JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menyusun peta besar transportasi ibu kota. Setelah fokus menuntaskan proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai hingga Dukuh Atas, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan dua jalur baru yang akan menjadi prioritas berikutnya, yakni menuju Jakarta International Stadium (JIS) dan Stasiun Whoosh Halim.
Langkah ini diyakini akan memperkuat konektivitas antarmoda sekaligus memangkas waktu tempuh masyarakat yang selama ini masih bergantung pada kendaraan pribadi.
“Kami akan mengembangkan dua jalur berikutnya, yaitu ke JIS dan ke Stasiun Whoosh Halim. Trase menuju JIS bahkan sudah mendapatkan izin dari Kementerian Perhubungan,” ujar Pramono usai meninjau pembangunan LRT Jakarta Fase 1B di Stasiun Rawamangun, Selasa (14/7/2026).
Menurut Pramono, kedua jalur tersebut akan menjadi mata rantai penting dalam sistem transportasi Jakarta yang semakin terintegrasi.
Jika nantinya LRT Jakarta tersambung dengan kawasan olahraga JIS di Jakarta Utara dan Stasiun Kereta Cepat Whoosh Halim di Jakarta Timur, masyarakat akan memiliki lebih banyak pilihan perjalanan tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
Dengan kata lain, perjalanan menuju stadion maupun kereta cepat tidak lagi harus “berganti-ganti perjuangan” di jalanan ibu kota.
Meski telah menyiapkan pengembangan baru, Pramono menegaskan proyek yang menjadi fokus utama saat ini adalah penyelesaian jalur Manggarai–Dukuh Atas.
Ruas sepanjang sekitar dua kilometer itu ditargetkan mulai dibangun pada awal 2027 dan selesai pada 2028.
Setelah proyek tersebut rampung, barulah pengembangan jalur menuju JIS dan Halim akan mulai dikerjakan.
“Kalau Manggarai–Dukuh Atas selesai, baru kita lanjutkan pengembangan berikutnya,” katanya.
Untuk membiayai proyek tersebut, Pemprov DKI tidak hanya mengandalkan anggaran daerah.
Pramono membuka peluang penggunaan skema creative financing, yakni pembiayaan melalui kerja sama dengan investor maupun pihak swasta yang berminat membangun infrastruktur transportasi di Jakarta.
Menurutnya, dua jalur baru itu memiliki potensi penumpang yang besar sehingga dinilai menarik bagi investor.
“Kami membuka peluang kerja sama dengan siapa pun yang ingin membangun Jakarta. Saya yakin trayek ini memiliki prospek yang baik,” ujarnya.
Tak hanya memperluas jaringan rel, Pemprov DKI juga tengah menyiapkan integrasi sistem pembayaran antarmoda.
Ke depan, masyarakat diharapkan cukup menggunakan satu sistem tiket untuk mengakses LRT Jakarta, MRT Jakarta, dan TransJakarta.
Integrasi ini diharapkan membuat perpindahan antarmoda menjadi lebih cepat, praktis, dan efisien.
Pengembangan jalur LRT menuju JIS dan Whoosh Halim menjadi sinyal bahwa Jakarta terus bergerak menuju sistem transportasi yang lebih terintegrasi.
Namun tantangan berikutnya bukan hanya membangun rel baru, melainkan memastikan layanan publik benar-benar nyaman, tepat waktu, mudah diakses, dan terjangkau.
Sebab bagi warga Jakarta, yang paling dinanti bukan sekadar peresmian proyek baru, tetapi perjalanan yang lebih singkat tanpa harus menghabiskan separuh hari terjebak kemacetan.
Kalau konektivitas benar-benar terwujud, semoga yang melaju bukan hanya keretanya, tetapi juga kualitas hidup warganya.












