TULANG BAWANG – Dunia pendidikan di Kabupaten Tulang Bawang kembali tercoreng. Dugaan aksi perundungan yang berujung kekerasan fisik terjadi di SMPN Satu Atap 5 Dente Teladas hingga menyebabkan seorang siswa berinisial DF mengalami patah tulang tangan. Ironisnya, saat korban terjatuh kesakitan, sejumlah siswa lain justru memilih menonton dan merekam kejadian tersebut.
Peristiwa memilukan itu menjadi perhatian publik setelah video berdurasi sekitar 25 detik beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan dua pelajar terlibat adu fisik di belakang ruang kelas, disaksikan banyak siswa tanpa ada upaya berarti untuk menghentikan perkelahian.
Orang tua korban, Solekan, mengaku terpukul atas kejadian yang menimpa anaknya. Menurutnya, insiden bermula dari saling ejek di dalam kelas yang kemudian berubah menjadi perkelahian.
“Benar, anak saya mengalami patah tangan. Awalnya mereka saling mengejek di dalam kelas, kemudian berkelahi. Saat itu sempat dilerai guru,” ujar Solekan, Senin (27/7/2026).
Sayangnya, upaya melerai di dalam kelas tidak mengakhiri persoalan. Saat jam pulang sekolah, korban kembali didatangi siswa yang diduga terlibat konflik di area parkir sepeda motor sekolah.
Di lokasi itulah, korban diduga kembali mengalami kekerasan hingga mengakibatkan tulang tangannya patah serta mengalami luka di beberapa bagian tubuh.
Video yang beredar memperlihatkan seorang siswa mengenakan kaus olahraga merah-hitam terlibat aksi saling dorong dengan siswa lain sebelum salah satunya dibanting hingga terjatuh. Pemandangan yang paling menyita perhatian adalah sikap para pelajar di sekitar lokasi yang hanya menjadi penonton, bahkan beberapa di antaranya tampak mengabadikan kejadian menggunakan telepon genggam.
Peristiwa ini memicu keprihatinan masyarakat. Banyak pihak menilai lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi anak untuk belajar, bukan menjadi ruang terjadinya kekerasan yang berpotensi meninggalkan trauma dan cedera serius.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah maupun instansi terkait mengenai langkah penanganan terhadap kasus tersebut. ***












