Ia mendorong para bupati dan wali kota mengadopsi pola serupa dengan melibatkan perusahaan-perusahaan di wilayah masing-masing.
“Bupati dan wali kota segera adopsi ini, segera laksanakan, agar perusahaan terbuka dengan lowongan kerja, saya hanya mendorong saja,” ujar Dedi.
Dedi menilai kepala daerah merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi industri dan kebutuhan tenaga kerja di wilayahnya. Karena itu, pemerintah daerah diminta lebih kreatif membuka akses informasi pekerjaan kepada masyarakat.
Aplikasi Nyari Gawe, menurut dia, dapat menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan pencari kerja.
Bekasi bahkan disebut telah berkomitmen menggelar bursa kerja secara live setiap Jumat. Potensi tersebut cukup besar mengingat kawasan Kota dan Kabupaten Bekasi memiliki ribuan perusahaan industri.
Dedi mencontohkan, dalam satu kegiatan sebelumnya baru sekitar 15 perusahaan yang membuka sekitar 300 kesempatan kerja. Padahal, jumlah industri dan perusahaan di wilayah Bekasi disebut mencapai sekitar 9.000.
“Kalau 9.000 mengumumkan bisa ada 30.000 lowongan kerja,” tegasnya.
Cegah Calo, Jaga Investor
Di tengah upaya memperluas akses informasi lowongan, Dedi juga mengingatkan agar proses perekrutan tenaga kerja tidak menjadi ladang bagi percaloan.
Pesan tersebut menjadi penting karena semakin banyak pencari kerja dan semakin terbatas posisi yang tersedia, semakin besar pula kebutuhan terhadap proses rekrutmen yang transparan.
Pemerintah daerah dan aparat kepolisian diminta ikut mencegah praktik percaloan tenaga kerja. Di sisi lain, keamanan investor juga harus dijaga agar dunia usaha tetap memiliki kepastian dalam menjalankan kegiatan ekonomi di Jawa Barat.
Bagi pencari kerja, bursa kerja online memang membuat proses mencari informasi jauh lebih praktis. Tak perlu lagi berkeliling membawa berkas dari gerbang perusahaan ke gerbang perusahaan.
Tinggal klik, pilih posisi, lalu kirim lamaran. Tetapi setelah tombol “lamar” ditekan, pertarungannya tetap berlangsung di dunia nyata: kompetensi, kualifikasi dan jumlah kursi kerja yang tersedia.
Dan di Depok, Rabu itu, setidaknya 1.057 kursi pekerjaan harus berhadapan dengan ribuan orang yang sama-sama berharap mendapatkan satu tempat.***













