LAMPUNG TIMUR – Semarak Hari Ulang Tahun ke-27 Kabupaten Lampung Timur makin terasa panas, bukan karena cuaca semata, tetapi karena ledakan antusiasme warga dalam Launching UMKM Expo Lampung Timur 2026, UMKM Mitra Adhyaksa, dan City Branding yang digelar di Lapangan Merdeka, Bandar Sribhawono, Jumat malam (17/04/2026).
Ribuan warga tumpah ruah memadati lokasi acara. Lapangan berubah menjadi pusat keramaian, arena belanja, panggung hiburan, sekaligus bukti bahwa kalau urusan kuliner, diskon, dan produk lokal digabung, rakyat memang sulit menolak.
Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Wakil Bupati Azwar Hadi, jajaran Forkopimda, pejabat daerah, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Ela Siti Nuryamah menegaskan bahwa expo ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan gerakan ekonomi rakyat yang lahir dari kolaborasi pemerintah dan masyarakat.
Tahun ini, sebanyak 1.500 UMKM ikut ambil bagian.
“Ini bukti semangat gotong royong dan sakai sambayan masih menjadi kekuatan utama dalam membangun Lampung Timur,” ujar Ela.
Kalau biasanya UMKM hanya ramai di grup WhatsApp keluarga, kali ini mereka naik panggung besar dan menunjukkan bahwa produk lokal bisa tampil percaya diri.
Data yang disampaikan pemerintah daerah menunjukkan lonjakan pengunjung dari hari ke hari:
- Hari pertama: 31.500 pengunjung
- Hari kedua: 35.100 pengunjung
- Hari ketiga: sekitar 36.000 pengunjung
Artinya, total puluhan ribu orang sudah datang meramaikan expo hanya dalam tiga hari.
Dari sisi ekonomi, transaksi disebut mencapai ratusan juta rupiah. Uang berputar cepat, pedagang tersenyum, dompet pengunjung menipis dengan ikhlas.
Karena di pameran UMKM, orang datang niat lihat-lihat, pulangnya bawa tiga tas.
Dalam rangkaian festival ini, Badan Pusat Statistik (BPS) juga akan menjalankan Sensus Ekonomi 2026.
Bupati Ela meminta masyarakat memberikan data yang jujur dan akurat agar pembangunan ekonomi ke depan tidak berdasarkan tebakan.
“Data akurat sangat penting sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan ekonomi,” tegasnya.
Pesannya sederhana: jangan sampai usaha sudah maju, tapi datanya masih malu-malu.
Yang menarik, Kejaksaan Negeri Lampung Timur ikut tampil lewat program UMKM Mitra Adhyaksa.
Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Timur, Dr. Pofrizal, menjelaskan bahwa pelaku UMKM mendapat pendampingan menyeluruh, mulai dari:
✅ konsultasi hukum gratis
✅ izin usaha
✅ sertifikasi halal
✅ hak kekayaan intelektual
✅ akses permodalan
✅ pemasaran digital
✅ strategi kolaborasi usaha
“Ini langkah nyata mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan UMKM,” ujarnya.
Jadi sekarang UMKM bukan cuma diajari jualan, tapi juga diajari supaya tidak tersandung urusan hukum saat bisnis makin besar.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai di usia ke-27 tahun, Lampung Timur sedang berada di titik penting untuk melakukan lompatan pembangunan.
“UMKM harus menjadi pondasi kuat ekonomi daerah. Kita dorong agar naik kelas, lebih berkualitas, dan mampu bersaing,” kata Gubernur.
Pesan ini penting. Karena kalau UMKM naik kelas, ekonomi daerah ikut naik lift.
Launching expo kali ini juga dibarengi penguatan city branding Kabupaten Lampung Timur.
Tujuannya jelas:
- memperkuat identitas daerah
- menarik investor
- mendorong wisatawan datang
- mengenalkan produk unggulan lokal
- membangun citra kompetitif di tingkat nasional
Lampung Timur tampaknya tak ingin hanya dikenal lewat peta, tapi juga lewat karya dan produk warganya.
Bupati Ela juga menyinggung soal keterbatasan anggaran. Namun ia menegaskan bahwa kekurangan dana bukan alasan untuk berhenti bergerak.
“Kreativitas, inovasi, dan kerja sama jauh lebih penting,” katanya, jika diterjemahkan sederhana artinya: APBD boleh hemat, ide jangan ikut irit.***













