Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

“Kuliah ke Inggris Dibayar Kemenag! Beasiswa Double Degree 2026 Dibuka, Guru dan Alumni Pesantren Bisa Dapat Gelar Ganda”

×

“Kuliah ke Inggris Dibayar Kemenag! Beasiswa Double Degree 2026 Dibuka, Guru dan Alumni Pesantren Bisa Dapat Gelar Ganda”

Sebarkan artikel ini
foto wisuda doc Wawai News

JAKARTA – Kabar baik bagi guru, pegawai Kementerian Agama, tenaga kependidikan hingga alumni pendidikan keagamaan yang punya mimpi kuliah ke luar negeri tetapi saldo rekening masih lebih cocok untuk beli es teh ketimbang tiket London.

Kementerian Agama RI kembali membuka Program Beasiswa Master Double Degree 2026 melalui skema Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag. Program ini memberi kesempatan penerima beasiswa meraih dua gelar sekaligus dengan kuliah di Indonesia dan Inggris.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Tak tanggung-tanggung, kampus tujuan luar negerinya adalah dua universitas bergengsi dunia: The University of Edinburgh dan SOAS University of London.

Program ini dikelola Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag dan pendaftaran dibuka hingga 31 Mei 2026.

BACA JUGA :  Terkait Permintaan Audiensi BMPS, Pj Wali Kota Bekasi Sebut Sudah Disposisi Kadisdik

Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori menjelaskan, program double degree tersebut merupakan bentuk serius Kemenag dalam membangun SDM pendidikan keagamaan berkelas internasional.

“Ini mencerminkan komitmen strategis terhadap kolaborasi internasional, keunggulan akademik, dan pengembangan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan Indonesia,” ujar Ruchman.

Program ini sebenarnya sudah berjalan sejak 2023 melalui kerja sama Universitas Islam Internasional Indonesia dengan University of Edinburgh dan SOAS University of London.

Kemudian pada 2025, kerja sama diperluas dengan melibatkan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta UIN Alauddin Makassar bersama SOAS University of London.

Artinya, penerima beasiswa nantinya akan menjalani kuliah selama satu tahun di kampus Indonesia dan satu tahun di Inggris. Jadi bukan cuma foto di depan Big Ben untuk konten Instagram, tetapi benar-benar pulang membawa ijazah internasional.

BACA JUGA :  Aplikasi Sapawarga untuk Layanan Aduan Warga Jabar dalam PPDB 2024

Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Tinggi Keagamaan Puspenma, Siti Maria Ulfa mengatakan, program ini diprioritaskan untuk guru, tenaga kependidikan, pegawai Kemenag, serta alumni pendidikan keagamaan.

Syarat Utama Pendaftaran

Pendaftar wajib memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya:

  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Usia maksimal 30 tahun per 31 Desember 2026
  • Lulusan S1/D4 dengan IPK minimal 3,00
  • Belum pernah atau sedang menempuh studi S2
  • Melampirkan izin pimpinan instansi/lembaga
  • Menyertakan personal statement dan rencana kontribusi untuk Indonesia
  • Memiliki sertifikat bahasa Inggris resmi

Untuk kemampuan bahasa Inggris, skor minimal yang diterima yakni:

  • TOEFL ITP: 520
  • TOEFL IBT: 61
  • IELTS: 6.0
  • Duolingo: 110

Sertifikat harus diterbitkan lembaga resmi dan masih berlaku maksimal dua tahun terakhir.

BACA JUGA :  Ditjen Pesantren: Negara Datang Membawa Rp100 Juta dan Janji Pembinaan

Di sisi lain, CPNS dan PPPK ternyata belum diperbolehkan mendaftar dalam program ini. Jadi, kalau baru lolos seleksi ASN lalu berharap langsung “cabut akademik” ke London, jawabannya masih: sabar dulu.

Kemenag juga membuka ruang bagi pelamar yang memiliki pengalaman organisasi, prestasi akademik maupun publikasi ilmiah untuk dicantumkan dalam aplikasi.

Program BIB Kemenag sendiri dibuka sejak 1 April hingga 31 Mei 2026. Informasi lengkap dapat diakses melalui Beasiswa Kemenag dan portal pendaftaran Pendaftaran BIB-LPDP Terintegrasi.

Di tengah mahalnya biaya pendidikan luar negeri, program ini menjadi “jalur sutra” baru bagi guru dan insan pendidikan keagamaan untuk menembus kampus dunia tanpa harus menjual sawah, motor, atau berharap diwarisi kerajaan minyak dari paman jauh.