Scroll untuk baca artikel
Internasional

Iran Luncurkan Rudal ke Negara Teluk, Dubai dan Abu Dhabi Siaga: Timur Tengah di Ambang Perang Besar

×

Iran Luncurkan Rudal ke Negara Teluk, Dubai dan Abu Dhabi Siaga: Timur Tengah di Ambang Perang Besar

Sebarkan artikel ini
Foto: Api berkobar dan asap mengepul dari Depot Minyak Aqdasieh setelah dilaporkan terkena serangan, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Teheran, Iran, Sabtu (7/3/2026) - foto sosial media

WawaiNEWS.ID – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah negara Teluk pada akhir pekan. Serangan tersebut disebut sebagai respons atas aksi militer yang sebelumnya dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik regional yang lebih luas.

Uni Emirat Arab melaporkan ancaman rudal dan drone yang mengarah ke wilayahnya, termasuk ke kota-kota strategis seperti Dubai dan Abu Dhabi. Kementerian Pertahanan UEA menyatakan sistem pertahanan udara mereka langsung diaktifkan untuk merespons serangan tersebut.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

“Sistem pertahanan udara UEA saat ini sedang merespons ancaman rudal dan drone yang datang dari Iran,” ujar Kementerian Pertahanan UEA dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui platform X.

BACA JUGA :  Putin Serang Balik Biden atas Sanksi Paman Sam ke Rusia

Menurut otoritas setempat, sejumlah rudal balistik berhasil dicegat sebelum mencapai target. Jet tempur juga dikerahkan untuk memburu drone dan amunisi udara lainnya yang terdeteksi memasuki wilayah udara negara tersebut.

Situasi mencekam sempat terjadi pada Sabtu malam ketika sirene peringatan rudal berbunyi di berbagai wilayah Dubai dan Abu Dhabi. Warga diminta segera mencari perlindungan, sementara ledakan keras terdengar akibat proses pencegatan rudal di udara.

Salah satu insiden terjadi di kawasan Dubai Marina ketika puing-puing dari rudal yang berhasil dicegat jatuh dan mengenai gedung pencakar langit 23 Marina. Tidak ada korban luka dalam kejadian tersebut. Namun di wilayah Al Barsha, serpihan lain menimpa sebuah kendaraan dan menewaskan seorang sopir asal Pakistan.

BACA JUGA :  Faruk Fatih Ozer, ‘Raja Kripto’ Turki yang Dihukum 11.196 Tahun, Ditemukan Tewas di Sel Isolasi

Ketegangan juga terasa di Dubai International Airport. Penumpang yang menunggu penerbangan sempat diarahkan menuju terowongan kereta bandara untuk berlindung dari potensi serangan udara.

Di tengah situasi yang memanas, Iran mengumumkan perkembangan politik penting di dalam negeri. Kantor berita Mehr News Agency melaporkan bahwa Majelis Ulama Iran telah menunjuk pemimpin baru, meskipun identitasnya belum diumumkan secara resmi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh ulama senior Iran, Seyyed Ahmad Alam al-Huda, yang menegaskan bahwa keputusan mengenai kepemimpinan baru sudah diambil. “Semua rumor yang mengatakan Majelis Ulama belum membuat keputusan adalah kebohongan,” ujarnya.

Sementara itu, militer Israel melalui Israel Defense Forces mengeluarkan peringatan keras bahwa pihaknya tidak akan ragu menargetkan siapa pun yang terlibat dalam proses penunjukan pemimpin baru Iran jika dianggap terkait dengan ancaman keamanan Israel.

BACA JUGA :  40 Tewas di Sekolah Putri Iran, Serangan Israel-AS Picu Duka dan Ancaman Balasan

Di tengah dinamika tersebut, mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump turut memicu kontroversi dengan menyatakan bahwa Washington seharusnya memiliki peran dalam menentukan pemimpin baru Iran. Pernyataan itu langsung ditolak keras oleh pemerintah Iran yang menegaskan bahwa urusan kepemimpinan negara mereka adalah kedaulatan internal.

Eskalasi terbaru ini semakin memperlihatkan rapuhnya stabilitas kawasan Timur Tengah. Para analis menilai jika siklus serangan balasan terus berlanjut, konflik antara Iran, Israel, dan sekutunya berpotensi meluas menjadi krisis regional yang lebih besar.***