KARAWANG — Kerusakan Jalan Badami-Loji di Kabupaten Karawang kembali menjadi sorotan setelah aktivitas truk pengangkut semen milik PT Jui Shin disebut menjadi salah satu persoalan yang memicu protes masyarakat.
Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM menawarkan dua opsi kepada PT Jui Shin untuk mengatasi persoalan jalan yang selama ini juga digunakan masyarakat umum.
Opsi pertama, perusahaan diminta membangun jalan khusus yang digunakan untuk lalu lintas truk operasional pengangkut semen.
Selama ini, kendaraan perusahaan melintasi Jalan Badami-Loji saat mengangkut semen menuju lokasi perusahaan di Kabupaten Bekasi. Padahal, ruas tersebut juga menjadi akses masyarakat.
Opsi kedua, PT Jui Shin bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun jalan dengan level nasional. Pemprov Jabar juga menyiapkan pembangunan jembatan khusus bagi kendaraan industri.
KDM menyebut persoalan tersebut bukan sekadar kerusakan jalan, tetapi juga menyangkut beban anggaran daerah akibat jalan yang berulang kali mengalami kerusakan.
Menurutnya, Jalan Badami-Loji sebelumnya telah diperbaiki oleh Pemprov Jabar. Namun, kondisi jalan kembali bermasalah setelah terus dilintasi kendaraan pengangkut semen.
“Uang akan dialirkan ratusan miliar setiap tahun hanya untuk mengurusi jalan yang dilewati PT Jui Shin,” ujar KDM saat berdiskusi dengan pihak PT Jui Shin di Kabupaten Bekasi, Rabu (16/9/2026).
KDM menegaskan, persoalan infrastruktur industri harus dipikirkan sejak awal oleh perusahaan. Aktivitas industri, menurutnya, tidak semestinya terus menggunakan infrastruktur umum apabila berdampak terhadap kondisi jalan dan membebani anggaran pemerintah.
Tak hanya PT Jui Shin, KDM juga menyatakan akan meminta perusahaan semen lainnya di Jawa Barat yang menggunakan jalan provinsi untuk menyiapkan infrastruktur pendukung kegiatan industrinya.
“Saya akan surati seluruh perusahaan semen yang melewati jalan provinsi. Jangan bangun industri tidak disiapkan infrastrukturnya,” tegasnya.
Ia menambahkan, perbaikan jalan yang dilakukan pemerintah menjadi tidak efektif apabila ruas tersebut kembali mengalami kerusakan akibat tingginya aktivitas kendaraan angkutan industri.
“Berulang kali Pemprov Jabar memperbaiki jalan yang dilewati truk pengangkut semen. Namun, jalan kembali rusak sehingga menyedot APBD,” kata KDM. ***













