Scroll untuk baca artikel
ADVERTORIALLAMPUNG TIMUR

Pesta Rakyat Batanghari Meledak! Ribuan Warga Tumpah Ruah, Ela Siti Nuryamah Kukuhkan Satgas Perlindungan Anak

×

Pesta Rakyat Batanghari Meledak! Ribuan Warga Tumpah Ruah, Ela Siti Nuryamah Kukuhkan Satgas Perlindungan Anak

Sebarkan artikel ini
Foto: Pesta Rakyat Kecamatan Batanghari dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berlangsung meriah, Selasa malam (19/8/2026)

LAMPUNG TIMUR — Lapangan Desa Banarjoyo, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur, mendadak berubah menjadi lautan warga. Pesta Rakyat Kecamatan Batanghari dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berlangsung meriah, Selasa malam (19/8/2026).

Warga datang bersama keluarga sejak acara dimulai. Musik, hiburan dan suasana kekeluargaan membuat lapangan desa dipadati masyarakat yang ingin merayakan kemerdekaan dengan cara sederhana, tetapi penuh kebersamaan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kegiatan tersebut dibuka langsung Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah. Penampilan Zevara Rock N Dut turut menggebrak panggung dan membuat suasana pesta rakyat semakin semarak.

Namun, pesta rakyat kali ini bukan sekadar urusan panggung dan hiburan.

Di tengah kerumunan warga dan dentuman musik, Pemkab Lampung Timur sekaligus membawa pesan serius tentang masa depan anak-anak.

BACA JUGA :  Pimpinan DPRD Kota Bekasi Sebut Kebijakan KDM Masukkan Siswa Nakal ke Barak Militer Tidak Pas

Ela: Kemerdekaan Bukan Sekadar Pesta

Ela mengatakan pesta rakyat harus menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, persaudaraan dan rasa memiliki terhadap daerah.

“Pesta rakyat yang dilaksanakan saat ini merupakan salah satu bentuk semangat kemerdekaan yang kita rayakan secara bersama. Di sini kita semua berkumpul tanpa membedakan latar belakang, bersilaturahmi, mempererat persaudaraan, dan membangun rasa memiliki terhadap daerah dan bangsa kita,” ujar Ela.

Menurutnya, kemerdekaan harus diisi dengan kegiatan positif serta semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan maupun sesama.

Sebab pembangunan daerah tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah.

“Pembangunan daerah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh masyarakat,” katanya.

Dengan kata lain, pesta boleh ramai, tetapi pekerjaan membangun daerah tidak boleh ikut libur.

Satgas Perlindungan Anak Dikukuhkan

Selain pesta rakyat, kegiatan tersebut dirangkai dengan Pengukuhan Satuan Tugas Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (Satgas PATBM) Kecamatan Batanghari.

BACA JUGA :  WTP Kota Bekasi, Jadi Harapan Baru dari Gerindra untuk Anggaran yang Lebih Pro-Rakyat

Bagi Ela, pengukuhan tersebut memiliki arti strategis untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan ramah bagi anak.

“Di tangan anak-anaklah masa depan Kabupaten Lampung Timur dan masa depan Indonesia akan kita titipkan. Oleh karena itu, melindungi anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, sekolah ataupun orang tua saja, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Ela meminta anggota Satgas PATBM menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, terutama dalam memperkuat peran masyarakat mencegah kekerasan dan berbagai persoalan yang dapat mengancam tumbuh kembang anak.

Ia juga berharap Kecamatan Batanghari tidak hanya berkembang dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga memiliki kualitas sumber daya manusia dan sistem perlindungan anak yang kuat.

BACA JUGA :  WCD 2024, FajarPaper Edukasi Pengelolaan Sampah di SDN Pantai Bakti Muara Gembong

“Mari kita bangun Kecamatan Batanghari sebagai wilayah yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga maju dalam kualitas sumber daya manusia dan kuat dalam perlindungan anak,” lanjut Ela.

Dari Panggung Hiburan ke Pesan Masa Depan

Pesta Rakyat Kecamatan Batanghari akhirnya menghadirkan dua wajah sekaligus: kegembiraan masyarakat merayakan kemerdekaan dan komitmen pemerintah memperkuat perlindungan anak.

Antusiasme warga menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan masih menjadi ruang penting untuk mempertemukan pemerintah dan masyarakat.

Bukan sekadar seremonial, tetapi kesempatan untuk membangun kembali rasa kebersamaan.

Dan ketika musik berhenti, lampu panggung padam serta warga kembali ke rumah masing-masing, pesan yang ditinggalkan justru jauh lebih penting:

kemerdekaan bukan hanya tentang merayakan masa lalu, tetapi memastikan generasi yang akan datang tumbuh aman, terlindungi dan memiliki masa depan yang lebih baik.