Scroll untuk baca artikel
LAMPUNG TIMUR

360 Personel Dikerahkan Padamkan Karhutla Way Kambas, 110 Titik Api Terdeteksi di Lampung

×

360 Personel Dikerahkan Padamkan Karhutla Way Kambas, 110 Titik Api Terdeteksi di Lampung

Sebarkan artikel ini
Karhutla TN Way Kambas, tim gabung berjibaku melakukan pemadaman, Minggu (24/8) - foto dok

LAMPUNG TIMUR — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) masih membutuhkan penanganan intensif. Sekitar 360 personel gabungan dikerahkan, helikopter water bombing dioperasikan, dan pipa panjang dipasang untuk menjangkau titik api yang sulit diakses.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi meninjau penanganan karhutla melalui pemantauan udara menggunakan helikopter, Sabtu (24/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi kebakaran sekaligus menentukan kebutuhan penanganan di lapangan.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Mirzani mengatakan, dukungan logistik dari BNPB dalam beberapa pekan terakhir mencakup helikopter untuk water bombing dan peralatan pemadaman berupa pipa panjang. Menurut dia, progres pemadaman mencapai sekitar lima hektare per hari.

BACA JUGA :  Diduga Tambang Ilegal PT Sarana Global Quarry di Sekampung Udik Dilaporkan ke Polda dan DLH Lampung

“Berkat bantuan BNPB, dalam beberapa minggu ini dukungan logistik telah dikirimkan, termasuk helikopter untuk water bombing dan peralatan pemadaman berupa pipa panjang. Progresnya cukup baik, dengan sekitar lima hektare area dapat dipadamkan per hari,” ujar Mirzani, yang juga Ketua Partai Gerindra Lampung.

Operasi pemadaman melibatkan sekitar 330 personel TNI bersama BNPB, BPBD, Polri, Manggala Agni, Pemerintah Provinsi Lampung, dan unsur terkait lainnya. Mereka bekerja dengan dukungan pompa, selang, pipa panjang, serta helikopter untuk menjangkau area terdampak.

Tantangan terbesar berada di bagian utara TNWK. Lahan bergambut, angin berkecepatan tinggi, dan sumber air yang jauh dari lokasi kebakaran membuat pemadaman membutuhkan dukungan peralatan serta koordinasi lintas instansi.

BACA JUGA :  Terciduk, Aksi Remaja Usai Bongkar Kotak Amal Surau di Kemiling GSB Terekam CCTV

BNPB menilai penggunaan pompa dengan selang sepanjang hampir tiga kilometer cukup efektif membantu menjangkau titik api. Peralatan tersebut akan diupayakan untuk diperbanyak guna memperkuat operasi di lapangan.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, pemantauan satelit hingga Sabtu (24/10/2026) pukul 06.44 WIB mendeteksi 110 titik api di Provinsi Lampung. Sekitar 68 hektare area dilaporkan masih belum padam.

Data tersebut menjadi salah satu acuan dalam menentukan lokasi prioritas pemadaman. Kristomei menekankan pentingnya menyelaraskan hasil pemantauan udara dengan laporan tim darat, data titik panas (hotspot), serta informasi cuaca terkini.

Menurut dia, integrasi data diperlukan agar penentuan lokasi dan langkah operasional sesuai dengan perkembangan kondisi di lapangan. Penanganan juga harus dilakukan secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan personel dan kecepatan respons.

BACA JUGA :  Kado Hari Santri Lampung Timur: Perda Pesantren Rampung, 227 Ponpes Menanti Bukti Dukungan

Selain pemadaman langsung, penanganan karhutla diperkuat melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan pesawat Cessna Caravan.

Dalam operasi tersebut, dilakukan dua sortie penyemaian garam atau natrium klorida (NaCl), masing-masing sebanyak 1.000 kilogram. Penyemaian dilakukan di wilayah TNWK dan Kabupaten Lampung Barat untuk mendukung penanganan karhutla.

BNPB dan pemerintah daerah terus mengandalkan kombinasi pemantauan udara, operasi darat, dukungan peralatan, serta informasi cuaca untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Di kawasan Way Kambas, upaya pemadaman berlangsung di tengah medan yang sulit dijangkau. Jarak sumber air, kondisi gambut, dan angin menjadi faktor yang harus diperhitungkan agar personel dapat menjangkau titik api sekaligus menjaga keselamatan selama operasi berlangsung.***