LAMPUNG TIMUR – Ancaman narkoba, perundungan (bullying), hingga penyalahgunaan media sosial kini tak lagi hanya membayangi kalangan remaja. Anak-anak usia sekolah dasar pun menjadi sasaran. Berangkat dari kondisi tersebut, ratusan siswa MI dan MTs Miftahul Huda, Desa Labuhan Ratu IV, Kecamatan Labuhan Ratu, mendapat pembekalan khusus dari berbagai instansi, Selasa (28/7/2026).
Kegiatan yang digagas Pemerintah Kecamatan Labuhan Ratu ini melibatkan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Lampung Timur, Dinas P3A P2KB, Ikatan Wartawan Online (IWO), dan KPU Lampung Timur sebagai bentuk sinergi membangun generasi yang tangguh sejak dini.
Camat Labuhan Ratu, Agustinus Trihandoko, menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan benteng utama agar anak-anak tidak mudah terpengaruh perilaku menyimpang. Menurutnya, disiplin, tanggung jawab, dan akhlak mulia harus ditanamkan sejak usia dini dengan meneladani tokoh-tokoh bangsa seperti KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdurrahman Wahid.
“Jadilah polisi bagi diri sendiri. Disiplin, hormati guru, sayangi teman, dan jangan pernah mencoba hal-hal yang merusak masa depan,” pesannya di hadapan para siswa.
Materi mengenai bahaya narkoba disampaikan BNNK Lampung Timur melalui Septina Apsari Dewi dan Diana Pratiwi. Keduanya mengingatkan bahwa jaringan peredaran narkoba kini semakin berani menyasar pelajar dengan berbagai modus, baik melalui lingkungan pergaulan maupun media digital.
Para siswa diajak mengenali ciri-ciri penyalahgunaan narkoba, memahami dampaknya terhadap kesehatan dan masa depan, serta berani menolak setiap ajakan yang mengarah pada tindakan berbahaya.
Tak kalah penting, literasi digital juga menjadi perhatian. Ketua IWO Provinsi Lampung, Edi Arsadad, didampingi Ketua IWO Lampung Timur, Andono, mengingatkan bahwa media sosial dapat menjadi sarana belajar sekaligus ancaman jika digunakan tanpa tanggung jawab.
Ia mengimbau para siswa agar tidak sembarangan mengunggah foto, menulis komentar, ataupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya karena aktivitas di ruang digital memiliki konsekuensi hukum.
Sementara itu, Sekretaris Dinas P3A P2KB Lampung Timur, Titin Wahyuni, mengajak seluruh siswa menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari bullying.
Menurutnya, mengejek, mengucilkan, maupun melakukan kekerasan terhadap teman bukanlah perilaku yang patut dibanggakan. Sebaliknya, siswa harus saling menghormati, saling membantu, dan berani melaporkan apabila melihat tindakan perundungan.
Ia juga mengingatkan pentingnya membatasi penggunaan gawai agar tidak mengganggu waktu belajar, beribadah, maupun kebersamaan dengan keluarga.
Komisioner KPU Lampung Timur, M. Iqbal, turut memberikan pengenalan mengenai nilai-nilai demokrasi, kejujuran, kedisiplinan, serta pentingnya menghargai perbedaan sebagai bekal menjadi warga negara yang bertanggung jawab di masa depan.
Kegiatan berlangsung interaktif. Puluhan siswa antusias mengajukan pertanyaan mengenai cara menghindari narkoba, menghadapi perundungan, hingga menggunakan media sosial secara aman. ***












