Scroll untuk baca artikel
Zona Bekasi

Tuntut Pemutusan Kerja Sama dengan PT ABB, Mahasiswa dan Pedagang Pasar Kranji Kembali Gelar Aksi

×

Tuntut Pemutusan Kerja Sama dengan PT ABB, Mahasiswa dan Pedagang Pasar Kranji Kembali Gelar Aksi

Sebarkan artikel ini
Lahan objek revitalisasi Pasar Kranji menjelma jadi hutan belantara dipenuhi rumput liar, dan pepohon liar akibat pembiaran tanpa kejelasan kelanjutannya foto diambil Sabtu 15 Juni 2024
Lahan objek revitalisasi Pasar Kranji menjelma jadi hutan belantara dipenuhi rumput liar, dan pepohon liar akibat pembiaran tanpa kejelasan kelanjutannya foto diambil Sabtu 15 Juni 2024

BEKASI – Badan Eksekutif Mahasiswa STIE Mulia Pratama bersama Asosiasi Pedagang Pasar Kranji Kota Bekasi, akan menggelar aksi ke Pemko Bekasi, hari ini Senin 8 Juli 2024.

Aksi tersebut dalam rangka menuntut kelanjutan revitalisasi Pasar Kranji yang selama 4 tahun belum ada kejelasan. Sementara pedagang harus bertahan di Tempat Penampung Sementara yang sudah tidak layak.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Demo terkait revitalisasi Pasar Kranji kali ini, mengusung tema ‘Pedagang Diintimidasi, Pengusaha Korupsi dan Penguasa Menikmati’ itu akan digelar pukul 13.00 WIB hingga selesai. Mereka akan menyerukan aksi yang ditujukan langsung kepada Pj Wali Kota Bekasi Gani Muhamad.

Mahasiswa dan Pedagang menggelar aksi menuntut ketegasan Pj Wali Kota Bekasi untuk segera memutus kerja sama antara Pemko Bekasi dengan PT Annisa Bintan Blitar.

Kedua meminta Pemko Bekasi melakukan tender terbuka untuk pembangunan revitalisasi Pasar Kranji setelah adanya pemutusan kerja sama dengan PT ABB.

Mereka akan memberi waktu kepada Pemkot Bekasi Cq Pj Wali Kota Bekasi untuk menindaklanjuti tuntutan pedagang selama 3×24 jam. Jika tidak diindahkan mahasiswa dan pedagang akan menggelar aksi ke pusat.

“Ini aksi kesekian kalinya terkait kelanjutan revitalisasi Pasar Kranji. Dari Plt Wali Kota Tri Adhianto, hingga Pj Gani Muhamad, tapi kelanjutan revitalisasi Pasar Kranji tidak ada kejelasan,”tegas Ariesta koordinator aksi kepada Wawai News senin 8 Juli 2024.

Dari Kepala Dinas Perdagang dan Perindustrian masa Wali Kota Pepen, hingga ke Robert Siagian, terkait revitalisasi pasar Kranji tidak ada jalan keluarnya. Hanya janji manis, realisasi nol. Hingga sekarang Presiden Direktur dijebloskan ke penjara terkait kasus cek bodong.***