Scroll untuk baca artikel
NASIONAL

Prabowo Tertarik ‘Tepung Ubi’ untuk Lawan Karhutla: Produksi Besar dan Uji dari Helikopter Disiapkan

×

Prabowo Tertarik ‘Tepung Ubi’ untuk Lawan Karhutla: Produksi Besar dan Uji dari Helikopter Disiapkan

Sebarkan artikel ini
Foto petugas tengah berjibaku memadamkan api di lahan gambut yang terjadi di wilayah Resort Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas, Sabtu (22/8) - foto Jali

Namun, ide tersebut masih berada pada tahap uji coba.

Artinya, tepung ubi belum otomatis menjadi pengganti air dalam operasi pemadaman kebakaran.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Pemerintah masih harus membuktikan efektivitas, keamanan, biaya, daya jangkau, dampak lingkungan dan kelayakan operasionalnya.

BNPB dan BRIN Diminta Ikut Bergerak

Prabowo tidak hanya meminta inovasi tepung ubi diuji.

Ia juga meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengecek berbagai zat pemadam lain yang kemungkinan lebih efektif dibandingkan air.

Selain itu, Presiden meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) meneliti kemungkinan produksi maupun pengadaan bahan pemadam tersebut.

BACA JUGA :  Pesan Keras Prabowo: Stop “Bisnis Gelap” di Tengah Bencana Sumatera

Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah sedang mencari pendekatan yang lebih beragam dalam menghadapi karhutla.

Air tetap menjadi senjata utama dalam operasi pemadaman udara, tetapi inovasi bahan pemadam alternatif dinilai layak diteliti jika mampu memberikan efektivitas yang lebih baik.

Dari Ubi ke Langit, Mampukah Menjinakkan Karhutla?

Gagasan tepung ubi sebagai bahan pemadam karhutla memang terdengar tidak biasa.

Tetapi justru di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan yang berulang, inovasi tidak selalu harus datang dari teknologi yang rumit dan mahal.

BACA JUGA :  Kemendes Rumuskan Kebijakan Tepat Untuk Bangun Daerah Tertinggal

Yang terpenting adalah apakah inovasi tersebut teruji, aman, efektif, ekonomis dan dapat digunakan dalam kondisi nyata.

Jika pengujian berhasil, temuan Babinsa dari Lubuklinggau itu bisa berkembang menjadi teknologi pemadam yang lebih luas penggunaannya.

Bahkan bukan mustahil, ubi yang selama ini lebih dikenal sebagai bahan pangan justru mendapat “pekerjaan tambahan”: membantu Indonesia memadamkan api.

Namun pemerintah tetap harus berhati-hati.

Karhutla bukan eksperimen dapur. Kesalahan dalam memilih bahan atau metode pemadaman dapat membawa konsekuensi terhadap lingkungan dan keselamatan manusia.

BACA JUGA :  Viral Dulu Baru Bergerak: Menteri PU Datang, Jembatan Masih Janji

Karena itu, sebelum tepung ubi benar-benar diterjunkan dari langit, satu hal harus dipastikan lebih dahulu:

tepungnya harus benar-benar mampu mengalahkan api, bukan sekadar membuat rapat pemerintah terasa lebih menarik.

Kini bola berada di tangan BNPB, BRIN, TNI, Polri dan para peneliti untuk membuktikan apakah inovasi tersebut benar-benar layak menjadi alternatif baru dalam perang melawan karhutla.

Jika berhasil, Indonesia mungkin akan memiliki satu senjata baru yang bahan bakunya tumbuh dari tanah: ubi di bumi, tepung ke langit, dan harapannya api benar-benar padam.***