Scroll untuk baca artikel
LAMPUNG TIMUR

Lagi, Danau Kemuning Telan Korban, Wisata Sudah Ditutup 2 Tahun tapi Remaja 16 Tahun Tewas Tenggelam

×

Lagi, Danau Kemuning Telan Korban, Wisata Sudah Ditutup 2 Tahun tapi Remaja 16 Tahun Tewas Tenggelam

Sebarkan artikel ini
Evakuasi korban meninggal dunia saat berenang di lokasi Danau Kemuning atau Kali Mesin, di Sribhawono Lampung Timur, Sabtu (19/9). - foto Jali

LAMPUNG TIMUR — Padahal papan larangan sudah dipasang. Kawasan wisata bahkan disebut telah ditutup selama dua tahun. Namun Danau Kemuning di Desa Sribhawono, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur, kembali menelan korban.

Kali ini Dimas Pratama (16), remaja asal Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, tewas tenggelam setelah nekat berenang di bagian terdalam danau, Sabtu (19/9/2026) sore.

GESER UNTUK BACA BERITA
GESER UNTUK BACA BERITA

Ironisnya, lokasi tempat Dimas berenang bukan kawasan yang bebas digunakan untuk aktivitas air. Area tersebut justru merupakan zona yang telah dilarang karena berbahaya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30 WIB.

Dimas datang bersama dua rekannya. Mereka kemudian berenang di area paling dalam Danau Kemuning, tepat di sekitar bagian atas jembatan yang telah dipasangi larangan.

BACA JUGA :  Klarifikasi Video Senam, Guru SD Srimenanti: Kami Bingung Mereka Itu LSM apa Timses?

Awalnya aktivitas tersebut berjalan seperti biasa.

Namun situasi berubah ketika Dimas diduga mengalami kelelahan saat berada di tengah air. Tubuhnya mulai tenggelam.

Dua rekannya berusaha memberikan pertolongan. Mereka mencoba menarik tubuh Dimas ke tempat yang lebih aman. Namun kedalaman air membuat upaya tersebut gagal.

Dimas terlepas dan kemudian hilang di dalam danau.

Teriakan minta pertolongan pun pecah. Warga yang mengetahui kejadian langsung berdatangan.

Laporan tersebut kemudian direspons aparat kepolisian, Babinsa dan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang melakukan pencarian di area danau.

Sekitar 30 menit pencarian, korban akhirnya ditemukan.

Dimas segera dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Sribhawono untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Hasil pemeriksaan medis menyatakan korban meninggal dunia akibat tenggelam.

BACA JUGA :  Sekolah Rakyat Lampung Timur Resmi Dibuka, Ela Siti Nuryamah: Kemiskinan Jangan Wariskan Keterbatasan kepada Anak

Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Sudah Ditutup Dua Tahun, Tapi Tetap Jadi Lokasi Berenang

Kanit Reskrim Polsek Bandar Sribhawono Ipda Hartono membenarkan lokasi tempat korban berenang merupakan area yang dilarang.

“Memang ada larangan berenang di area itu, khususnya di bagian atas jembatan atau area dalam danau,” kata Hartono.

Pernyataan tersebut memperlihatkan persoalan yang berulang di Danau Kemuning: larangan sudah ada, tetapi masih dilanggar.

Bahkan warga desa setempat mengungkapkan bahwa kawasan wisata tersebut telah ditutup sejak sekitar setahun lalu. Sejak kejadian bocah SMP tewas tahun lalu.

Penutupan dilakukan setelah sebelumnya terjadi insiden orang tenggelam.

Imbauan agar masyarakat tidak berenang juga telah dipasang di kawasan tersebut.

Namun, penutupan dan papan larangan ternyata belum cukup membuat semua orang menjauh dari lokasi berbahaya itu.

BACA JUGA :  Polres Lamsel Bekuk Tiga Pelaku Ranmor Asal Lampung Timur

“Sudah dua tahun wisata ini kami tutup. Imbauan sudah kami pasang. Dengan kejadian ini, sudah tiga korban meninggal di danau tersebut,” ujar Buih Wisnu.

Danau Kemuning akhirnya seperti menyimpan ironi bahwa tempat wisata ditutup, tetapi aktivitas berisiko masih berlangsung.

Larangan hanya menjadi tulisan ketika tidak dibarengi pengawasan yang mampu mencegah orang masuk dan berenang di titik berbahaya.

Bukan Korban Pertama

Tragedi Sabtu sore itu bukan kejadian pertama.

Pada Desember 2023, Haris Suherman (25) dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di Danau Kemuning.

Kemudian pada Jumat, 15 Agustus 2025, Adi Setiawan (14), pelajar SMP asal Desa Tulung Pasik, Kecamatan Mataram Baru, juga tewas tenggelam di lokasi tersebut.