Scroll untuk baca artikel
InfrastrukturKabar DesaLampung

Bangunan di Bantaran Kali, Dituding Penyebab Banjir di Wonosobo Tanggamus

×

Bangunan di Bantaran Kali, Dituding Penyebab Banjir di Wonosobo Tanggamus

Sebarkan artikel ini

WAWAINEWS – Yayasan Penelitian Pengembangan Kesejahteraan Masyarakat (YPPKM) Kabupaten Tanggamus menuding penyebab banjir di wilayah Wonosobo, akibat banyaknya bangunan di bantaran kali wilayah setempat.

Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Lampung diminta tegas dalam menegakkan aturan dan peraturan perundang – undangan mengenai alih fungsi bantaran sungai dan anak sungai menjadi bangunan permanen.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

BACA JUGA: Kecam Video Alvin Lim, Dianggap Merusak Citra Institusi Kejaksaan

BACA JUGA :  Bikin Merinding, Kisah Ibu Jubaidah di Tanggamus Bisa Lepas dari Percobaan Pembunuhan Suami

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Yayasan Penelitian Pengembangan Kesejahteraan Masyarakat (YPPKM) Kabupaten Tanggamus Adi Putra Amril Darusmin, setelah meneliti penyebab terjadinya banjir pada Juli 2022 lalu di beberapa pekon wilayah Kecamatan Wonosobo.

Adi mengatakan, dari hasil penelitiannya akibat terjadi banjir di Pekon Wayliwok dan Pekon Sinar Saudara Kecamatan Wonosobo pada bulan Juli 2022 lalu salah satu penyebabnya karena alih fungsi bantaran sungai menjadi bangunan permanen.

BACA JUGA :  Satu Warga Lampung Positif Corona, Dibenar Dinkes

Akibat dari bangunan permanen perumahan masyarakat tepat di bibir sungai lanjut Adi, menyebabkan penyempitan aliran sungai seperti sungai Wayliwok yang melintas di Pekon Wayliwok, Pekon Sinar Saudara dan Pekon Soponyono.

BACA JUGA: Guru SMPN 1 Wonosobo Sudah 4 Kali Dilaporkan ke KSPLP, Respon Nol

“Pemerintah Kabupaten Tanggamus harus tegas kepada masyarakat yang membuat bangunan di bibir sungai yang mengakibatkan penyempitan aliran sungai dan mengakibatkan banjir” kata Adi kepada Wawai News, Sabtu (17/9/2022).

BACA JUGA :  Mushola Jadi Tempat Mesum, Pengurus Ponpes di Lampung Tengah Main Belakang dengan Santriwati

Adi menjelaskan, sering terjadinya banjir di Pekon Wayliwok saat curah hujan tinggi akibat penyempitan dan pendangkalan sungai Wayliwok yang melintas di antara Pekon Sinar Saudara dan Pekon Soponyono.