JAKARTA – Polsek Duren Sawit tak mau lagi kecolongan melihat jalanan malam di Jakarta Timur berubah jadi arena tawuran, balap liar, hingga jalur favorit begal. Untuk meredam kriminalitas yang makin meresahkan warga, polisi kini mendirikan Posko Terpadu “Jaga Jakarta Timur” di sejumlah titik rawan, mulai dari Flyover Klender hingga kawasan Kebon Singkong yang kerap memanas saat dini hari.
Wilayah Jakarta Timur yang biasanya mulai “panas” selepas tengah malam kini dijaga ekstra ketat. Polisi tak lagi mau kecolongan melihat jalan raya berubah fungsi jadi arena balap liar, lokasi duel remaja, atau tempat nongkrong yang ujung-ujungnya viral di media sosial karena baku lempar batu.
Kapolsek Duren Sawit, Kompol Sutikno, menegaskan bahwa pendirian posko ini bukan sekadar pajangan proyek keamanan atau tempat numpang ngopi aparat saat dini hari. Posko tersebut disiapkan sebagai pusat pengawasan sekaligus markas gerak cepat untuk memburu berbagai gangguan kamtibmas.
“Menjaga keamanan lingkungan bukan tugas polisi semata, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya Jumat (29/5).
Kalimat itu terdengar formal. Tapi pesan sederhananya begini: kalau kampung mau aman, jangan semuanya diserahkan ke polisi sambil warga sibuk jadi penonton live tawuran di TikTok.
Titik Rawan yang Kini Diawasi Ketat
Penempatan posko dilakukan berdasarkan peta kerawanan wilayah. Dan ya, polisi tampaknya sudah hafal lokasi mana saja yang kalau lewat tengah malam bikin orang otomatis menambah kecepatan motor.
Beberapa titik yang jadi fokus pengamanan antara lain:
- Flyover Klender
Kawasan yang bukan cuma ramai kendaraan, tapi juga sering jadi titik kumpul anak-anak muda dengan agenda yang kadang lebih misterius daripada hubungan tanpa status. - Jalan I Gusti Ngurah Rai
Jalan panjang yang kalau malam kerap berubah fungsi menjadi “sirkuit dadakan” versi hemat anggaran. - Kawasan Kebon Singkong
Nama tempatnya memang terdengar sederhana dan membumi. Tapi aparat tahu, kawasan ini beberapa kali menjadi titik rawan gesekan antar-kelompok yang bisa meledak hanya gara-gara saling tatap terlalu lama.
Lewat Posko Terpadu “Jaga Jakarta Timur”, aparat gabungan dari unsur Tiga Pilar TNI, Polri, dan pemerintah daerah akan melakukan patroli intensif terutama pada jam-jam rawan.
Targetnya jelas adalah membuat para pelaku kriminal kehilangan panggung.
1. Tawuran Remaja
Fenomena klasik yang seolah diwariskan turun-temurun seperti resep keluarga. Bedanya, dulu tawuran pakai surat tantangan, sekarang cukup lewat story Instagram.
Polisi akan membubarkan kerumunan yang dicurigai berpotensi bentrok sebelum berubah jadi headline berita berdarah.
2. Begal dan Curanmor
Motor hilang dalam hitungan detik sudah jadi horor urban warga Jakarta Timur. Polisi kini mempertebal patroli untuk mempersempit ruang gerak pelaku.
Karena warga ingin pulang malam dengan tenang, bukan pulang sambil jalan kaki karena motor mendadak “berpindah kepemilikan”.
3. Balap Liar
Suara knalpot tengah malam yang memekakkan telinga warga akhirnya masuk daftar prioritas penertiban.
Aksi balap liar di Jalan I Gusti Ngurah Rai selama ini bukan cuma bikin resah, tapi juga membuat pengguna jalan lain seperti sedang melewati sesi kualifikasi MotoGP versi nekat.
4. Peredaran Narkoba
Pengawasan terhadap aktivitas mencurigakan juga diperketat. Polisi ingin memastikan wilayah Duren Sawit tidak menjadi ladang nyaman bagi peredaran narkotika.
Program memberi sinyal bahwa aparat mulai bergerak lebih agresif menghadapi kriminalitas jalanan yang makin meresahkan warga.***







