Scroll untuk baca artikel
TANGGAMUS

Kajati Turun Gunung, Bupati Tanggamus Ikut Sidak MBG

×

Kajati Turun Gunung, Bupati Tanggamus Ikut Sidak MBG

Sebarkan artikel ini
Kunjungan dimulai di SD Negeri 1 Way Jaha. Di sekolah tersebut, rombongan memastikan makanan benar-benar diterima siswa dengan menu yang layak dan kondisi lingkungan sekolah tetap bersih, (foto_kmf)

TANGGAMUS – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini tak lagi cukup dinilai dari menu yang tersaji di atas meja makan siswa. Yang ikut diuji adalah bagaimana bahan bakunya dipilih, dapurnya dikelola, makanan didistribusikan, hingga ke mana limbahnya dibuang. Sebab, program sebesar ini tak boleh hanya kenyang di seremoni, tetapi lapar dalam pengawasan.

Pesan itulah yang mengemuka saat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung Dr. Danang Suryo Wibowo bersama Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi meninjau pelaksanaan MBG di Kecamatan Pugung, Rabu (15/7/2026).

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Kunjungan dimulai di SD Negeri 1 Way Jaha. Di sekolah tersebut, rombongan memastikan makanan benar-benar diterima siswa dengan menu yang layak dan kondisi lingkungan sekolah tetap bersih.

BACA JUGA :  Surat Mundur dari Balik Meja Sekda? AMPI Tanggamus: Jangan Ciderai Hak Demokrasi ASN

Namun perhatian utama justru tertuju di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukajadi. Mulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan, proses memasak, pengemasan, hingga distribusi diperiksa satu per satu.

Pesannya sederhana, tetapi sangat penting, jangan sampai ada celah. Karena ketika program ini menyangkut ribuan anak sekolah, kualitas tidak boleh bergantung pada ada atau tidaknya pejabat yang datang berkunjung.

Kajati Lampung menekankan bahwa pengawasan harus dilakukan secara menyeluruh. Bukan hanya memastikan makanan bergizi, tetapi juga menjamin keamanan pangan, kebersihan dapur, serta akuntabilitas pengelolaannya.

BACA JUGA :  Kadin Tanggamus: Dukung Rekomendasi KPPU, UMKM Lokal Jangan Hanya Jadi Penonton Program MBG

Satu hal yang juga menjadi sorotan adalah limbah dapur. Jangan sampai semangat memberi gizi kepada anak-anak justru meninggalkan “oleh-oleh” berupa pencemaran lingkungan. Air sungai bukan tempat membuang sisa produksi, dan masyarakat tentu berharap yang mengalir adalah manfaat program, bukan limbahnya.

Bupati Saleh Asnawi menyambut baik perhatian tersebut. Ia menilai keberhasilan MBG bukan sekadar banyaknya porsi makanan yang dibagikan, tetapi juga kualitas penyelenggaraannya dari hulu hingga hilir.

Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke MA Al Falah Gunung Kasih untuk memastikan distribusi makanan bergizi berjalan sesuai sasaran.

Camat Pugung Ahmad Yani Halim mengatakan, sebelum kunjungan berlangsung pihaknya telah berkoordinasi dengan Kejari Tanggamus, Kacabjari Talang Padang, dan Bapperida Kabupaten Tanggamus agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal.

BACA JUGA :  Korban Penikaman Brutal Mantan Kakon di Tanggamus Mulai Membaik, Pelaku Masih “Main Petak Umpet” dengan Polisi

Ia juga mengungkapkan adanya arahan dari Kajati Lampung agar pengawasan terhadap pelaksanaan MBG terus diperkuat.

Sebagai tindak lanjut, Forkopimcam bersama pemerintah kecamatan akan meningkatkan koordinasi dengan seluruh pengelola SPPG serta melakukan monitoring secara berkala.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak diukur dari seberapa banyak spanduk dipasang atau seberapa meriah penyambutannya. Yang akan dinilai masyarakat adalah apakah makanan tetap berkualitas setiap hari, pengelola bekerja sesuai aturan, dan lingkungan tetap terjaga meski tak ada kamera maupun pejabat yang sedang berkunjung. ***