Scroll untuk baca artikel
MegapolitanPendidikan

Miris! Bekas Rumah Dinas Guru di Duren Sawit Berubah Jadi Sarang Narkoba dan Mesum, Tepat di Depan Sekolah

×

Miris! Bekas Rumah Dinas Guru di Duren Sawit Berubah Jadi Sarang Narkoba dan Mesum, Tepat di Depan Sekolah

Sebarkan artikel ini
Begini penampakan bekas rumah dinas guru yang berada tepat di seberang SDN 05 dan SMPN 194 Duren Sawit, Jakarta Timur, kini bak "monumen pembiaran" - foto Syarif Hidayatullah

JAKARTA TIMUR – Ironi kembali terpampang di wajah dunia pendidikan. Sebuah aset negara yang semestinya menjadi penunjang kesejahteraan tenaga pendidik, kini justru menjelma menjadi bangunan menyeramkan yang diduga menjadi tempat berbagai aktivitas negatif.

Bekas rumah dinas guru yang berada tepat di seberang SDN 05 dan SMPN 194 Duren Sawit, Jakarta Timur, kini bak “monumen pembiaran”. Lima bangunan rumah di lokasi tersebut yang dahulu dihuni para guru itu, kini terlihat kumuh, dipenuhi semak belukar, serta mengalami kerusakan di berbagai bagian tanpa tersentuh perawatan selama bertahun-tahun.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Dari luar, bangunan tersebut tampak seperti rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya secara tergesa-gesa. Namun di balik dinding kusam dan jendela yang rusak, tersimpan fakta yang membuat warga sekitar geleng-geleng kepala.

BACA JUGA :  Pengerjaan DAK 2019 di Lamsel, Diklaim Capai 70 persen

Berdasarkan pantauan di lokasi, pintu dan jendela rumah banyak yang hilang atau rusak sehingga siapa pun dapat keluar masuk dengan leluasa. Di sejumlah sudut bangunan ditemukan puntungan, kertas bekas pembakaran yang diduga digunakan untuk mengonsumsi tembakau sintetis, hingga kemasan obat Tramadol yang kerap disalahgunakan.

Tak hanya itu, warga mengaku lokasi tersebut kerap dijadikan tempat berkumpul oleh orang-orang tak dikenal pada malam hari. Aktivitas yang terjadi di dalam bangunan kosong itu disebut-sebut jauh dari kata layak untuk berada di lingkungan pendidikan.

“Sudah lebih dari lima tahun kosong. Dulu masih terlihat seperti rumah dinas, sekarang malah seperti rumah hantu. Ironisnya, lokasinya persis di depan sekolah tempat anak-anak belajar setiap hari,” ujar seorang warga Sabtu (30/5).

BACA JUGA :  Dugaan Pungli SMPN 2 ARA Lamteng, Belum Ada Tindakan

Menurut warga, bangunan tersebut mulai ditinggalkan sejak awal pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Sejak saat itu, tidak terlihat adanya upaya perawatan, pengamanan maupun pemanfaatan kembali terhadap aset yang diketahui berada di bawah pengelolaan Dinas Pendidikan.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar mengenai pengawasan aset milik pemerintah. Di tengah berbagai program penataan fasilitas publik yang terus digaungkan, keberadaan bangunan terbengkalai ini justru menjadi contoh nyata bagaimana aset negara bisa berubah fungsi menjadi sumber keresahan masyarakat.

Jika dibiarkan lebih lama, bukan tidak mungkin bangunan tersebut akan semakin rusak dan menjadi magnet bagi berbagai aktivitas yang berpotensi melanggar hukum. Ibarat pagar sekolah yang seharusnya menjaga masa depan anak-anak, bangunan kosong ini justru menjadi etalase pembiaran yang dipertontonkan setiap hari di depan gerbang pendidikan.

BACA JUGA :  KKP Buka Penerimaan Peserta Didik Baru

Warga mendesak Dinas Pendidikan dan instansi terkait segera turun tangan untuk mengamankan lokasi, membersihkan area dari barang-barang berbahaya, serta menentukan langkah konkret terhadap bangunan tersebut, apakah akan direnovasi, difungsikan kembali, atau dibongkar.

Jika terus dibiarkan, rumah dinas guru itu bukan lagi sekadar bangunan kosong, melainkan simbol bagaimana aset negara perlahan berubah menjadi “rumah singgah” bagi masalah sosial yang seharusnya tidak pernah tumbuh di lingkungan sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan maupun pengelola aset terkait mengenai rencana penanganan bangunan tersebut.***