Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

KDM Sentil Daerah yang Masih Jauh dari Sekolah: “Jangan Biarkan Anak Lebih Dekat ke Gunung daripada ke Ruang Kelas”

×

KDM Sentil Daerah yang Masih Jauh dari Sekolah: “Jangan Biarkan Anak Lebih Dekat ke Gunung daripada ke Ruang Kelas”

Sebarkan artikel ini
Peringatan Milangkala ke-349 Kabupaten Cianjur - foto dok

CIANJUR – Di usia 349 tahun, Kabupaten Cianjur mendapat ucapan selamat sekaligus “pekerjaan rumah” dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Bagi pria yang akrab disapa KDM, kemajuan sebuah daerah tidak cukup diukur dari jalan yang mulus atau gedung yang megah, tetapi dari seberapa dekat anak-anak bisa menjangkau sekolah.

Pesan itu disampaikan KDM saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Cianjur dalam rangka Milangkala ke-349 Kabupaten Cianjur di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Minggu (12/7/2026).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Di hadapan unsur Forkopimda, anggota DPRD, tokoh masyarakat, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Cianjur, KDM mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan daerah.

“Masyarakat harus sekolah. Sekarang pemerintah sudah terbuka untuk mendorong rakyatnya sekolah,” ujar KDM.

Kalimat itu terdengar sederhana. Namun di baliknya tersimpan kritik halus bahwa masih ada wilayah di Jawa Barat yang akses pendidikannya belum sepenuhnya menjangkau seluruh masyarakat.

Menurut KDM, pemerintah daerah tidak boleh hanya menghitung jumlah sekolah yang sudah berdiri. Yang lebih penting adalah memetakan wilayah yang hingga kini masih kesulitan mengakses layanan pendidikan.

BACA JUGA :  BMPS Kota Bekasi Sebut Kesetaraan Kebijakan Pendidikan Harus Diperbaiki

Karena itu, ia meminta Bupati Cianjur segera mengidentifikasi daerah-daerah yang letaknya jauh dari sekolah negeri agar pembangunan fasilitas pendidikan dapat dilakukan secara bertahap.

KDM bahkan menawarkan pola kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Cianjur.

“Misalnya pembebasan lahannya dilakukan pemerintah kabupaten, kemudian pembangunan sekolahnya oleh pemerintah provinsi,” katanya.

Skema tersebut dinilai menjadi solusi agar pembangunan sekolah tidak lagi tersendat hanya karena persoalan kewenangan atau keterbatasan anggaran.

Pesan KDM mengandung makna yang lebih luas: jangan sampai anak-anak harus menempuh perjalanan panjang hanya untuk mendapatkan hak dasar berupa pendidikan.

Di sejumlah wilayah pelosok, masih ada siswa yang harus berjalan berkilometer melewati jalan berbukit, sungai, hingga kebun demi mencapai ruang kelas.

Ironisnya, pembangunan sering kali lebih cepat menghadirkan baliho dibanding membangun sekolah.

Humor satir itu menjadi pengingat bahwa akses pendidikan tidak boleh berhenti pada slogan “wajib belajar”, tetapi harus diwujudkan melalui kehadiran sekolah yang benar-benar mudah dijangkau masyarakat.

Sebab yang dibutuhkan anak-anak bukan sekadar imbauan agar rajin belajar, melainkan ruang kelas yang bisa mereka datangi tanpa harus mempertaruhkan keselamatan.

BACA JUGA :  Dugaan Pungli di SMPN 2 Semaka Tanggamus, Begini Penjelasan Kepsek

Selain menyoroti pendidikan, KDM juga mengingatkan bahwa Cianjur memiliki potensi luar biasa yang tidak dimiliki banyak daerah.

Menurutnya, Cianjur adalah wilayah yang nyaris lengkap.

Mulai dari pegunungan, kawasan pesisir, danau, pertanian unggulan, kawasan industri, hingga kekayaan kuliner, semuanya tersedia dalam satu daerah.

“Cianjur punya gunung, punya laut, punya danau, punya produk pertanian unggulan, punya kawasan industri, punya makanan. Tidak semua daerah memiliki kelengkapan seperti Cianjur. Tinggal dikelola, branding dan rebranding,” ujarnya.

Bagi KDM, kekayaan alam tersebut akan memiliki nilai tambah apabila didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas melalui pendidikan yang merata.

Saat ditanya mengenai “kado” Pemerintah Provinsi Jawa Barat bagi Milangkala Cianjur, KDM menyebut pembangunan infrastruktur yang telah berjalan menjadi salah satu bentuk dukungan nyata.

Ia mencontohkan pembangunan jalan di kawasan Cikadu yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas masyarakat.

Namun, KDM mengingatkan bahwa pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan kualitas manusia.

Jalan yang bagus akan mempercepat perjalanan.

Tetapi sekolah yang berkualitas akan mempercepat kemajuan sebuah daerah.

Penataan Puncak dan Masa Depan Cianjur

BACA JUGA :  Dana KIP di Unisla Metro “Menguap” Mahasiswa Dapat Rp500 Ribu, Sisanya Entah ke Mana

Dalam kesempatan itu, KDM juga menyinggung rencana penataan kawasan Puncak yang akan dilakukan secara bertahap.

Ia menegaskan relokasi pedagang harus dipikirkan secara matang agar tidak memunculkan persoalan baru.

“Kalau direlokasi ke tempat yang akhirnya kumuh lagi, persoalannya tidak selesai. Yang dibutuhkan adalah penataan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Cianjur segera menuntaskan dokumen tata ruang sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.

Menutup sambutannya, KDM mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan sekaligus terus meningkatkan kualitas pendidikan.

Menurutnya, kemajuan daerah lahir dari perpaduan antara lingkungan yang tertata, tata kelola pemerintahan yang baik, dan masyarakat yang berpendidikan.

Di usia hampir tiga setengah abad, Cianjur tidak lagi cukup hanya bangga dengan sejarah dan lagu “Semalam di Cianjur”.

Yang lebih penting adalah memastikan setiap anak di pelosok memiliki kesempatan yang sama untuk duduk di bangku sekolah, menggapai cita-cita, dan menjadi bagian dari masa depan Cianjur yang lebih maju.

Karena pada akhirnya, daerah tidak dikenang dari banyaknya pidato saat hari jadi, melainkan dari banyaknya anak yang berhasil mengubah hidupnya lewat pendidikan.***