Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Tender Diulang, Perusahaan “Itu Lagi-Itu Lagi”, Proyek Squash Bekasi Rp40 Miliar Kian Berbau Janggal

×

Tender Diulang, Perusahaan “Itu Lagi-Itu Lagi”, Proyek Squash Bekasi Rp40 Miliar Kian Berbau Janggal

Sebarkan artikel ini
Untung Tampubolon Ketua LSM PEKAN-RI - foto doc

BEKASI – Proyek pembangunan Lapangan Squash di kawasan Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, terus bergulir. Setelah disorot karena nilai anggaran fantastis dan lokasinya yang berada dekat rumah dinas bupati, kini muncul dugaan kejanggalan dalam proses tender proyek dari tahun ke tahun.

Ketua LSM PEKAN-RI, Untung Tambubolon, mengungkapkan pihaknya menemukan pola yang dinilai tidak lazim dalam proses lelang pembangunan squash tahun anggaran 2023, 2024 hingga lanjutan 2025.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Menurut Untung, berdasarkan dokumen yang dimiliki PEKAN-RI, sejumlah proyek mengalami tender gagal lalu dilakukan lelang ulang sebelum akhirnya dimenangkan perusahaan tertentu.

BACA JUGA :  Api Luluhlantakkan Mapolres Lamsel

“Publik tentu bertanya-tanya, kenapa proyek ini berulang kali tender ulang? Dan kenapa nama perusahaan pemenangnya muter di lingkaran yang hampir sama?” kata Untung, Senin (18/5).

Dalam data yang dihimpun PEKAN-RI, proyek pembangunan squash 2023 dimenangkan PT Manesa Green Abadi dengan nilai penawaran miliaran rupiah. Kemudian pada proyek lanjutan 2024, tender pertama disebut gagal sebelum akhirnya dimenangkan perusahaan lain dengan nilai lebih dari Rp15 miliar.

Sementara proyek lanjutan 2025 kembali dilakukan lelang ulang hingga akhirnya dimenangkan peserta berbeda dengan nilai penawaran mencapai Rp18,3 miliar.

BACA JUGA :  Oknum Guru TKK Terduga Pelecehan Seksual kepada Anak di Kota Bekasi Sudah Kabur

Tak hanya soal tender, PEKAN-RI juga menyoroti dugaan kesamaan alamat perusahaan peserta lelang hingga indikasi administrasi yang dinilai janggal.

“Kalau perusahaan peserta alamatnya mirip-mirip, pola tendernya berulang, masyarakat pasti curiga. Jangan sampai lelang hanya formalitas, sementara pemenang sudah seperti pemain inti,” sindir Untung.

PEKAN-RI juga mempertanyakan mengapa proyek olahraga yang belum jelas tingkat kebutuhan publiknya justru terus mendapat suntikan anggaran besar setiap tahun.

“Squash ini jangan sampai lebih terkenal proyeknya dibanding olahraganya,” tambahnya.

Selain dugaan administrasi dan tender, hasil investigasi lapangan PEKAN-RI juga menemukan indikasi pekerjaan yang disebut tidak sepenuhnya sesuai spesifikasi teknis. Mulai dari mutu beton, struktur bangunan, hingga hasil pekerjaan yang dinilai belum maksimal.

BACA JUGA :  Bongkar Semua! LINAP Desak Kejari Bekasi Usut Tuntas Mafia Revitalisasi Pasar, Jangan Berhenti di Dugaan Pungli MCK

Atas temuan tersebut, PEKAN-RI mendesak Inspektorat, LKPP hingga aparat penegak hukum turun melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh tahapan proyek.

“Kami ingin semuanya terang. Kalau memang bersih, buka saja semua dokumen dan prosesnya ke publik,” tegas Untung.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bekasi belum memberikan tanggapan resmi terkait berbagai dugaan tersebut.

(Bersambung)***