres Tanggamus, Pemerintah Kabupaten Tanggamus, dan kelompok tani setempat.

Keberhasilan tersebut ditandai melalui Panen Raya Serentak Komoditas Bawang Putih di Pekon Datarajan, Kecamatan Ulubelu, Selasa (4/8/2026), yang dihadiri langsung Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi bersama Kapolres Tanggamus AKBP Rahmat Sujatmiko.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Tanggamus Agung Setyo Utomo, unsur Kodim 0424/Tanggamus, Kejaksaan Negeri Tanggamus, PGE Ulubelu, jajaran pejabat utama Polres Tanggamus, para kapolsek, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Tanggamus.

Program budidaya bawang putih dimulai pada April 2026 sebagai bagian dari implementasi program ketahanan pangan nasional.

BACA JUGA :  Geger di Wonosobo! Tiga Pria Berbaju Putih Sekap Gadis Muda dan Coba Perkosa, Polisi Bergerak Cepat

Melalui pendampingan teknis dari tim ahli asal Sembalun, Lombok Timur daerah yang dikenal sebagai sentra bawang putih nasional para petani binaan Polres Tanggamus berhasil menghasilkan panen perdana dengan kualitas premium.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kawasan Ulubelu memiliki potensi besar menjadi sentra baru produksi bawang putih di Provinsi Lampung.

Bupati Saleh Asnawi menyampaikan apresiasi atas sinergi lintas sektor yang mampu menghasilkan terobosan nyata bagi masyarakat.

“Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Polres Tanggamus bersama kelompok tani yang telah membuktikan bahwa bawang putih dapat tumbuh dan menghasilkan panen yang sangat baik di Ulubelu. Program ini akan terus kita kembangkan,” ujar Saleh Asnawi.

Keberhasilan panen perdana tersebut tidak berhenti sebagai proyek percontohan.

Pemerintah Kabupaten Tanggamus telah menyiapkan sejumlah lahan baru untuk memperluas budidaya bawang putih.

Langkah itu diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan baru bagi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

BACA JUGA :  Way Seppuk, Surga Tersembunyi di Tanggamus

“Kami telah menyiapkan beberapa hektare lahan untuk pengembangan berikutnya. Harapannya, bawang putih menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat sekaligus mendukung swasembada pangan nasional,” kata Bupati.

Bupati mengingatkan bahwa Indonesia masih mengimpor sekitar 541.400 ton bawang putih sepanjang 2025.

Angka tersebut menunjukkan kebutuhan nasional yang masih sangat bergantung pada pasokan luar negeri.

Karena itu, keberhasilan budidaya di Ulubelu dinilai bukan sekadar keberhasilan panen, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor, mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjaga stabilitas harga pangan.

Kapolres Tanggamus AKBP Rahmat Sujatmiko menjelaskan, program tersebut lahir dari komitmen Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor pangan.

Menurutnya, sebelum budidaya dimulai, jajaran Polres melakukan survei terhadap sejumlah lahan yang berpotensi dikembangkan.

Lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kemudian diolah bersama kelompok tani hingga akhirnya berhasil menghasilkan panen perdana.

“Panen ini menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk pengembangan berikutnya. Pengolahan lahan akan terus diperbaiki, pendampingan teknis ditingkatkan, dan kolaborasi dengan seluruh instansi akan terus diperkuat,” ujar Kapolres.

BACA JUGA :  Operasi Sikat Krakatau di Tanggamus Akan Digelar Selama Dua Pekan

Keberhasilan panen perdana ini memperlihatkan bahwa program ketahanan pangan tidak dapat berjalan sendiri.

Sinergi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, penyuluh pertanian, dunia usaha, dan petani menjadi fondasi utama keberhasilan budidaya komoditas strategis tersebut.

Apabila pengembangan dilakukan secara konsisten, Ulubelu berpeluang menjadi salah satu sentra produksi bawang putih baru di Sumatera yang mampu memasok kebutuhan regional bahkan nasional.

Panen bawang putih di Ulubelu memberi pelajaran sederhana: lahan yang selama ini dianggap “tidur” ternyata bisa dibangunkan dengan kemauan, pendampingan, dan kolaborasi. Kadang yang lebih sulit dibangunkan justru program-program yang hanya rajin dipanen saat musim seremoni. Bedanya, bawang putih menghasilkan umbi, sedangkan seremoni tanpa tindak lanjut biasanya hanya menghasilkan foto bersama.***