JAKARTA – Hayam Wuruk Plaza Tower mendadak menjadi sorotan nasional setelah aparat gabungan Bareskrim Polri menggerebek markas judi online jaringan internasional yang dioperasikan ratusan warga negara asing (WNA), Sabtu (9/5/2026).
Dalam operasi besar tersebut, sebanyak 321 WNA diamankan saat diduga tengah menjalankan aktivitas perjudian online lintas negara secara tertutup di gedung perkantoran kawasan Taman Sari, Jakarta Barat.
Pengungkapan kasus ini menjadi salah satu operasi terbesar terkait judi online sepanjang tahun 2026. Polisi menduga para pelaku memanfaatkan Indonesia sebagai basis operasional karena kemudahan akses masuk melalui fasilitas bebas visa kunjungan (BVK), sebelum akhirnya overstay dan bekerja sebagai operator judi online.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Wira Satya Triputra mengatakan pengungkapan tersebut merupakan hasil penyelidikan panjang berdasarkan laporan masyarakat dan pemantauan aparat terhadap aktivitas mencurigakan di lokasi.
“Para pelaku tertangkap tangan sedang menjalankan operasional judi online secara aktif di dalam gedung,” ujar Wira saat konferensi pers di lokasi.
Sekretaris Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Brigjen Pol Untung Widyatmoko mengungkapkan sebagian besar WNA masuk ke Indonesia menggunakan visa wisata atau bebas visa kunjungan dengan masa tinggal maksimal 30 hari.
Namun dalam praktiknya, banyak dari mereka diduga tinggal lebih lama dan bekerja secara ilegal sebagai operator judi online.
“Kalau sudah dua bulan berada di Indonesia dengan visa wisata, berarti sudah masuk kategori overstay dan berpotensi melakukan tindak pidana keimigrasian,” jelas Untung.
Polisi menduga para operator berasal dari jaringan internasional yang terorganisir dan memiliki pembagian tugas khusus dalam menjalankan bisnis perjudian digital lintas negara.
Didominasi Warga Vietnam dan China
Dari total 321 orang yang diamankan, mayoritas berasal dari Vietnam dan China. Berikut rinciannya:
- 228 warga negara Vietnam
- 57 warga negara China
- 13 warga negara Myanmar
- 11 warga negara Laos
- 5 warga negara Thailand
- 3 warga negara Malaysia
- 3 warga negara Kamboja
Keberadaan ratusan WNA dalam satu gedung membuat warga sekitar mengaku kaget. Sebab, aktivitas di dalam kantor tersebut selama ini terlihat seperti operasional perusahaan biasa.
“Kalau dilihat dari luar seperti kantor startup biasa. Ternyata isinya operator judi online internasional,” ujar salah satu warga sekitar.
Polisi Sita Rp1,9 Miliar dan 75 Situs Judi
Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita berbagai barang bukti mulai dari laptop, komputer, telepon genggam, paspor, hingga brankas berisi uang tunai berbagai mata uang.












