Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Saat Anak Lebih Sibuk Menatap Layar, Dedi Mulyadi Mengingatkan: Masa Depan Bangsa Dipertaruhkan

×

Saat Anak Lebih Sibuk Menatap Layar, Dedi Mulyadi Mengingatkan: Masa Depan Bangsa Dipertaruhkan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi

BANDUNG – Di tengah derasnya arus digital yang membuat anak-anak semakin akrab dengan layar gawai, ada kegelisahan yang disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Baginya, ancaman terbesar bagi generasi mendatang bukan lagi sekadar kekurangan gizi, melainkan tubuh yang terus menerima nutrisi tetapi kehilangan kesempatan untuk bergerak.

Pemandangan anak-anak yang duduk berjam-jam menatap telepon genggam kini menjadi hal yang lumrah. Namun, di balik keheningan itu, tubuh mereka perlahan kehilangan energi, otot semakin jarang bekerja, sementara penyakit yang dahulu identik dengan orang dewasa mulai menghampiri usia yang jauh lebih muda.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kegelisahan itulah yang disampaikan Dedi Mulyadi, atau yang akrab disapa KDM, saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional dan Deklarasi Kedaulatan Kesehatan Indonesia 2045 bertema “Membangun Bangsa yang Sehat, Mandiri, Inovatif, dan Berdaya Saing Global” di Gedung GBI Bethel Summarecon, Kota Bandung, Rabu (15/7/2026).

BACA JUGA :  KBM Tatap Muka Dimulai 2021, Begini Pesan Menag

Menurut KDM, kebiasaan anak bermain gawai terlalu lama membuat mereka kehilangan aktivitas fisik yang sangat dibutuhkan tubuh untuk mengubah nutrisi menjadi energi.

“Ancaman masa depan bukan hanya kekurangan gizi, tetapi nutrisi dan gizi yang tidak dikelola jadi energi,” ujar Dedi Mulyadi.

Ia mengungkapkan, akibat minimnya aktivitas fisik, berbagai penyakit yang sebelumnya lebih banyak menyerang orang dewasa kini mulai ditemukan pada anak-anak.

Mulai dari diabetes hingga gagal ginjal menjadi sinyal bahwa pola hidup generasi muda sedang mengalami perubahan yang mengkhawatirkan.

Karena itu, KDM mengajak para orang tua untuk mengambil peran lebih besar dalam membangun kebiasaan hidup sehat di rumah. Anak-anak didorong untuk lebih sering berolahraga, bermain di luar ruangan, serta mengurangi waktu menatap layar gawai.

BACA JUGA :  KDM Gerah Jalan Nasional Rusak, Pemprov Jabar Siap Ambil Alih

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pentingnya mengawasi pola konsumsi makanan dan minuman anak, terutama yang mengandung kadar gula tinggi.

Bagi KDM, menjaga kesehatan generasi penerus tidak cukup hanya dilakukan ketika anak telah lahir. Perhatian terhadap kualitas hidup justru harus dimulai sejak seorang ibu mengandung.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah merancang kebijakan peningkatan nutrisi bagi ibu hamil sebagai bagian dari investasi kesehatan jangka panjang.

Dalam skema yang sedang disusun, ibu hamil yang membutuhkan asupan gizi tambahan nantinya dapat memperoleh makanan bergizi melalui toko atau minimarket yang bekerja sama dengan pemerintah.

“Ketika yang hamilnya bermasalah maka dia boleh ke toko, minimarket atau ke mana pun untuk mengambil makanan yang dikonsumsi selama hamil. Ini sedang kita rumuskan karena tanggung jawab negara,” jelasnya.

BACA JUGA :  Klarifikasi Video Senam, Guru SD Srimenanti: Kami Bingung Mereka Itu LSM apa Timses?

Menurut Dedi, tanggung jawab negara terhadap kesehatan masyarakat tidak berhenti pada pelayanan medis semata, tetapi juga memastikan setiap warga memperoleh makanan bergizi, minuman yang layak, dan udara yang bersih.

“Seluruhnya negara harus bertanggung jawab terhadap itu. Memperhatikan aspek material manusia dan perkembangannya dalam setiap waktu,” tegasnya.

Pesan yang dibawa Dedi Mulyadi bukan sekadar soal gawai atau makanan manis. Lebih dari itu, ia mengingatkan bahwa kualitas generasi Indonesia pada 2045 sangat ditentukan oleh pilihan-pilihan kecil yang dilakukan hari ini—membatasi waktu layar, mengajak anak bergerak, serta memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat.

Sebab, di balik tangan-tangan kecil yang sibuk menggenggam gawai, tersimpan harapan besar tentang masa depan bangsa yang sehat, produktif, dan berdaya saing.